Masa Kecil Bahagia Tidak Menjamin Seseorang Memiliki Kesehatan Mental yang Baik Saat Dewasa

masa kecil bahagia
Foto: www.pexels.com

Ternyata: masa kecil yang bahagia dan aman tidak melindungi anak dari memiliki penyakit mental di kemudian hari. Begitu kesimpulan sebuah penelitian baru dari University of South Australia yang diterbitkan di Current Psychology. Penelitian ini menekanakan kesehatan mental memiliki faktor yang sangat kompleks dan tergantung pada berbagai kondisi.

Sebagai informasi, di Australia, hampir 50% populasi akan mengalami gangguan mental di satu titik di hidup mereka. Dan diperkirakan sebanyak 314.000 anak berusia 4-11 tahun (hampir 14%) mengalami gangguan mental.

Penelitian ini juga kembali menegaskan bahwa orang yang memiliki masa kecil yang buruk dan tidak bisa diprediksi bisa meningkatkan gejala-gejala isu kesehatan mental, termasuk depresi dan paranoia. Namun selain itu, studi ini juga menemukan bahwa anak yang tumbuh di lingkungan yang stabil dan suportif juga memiliki risiko mengalami gejala-gejala gangguan kecemasan (anxiety) saat dewasa.

"Riset ini memperlihatkan bahwa kondisi kesehatan mental tidak hanya ditentukan oleh masa kecil, dan bahwa seorang anak yang dibesarkan di rumah bahagia, masih bisa mengalami gangguan kesehatan mental," kata Bianca Kahl, penulis utama.

Studi ini menekankan bahwa isu kesehatan mental saat dewasa bisa terjadi pada anak mana pun, baik yang memiliki masa kecil bahagia atau tidak stabil.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Para peneliti ini percaya bahwa kemampuan kita beradaptasi—atau tidak mau beradaptasi—terhadap skenario-skenario tidak diharapkan mungkin memengaruhi kesehatan mental.

"Kami menduga bahwa ekspektasi terhadap lingkungan dan kemampuan kita untuk beradaptasi dengan skenario yang tidak sesuai dengan harapan, bisa memengaruhi pengalaman kita saat menghadapi situasi sulit," kata Kahl.

"Jika, sebagai anak-anak, kita belajar bagaimana beradaptasi dengan perubahan, dan belajar bagaimana bersikap ketika hal-hal yang kita inginkan tidak terjadi, kita mungkin akan berada di posisi lebih baik dalam merespons stres dan faktor-faktor risiko kesehatan mental buruk lainnya."

Baca Juga :  Bagaimana Menghadapi Anak yang Terlalu Suka Main Hape dan Gadget Lain?

Studi yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan Universitas Canberra ini ingin menguji hipotesa tersebut di penelitian selanjutnya.

Selanjutnya: Sejauh Mana Broken Home Memengaruhi Anak?