Apakah Normal Masturbasi Sendirian Saat Sudah Memiliki Pasangan?

masturbasi
Foto: www.stocksy.com

Kamu mungkin sering melihat adegan ini di film romantis atau komedi: seseorang melakukan masturbasi sendiri di kamar mandi (misalnya), padahal pasangannya persis berada di ruangan di sebelahnya. Apakah sesuatu yang normal melakukan masturbasi sendiri saat sudah memiliki pasangan? LIMONE menghubungi, Dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM), seorang Dokter Anti Aging, Estetik dan Seksolog, serta anggota Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI). 

Apa Tujuan Seseorang Melakukan Masturbasi?

Masturbasi
Foto: www.unsplash.com

Dokter Haekal menjelaskan bahwa masturbasi adalah aktivitas seksual yang merangsang alat kelamin dengan cara menyentuh, meraba, atau memijat organ kelamin dengan tujuan untuk mencapai sensasi menyenangkan seperti saat mencapai orgasme atau klimaks pada hubungan seksual. Selain dapat dilakukan sendiri, aktivitas seksual ini juga dapat dilakukan dengan dibantu oleh orang lain.

“Masturbasi sebenarnya hal yang wajar dilakukan khususnya oleh remaja baik laki-laki maupun perempuan karena didorong oleh hasrat atau gejolak seksual yang meningkat karena hormon seksual yang juga meningkat saat pubertas,” ujarnya.

Menurutnya, dalam dunia medis, masturbasi adalah hal yang wajar dilakukan baik oleh yang masih single (belum berpasangan) maupun yang sudah menikah sekalipun.

“Bahkan masturbasi merupakan salah satu cara teraman untuk menyalurkan hasrat seksual yang tidak tertahankan lagi di kala masih single, karena terhindar dari penularan penyakit menular seksual,” ujarnya.

Bagaimana dengan orang yang sudah menikah?

“Bahkan masturbasi juga dilakukan oleh orang dewasa atau yang sudah menikah sekalipun, baik laki-laki maupun perempuan karena masturbasi juga dipicu oleh rangsangan seksual yang diterima berupa rangsangan visual, sentuhan, khayalan atau fantasi seksual dan pengalaman seksual sebelumnya,” jelasnya.

Dokter Haekal menerangkan bahwa bagi yang sudah menikah, saling memberikan rangsangan berupa masturbasi bisa menjadi bagian dari foreplay. “Selain itu bagi yang sudah menikah, masturbasi bisa menjadi cara untuk melampiaskan hasrat seksual pada saat pasangannya tidak bisa melakukan hubungan seksual yang mungkin disebabkan karena sedang jauh atau sedang dalam kondisi tertentu seperti saat sakit.”

Dan masturbasi etis dilakukan siapapun bila dilakukan secara privasi dan tidak merugikan pihak lain seperti mempertontonkan di muka umum atau melakukannya dengan cara menggesek organ kelaminnya pada tubuh orang asing di tempat umum. “Hal ini sudah termasuk kelainan seksual Froteurisme yang sering ditemui pada laki-laki dengan rentang usia 15-25 tahun,” tambahnya.

Apakah Normal Jika Melakukan Masturbasi Meski Sudah Berpasangan?

Masturbasi
Foto: www.unsplash.com

“Memang mungkin akan menjadi pertanyaan bila masih melakukan masturbasi saat sudah berpasangan,” ujar Dokter Haekal. “Pertanyaan yang mungkin muncul adalah apakah mereka tidak mampu memuaskan pasangannya di atas ranjang, sehingga pasangan memilih untuk tetap melakukan masturbasi? Apalagi bila disertai prasangka pasangannya tersebut membayangkan orang lain dalam fantasi seksualnya,” imbuhnya.

Namun, sekali lagi beliau menekankan bahwa melakukan masturbasi saat sudah berpasangan sebenarnya adalah hal yang wajar.  

“Dikategorikan tidak normal bila salah satu pasangan hanya bisa mendapatkan kenikmatan dan kepuasan seksual dengan melakukan masturbasi saja atau malah menjadi alasan untuk tidak melakukan hubungan seksual,” ujarnya.

Ada beberapa alasan yang mungkin menyebabkan seseorang masih melakukan masturbasi walaupun sudah berpasangan. Namun, “terlepas dari berbagai alasan tersebut, sebenarnya dari sisi medis ada sejumlah manfaat melakukan masturbasi,” ujarnya.

Apa Manfaat Masturbasi?

Foto: www.rawpixel.com

Ternyata ada banyak manfaat aktivitas seksual ini. Yep.

Pada Perempuan

Pada perempuan, rutin masturbasi bisa membantu perempuan menguatkan otot-otot vagina dan mengurangi nyeri haid. Selain itu, aktivitas seksual ini perempuan dapat meredakan stres harian dan membantu tidur nyenyak, karena orgasme atau kenikmatan yang didapat setelah masturbasi akan melepaskan senyawa endorfin di otak. “Endorfin ini memberikan rasa nyaman, tenang dan mengantuk,” terangnya.

“Bahkan masturbasi merupakan salah satu terapi disfungsi atau gangguan fungsi seksual untuk mengatasi perempuan yang sulit mencapai orgasme atau laki-laki yang menderita ejakulasi dini. Wanita yang kesulitan mencapai orgasme saat melakukan hubungan seksual dapat dibantu dengan dilakukan masturbasi berupa sentuhan langsung pada area klitoris pada saat penetrasi,” paparnya.

Pada Laki-laki

Sementara khusus untuk laki-laki, rutin masturbasi yang diikuti ejakulasi akan menstimulasi sperma untuk rutin diproduksi dan menstimulasi produksi cairan semen oleh kelenjar prostat. Ini artinya, masturbasi bermanfaat untuk meningkatkan kualitas sperma dan mengurangi risiko kanker prostat.

Demikian pula untuk laki-laki, salah satu teknik mengatasi ejakulasi dini adalah dengan istri memberikan masturbasi kepada penis suami. Yakni, saat suami merasa ingin ejakulasi maka istri langsung menghentikan masturbasi dan lakukan teknik squeeze, yaitu istri menekan bagian pangkal atau ujung penis sampai keinginan suami untuk ejakulasi reda. “Kemudian setelah itu, kembali lakukan masturbasi pada penis suami dan lakukan beberapa kali hingga suami mampu untuk mengendalikan ejakulasinya,” sarannya.

Dan sama seperti perempuan, bermasturbasi juga dapat meredakan stres harian dan membantu tidur nyenyak.

Pada Pernikahan dan Hubungan

Oh, oh, ada lagi manfaat bermasturbasi: menjaga gairah seksual tetap membara.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin lama suatu hubungan pernikahan, maka semakin mudah untuk terjebak dalam rutinitas seksual yang berujung kepada kejenuhan. Oleh karena itu masturbasi bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga gairah seksual tetap membara,” katanya.

Masturbasi juga bisa membuat pasangan bisa lebih mengenal area sensual tubuhnya masing-masing, apalagi seiring bertambahnya usia maka ketertarikan dan kesukaan masing-masing pasangan secara seksual juga akan berubah.

“Oleh karena itu jadikan masturbasi sebagai misi untuk ‘mengeksplorasi’ tubuh kamu secara seksual dan kemudian membagikannya kepada pasangan,” sarannya.

Intinya, manfaat masturbasi pada akhirnya dapat membantu meningkatkan kualitas hubungan seks pasangan.

Apakah Ini Menandakan Ketidakpuasan dalam Hubungan?

Foto: www.freepik.com

“Memang mungkin saja masturbasi bisa menjadi alasan ketidakpuasan pasangan di atas ranjang atau bisa menjadi bentuk ‘perselingkuhan’ bila membayangkan orang lain dalan fantasi seksnya saat masturbasi,” terangnya.

Apa sebenarnya ada alasan seseorang melakukan aktivitas seksual ini meski sudah berpasangan? Berikut di antaranya:

  • Sebagai pereda stres
  • Untuk melampiaskan hasrat seksual yang menggebu namun belum terasa tuntas pada saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Hal bisa disebabkan oleh satu atau lain hal, seperti pasangan kurang “mengimbangi” atau memenuhi hasrat seksual pasangan karena kondisi lelah, sakit, dan lain sebagainya

“Namun jika sangat sering melakukan masturbasi sendiri bahkan pada saat pasangannya sedang dalam kondisi prima, kemungkinan faktor penyebabnya adalah tidak bisa mencapai atau mendapatkan kepuasan seksual saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan,” jelasnya.

Apa pemicunya?

“Bisa karena faktor penyebab fisik antara lain disfungsi seksual seperti gangguan ereksi situasional—yaitu kesulitan mencapai dan mempertahankan ereksi penis yang optimal saat berhubungan seksual dengan pasangan namun tidak terjadi saat melakukan masturbasi. Atau ejakulasi dini pada laki-laki dan kesulitan mencapai orgasme pada perempuan. Sedangkan kejenuhan seksual dan masalah komunikasi bisa menjadi faktor penyebab secara psikis,” terangnya.

Haruskah Memberitahu Pasangan bahwa Kita Melakukannya Sendiri?

Foto: www.unsplash.com

Ah, ini mungkin salah satu pertanyaan yang selalu memenuhi pikiranmu setelah melakukan masturbasi sendirian: apakah perlu memberitahukannya kepada pasangan?

“Sebaiknya iya, karena komunikasi seksual dengan pasangan harus tetap terjalin dengan baik,” ujar Dokter Haekal.

Satu yang pasti: tentunya masing-masing pihak tidak boleh langsung berprasangka negatif.

“Utarakan alasan mengapa masih melakukan masturbasi kepada pasangan. Bila alasannya karena ketidakpuasan saat melakukan hubungan seksual maka hal ini harus segera diatasi bersama. Namun bila tujuannya karena hal lain, misalnya untuk meredakan stres, kejenuhan, ingin belajar lebih jeli untuk mengukur kemampuan dalam mengendalikan ejakulasi, maka hal ini masih wajar. Bahkan bila tujuannya untuk melatih kemampuan dalam mengendalikan ejakulasi dini pada laki-laki atau untuk mengatasi kesulitan mencapai orgasme pada perempuan, maka masing-masing harus saling mendukung,” ungkapnya.

Dan jika pasanganmu kecewa saat mendengar pengakuanmu ini, “Tetap utarakan alasan yang sesungguhnya. Tegaskan bahwa apa yang dilakukan bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas hubungan seksual dengan pasangan,” anjurnya.

Lalu bagaimana jika kita mengalami kepuasan seksual lebih baik saat masturbasi sendiri?

“Hal ini dikategorikan tidak sehat karena hanya bisa mendapatkan kenikmatan dan kepuasan seksual hanya dengan melakukan masturbasi. Kemungkinan besar faktor penyebabnya adalah tidak bisa mencapai atau mendapatkan kepuasan seksual saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan,” terangnya.

Bagaimana Cara Membuat Kehidupan Seks dengan Pasangan Lebih Menarik?

Foto: www.unsplash.com

“Hubungan seksual itu harus menyenangkan, harus sama-sama diinginkan oleh kedua belah pihak dan bisa saling memuaskan,” Dokter Haekal mengingatkan.

Menurutnya, untuk mendapatkan hubungan seksual yang memuaskan maka harus memenuhi beberapa syarat utama ini:

  1. Tidak ada penyakit fisik dan gangguan psikis yang dapat mempengaruhi kehidupan seksual.
  2. Tidak ada gangguan fungsi seksual baik dari pihak laki-laki maupun perempuan. Gangguan fungsi seksual dari pihak laki-laki umumnya disfungsi ereksi dan gangguan ejakulasi (ejakulasi dini). Gangguan fungsi seksual perempuan umumnya gangguan lubrikasi vagina dan sulit mencapai orgasme.
  3. Adanya ikatan emosional antara kedua belah pihak.

Panduan Membuat Kehidupan Seks Lebih Menarik

  • Selalu awali hubungan seksual dengan foreplay

Foreplay bisa berupa sentuhan fisik di area-area erotis yang diiringi dengan untaian kalimat pujian dan romantis sampai kedua belah pihak terangsang secara optimal. Hal ini ditandai dengan ereksi penis yang keras dan lubrikasi vagina yang optimal.

“Bahkan untuk membuat perempuan terangsang dapat dimulai dengan memberikan perhatian yang tulus bahkan saat sedang berjauhan, seperti saat masih sibuk dengan aktivitas masing-masin,” paparnya.

  • Lakukan penetrasi dengan posisi yang memberikan kenyamanan bagi kedua belah pihak

Selanjutnya lakukan penetrasi dengan posisi yang memberikan kenyamanan untuk kedua belah pihak dan memudahkan pria untuk mengendalikan ejakulasinya, dan memudahkan perempuan untuk mencapai orgasme.

“Bila perlu disisipi dengan saling memberikan masturbasi karena hal ini bisa membantu perempuan lebih mudah mencapai orgasme dan membuat laki-laki lebih mampu mengendalilkan ejakulasi.  Tidak ada salahnya untuk mengeksplorasi berbagai teknik posisi bercinta karena banyak variasinya dan sangat penting untuk dipelajari oleh pasangan agar terhindar dari kejenuhan. Namun yang paling penting posisi bercinta tersebut baik dan tentunya aman untuk kedua belah pihak,” ujarnya.

  • Lakukan afterplay

Setelah kedua belah pihak mencapai orgasme dan mendapatkan kepuasan seksual maka lakukan afterplay.

Afterplay adalah aktivitas sesaat setelah selesai melakukan hubungan seksual sebelum masing-masing tertidur. Aktivitas yang dilakukan bisa berupa ciuman, berpelukan, dan berbagi perasaan intim. 

“Pentingnya afterplay ini adalah untuk semakin meningkatkan ikatan emosional antar kedua belah pihak dan agar kenangan indah hubungan seksual bisa selalu membekas dan menimbulkan ketagihan. Afterplay yang hangat dan penuh kasih sayang adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hubungan seksual selanjutnya,” paparnya.

  • Miliki variasi dalam tempat dan waktu bercinta

Selain posisi, lakukan pula variasi dalam hal tempat dan waktu bercinta, termasuk berlibur bersama agar api cinta tetap membara, anjur Dokter Haekal.

Kesimpulan

masturbasi
Foto: www.freepik.com

Jadi, apa kesimpulan dari pembicaraan tentang masturbasi ini?

“Jangan berprasangka negatif bila pasangan masih suka melakukan masturbasi sendiri selain melakukan hubungan seksual karena masturbasi tetap memiliki manfaat,” terang Dokter Haekal.

Pasalnya, tidak dapat dipungkiri bahwa semakin lama suatu hubungan pernikahan maka semakin mudah untuk terjebak dalam rutinitas seksual yang berujung kepada kejenuhan. Dan masturbasi bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga gairah seksual tetap membara.

“Selain itu masturbasi bisa membuat pasangan bisa lebih mengenal area sensual tubuhnya masing-masing, apalagi seiring bertambahnya usia maka ketertarikan dan kesukaan masing-masing pasangan secara seksual juga akan berubah. Oleh karena itu masturbasi bisa sebagai misi untuk ‘mengeksplorasi’ tubuh kamu secara seksual dan kemudian membagikannya kepada pasangan. Nah, manfaat masturbasi pada masing-masing ini pada akhirnya dapat membantu meningkatkan kualitas hubungan seks pasangan,” tekannya.

Selanjutnya: Kapan yang aman seks tanda kondom? Ini panduannya.

podcast button