Bagaimana Membicarakan Kematian dengan Anak

Foto: www.gettyimages.com

Tidak akan pernah mudah. Membicarakan kematian dengan siapapun, termasuk anak. “Meski kita tahu ini adalah bagian dari hidup, membicarakan kematian adalah sesuatu yang kebanyakan dari kita tidak bisa melakukannya karena topik ini sangat menyedihkan,” tulis Dr. Deborah Serani, seorang psikolog, di Psychology Today. Baik itu kematian yang terjadi mendadak, karena sakit atau akibat kecelakaan. Jadi, bagaimana cara membicarakan kematian dengan anak? Psikolog dan penulis buku “Depression and Your Child: A Guide for Parents and Caregivers” membagikan sebuah panduan yang bisa kamu terapkan saat membicarakan kematian dengan anak.

LAKUKAN

  • Katakan tentang hal yang sebenarnya secepat mungkin. “Terbuka dan emosional bisa membantu anakmu belajar bagaimana cara berduka,” jelasnya. Ini juga akan membantunya mengerti mengapa kamu menangis dan bersedih. Ingat juga untuk membagikan informasi pelan-pelan dan sesuaikan dengan usia anak.
  • Siapkan diri dengan reaksi anak. Dia bisa marah dan sedih; intinya terima apa pun reaksinya.
  • Gunakan kata ‘mati’ dan ‘meninggal’. Hindari penggunaan kata-kata ‘tutup usia’ atau ‘tidur selamanya’. “Penelitian memperlihatkan bahwa menggunakan kata-kata realistik bisa membantu proses berduka.”
  • Jangan takut mengatakan “saya tidak tahu” jika kamu memang tidak tahu.
  • Ijinkan anakmu berpartisipasi dalam upacara pemakaman. Lalu, jangan lupa menggambarkan apa akan yang terjadi pada acara tersebut (siapa yang datang, peti mati, jenazah, dan lain sebagainya).
  • Biarkan anak berduka dengan caranya sendiri. Dan jangan menghindari jika anak ingin membicarakan perasaan sedihnya, sesering apa pun itu.
  • Berikan penjelasan kepada anak tentang apa yang akan terjadi di masa depan. “Bicarakan tentang akan bagaimana rasanya merayakan ulang tahun, hari jadi, liburan dan momen spesial tanpa kehadiran orang tercinta tersebut.”
  • Silakan menangis. Bersama-sama dan sesering yang kamu mau. “Ini sesuatu yang sehat dan menyembuhkan,” saran Serani.
  • Jaga kesehatanmu dan anak-anak.

HINDARI

  • Jangan pura-pura bahagia atau berusaha menyembunyikan rasa duka dari anak.
  • Jangan batasi diri membicarakan memori spesial yang dialami bersama orang yang sudah meninggal.
  • Jangan mengurangi kontak dan komunikasi dengan anak. Bahkan ketika kamu tidak tahu apa yang harus dilakukan dan dikatakan. Berikan pelukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan.
  • Tidak perlu mengubah rutinitas secara drastis. Dan pastikan anak tetap pergi sekolah dan melakukan aktivitas sosialnya.
  • Jangan melarang anak—atau dirimu sendiri untuk tertawa. “Tawa juga merupakan obat penyembuh,” tulis Serani.
  • Jangan berikan batas waktu terhadap masa berkabung, baik kepada dirimu dan si kecil. “Sadari bahwa kenormalan baru akan terjadi—dan dibutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap sebuah kematian orang tercinta,” ujarnya. Jika kamu dan si kecil membutuhkan dukungan moral, hubungi komunitas agama atau psikolog.

Selanjutnya: menurut seorang psikolog, ini yang bisa kamu lakukan saat membicarakan perceraian dengan anak.