Perlukah Memberitahu Suami Kamu Membeli Tas Baru?

Foto: www.gettyimages.com

Hubungan yang paling rumit: kita dan duit. Hubungan yang membutuhkan banyak usaha: pernikahan. Nah, jika dipertemukan, bisa dipastikan kalau uang bisa menjadi salah satu penyebab bahagia atau menderita. Silakan pilih sesuai dengan kondisimu. Apalagi, jika kamu memiliki perbedaan besar tentang prinsip keuangan dan takut miskin. Sebenarnya, apa masalah keuangan utama yang paling sering terjadi dalam pernikahan?

“Sederhananya ada empat hal,” jelas Eko Endarto, perencana keuangan dari Finansia Consulting. Yakni, masalah pengeluaran dan pemasukan keuangan keluarga, tujuan masa depan keluarga, strategi mencapai tujuan, dan perlindungan terhadap risiko asset dan individu.

Kapan Kamu Harus Membicarakan tentang Uang?

Foto: www.gettyimages.com

Oleh karena masalah duit itu pelik, disarankan untuk melakukan pembicaraan tentang hal sensitif ini sebelum menikah. Terutama bicarakan tentang, asset dan utang. “Sebab ketika mereka menikah dan tidak menggunakan perjanjian pisah harta, maka kedua hal di atas yaitu utang dan asset sebelum menikah dan setelah menikah bisa akan menjadi milik bersama. Akibatnya, bisa menjadi masalah ketika sudah menikah. Jadi, jangan baru tahu kalau pasangan ada utang setelah menikah,” sarannya.

Meski dibicarakan sebelum menikah, tetap saja diskusi atau bahkan perbedeban tentang uang akan muncul ke permukaan. Akan tetapi, menurut Eko itu bukanlah akhir dari dunia. Untuk bisa melalui dan mengatasi masalah keuangan, kamu dan dia harus saling berkomunikasi dan terbuka. Transparan. Bicarakan semuanya, tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Oh, apakah kamu belum pernah membicarakan duit saat pacaran? Jangan takut, belum terlambat kok! Prinsipnya tetap sama: terbuka, hargai nilai-nilai keuangan yang dianut oleh kedua pihak, kompromi dan cari solusi.

Bagaimana tentang Rekening Tabungan Bersama?

Foto: www.gettyimages.com

Sudah menikah, tinggal serumah dan (semoga) sehidup semati. Apakah perlu membuat rekening tabungan bersama?

“Kalau belum menikah, tidak perlu,” Eko terlebih dahulu menjelaskan. “Tapi kalau setelah menikah dan tidak ada perjanjian pisah harta, tidak papa memiliki rekening bersama,” lanjutnya. Menurutnya, fungsi tabungan bersama ini tergantung pada keluarga. “Misal untuk pengeluaran rutin, investasi jangka pendek dan sebagainya,” katanya. Saat ingin membuatnya, cari tahu informasi sebanyak mungkin dari pihak bank tentang: siapa yang bertransaksi, siapa yang bisa mengambil duit dari dalam rekening tersebut.

Dan berbicara tentang pengeluaran dan kebutuhan, Eko juga menyinggung tentang aturan pengeluaran, misalnya, apakah istri membutuhkan ijin suami (dan sebaliknya) saat membeli sesuatu, misalnya tas atau sepatu?

“Ini sangat kesepakatan mereka. Jika dari awal, kedua belah pihak sudah memiliki tujuan yang sama, tidak harus ada aturan tertentu tentang hal ini. Pasalnya, kedua belah pihak sudah tahu apa yang harus dilakukan.”

Beberapa pasangan memberlakukan sistem uang jajan per bulan, demi mengendalikan sistem pengeluaran keluarga. Menurut Eko, tidak ada yang salah dengan aturan tersebut. “Tapi dengan adanya budget, minimal setiap orang tahu berapa batasan maksimalnya sehingga bisa menjaga keuangan pribadinya dan otomatis menjaga keuangan keluarga,” tegasnya.

Terakhir, untuk menjaga kestabilan keuangan, Eko menyarankan: setiap kali kamu menerima gaji bulanan, “alokasikan sesuai prioritas: pertama untuk sosial dan agama, kedua untuk cicilan utang, ketiga untuk Investasi dan proteksi, dan keempat, untuk konsumsi.”

Itu di masalah keuangan utama yang sering terjadi pada keluarga. Nah, jika masalah yang kamu hadapi dengan pasangan saat ini adalah bingung membeli apartemen atau rumah, tips ini bisa membantu.