Ini Tipe Masker Pelindung Paling Efektif (dan Terburuk), Menurut Sebuah Studi Baru

masker paling efektif
Foto: www.gettyimages.com

Dengan lebih dari 20 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia dan semakin gencarnya rekomendasi pemakaian masker pelindung wajah, para peneliti dari Universitas Duke mencari tahu masker yang paling efektif memperlambat penyebaran coronavirus. Jenis masker yang manakah itu?

Apa yang Dilakukan Penelitian Ini?

Dalam studi yang baru diterbitkan ini, para peneliti ini mengetes 14 jenis masker termasuk N-95 sampai bandana untuk melihat seberapa efektif setiap tipe dalam mencegah droplets keluar.

Studi ini menemukan bahwa sejumlah masker katun yang bisa didapat dengan mudah hampir sampai efektifnya dengan masker operasi. Sementara neck gaiters yang terbuat dari bahan tipis dan longgar bisa jadi lebih buruk daripada tidak memakai masker sama sekali.

“Kamu bisa melihat bahwa masker ada manfaatnya,” kata Warren S. Warren, seorang profesor fisika, kimia, radiologi dan biomedis dari Universitas Duke. “Ada banyak kontroversi dan orang berkata, ‘Yah, masker tidak ada gunanya.’ Yah, jawabannya beberapa masker memang tidak, tapi sebagian besar [masker] sangat bermanfaat.”

Untuk menemukan masker pelindung wajah paling efektif, para peneliti ini menggunakan teknik yang sangat sederhana yang melibatkan sinar laser dan kamera handphone, serta sebuah boks. Lalu, pembicara akan mengatakan frasa yang sama ke dalam boks tanpa menggunakan masker dan mengulangi proses yang sama dengan memakai masker. Setiap masker dites sebanyak 10 kali.

Masker Pelindung Wajah Mana yang Paling Efektif?

Hasilnya? Masker N95 yang pas di wajah yang biasanya digunakan oleh pekerja rumah sakit, adalah masker yang paling efektif. “Tidak ada droplet yang ke luar sama sekali,” kata Warren. Sementara itu, neck gaiter (yang biasa dipakai pelari atau pengendara sepeda), menjadi masker pelindung yang paling buruk. Neck gaiter yang digunakan di dalam studi ini adalah “neck fleece” yang terbuat dari bahan polyester spandex.

Penelitian ini juga menemukan bahwa bandana tidak memberikan perlndungan yang cukup.

Bagaimana dengan N95 dengan katup pernafasan? Ternyata tidak efektif. Warren menerangkan bahwa katup ini bermanfaat jika kamu ingin melindungi diri dari dunia luar, karena memang udara tidak bisa masuk. Namun, “jika apa yang ingin kamu lakukan di masa pandemik ini adalah melindungi dunia luar dari dirimu, masker ini tidak efektif.”

Dan bagaimana dengan masker katun dan polyester? Meski menggunakannya akan melindungimu, para peneliti ini mengatakan bahwa semakin banyak lapisannya, biasanya semakin baik. Terutama jika masker ini merupakan kombinasi dari material yang berbeda di lapisan yang berbeda (katun/campuran polypro). Dan yang penting juga adalah masker ini pas di wajah dan tidak memiliki celah yang besar.

Meski studi ini tidak menjalani uji coba klinis, Warren mengatakan bahwa kesimpulan umum tetap berlaku bahwa “masker efektif mengurangi transmisi dan sejumlah masker lebih baik dari yang lain”, dan masker, “bisa melindungi setiap orang dan membuat kita keluar dari situasi mengerikan ini.”

Selanjutnya: Dan ini resep alami masker agar kulit wajah lebih sehat.

podcast button