Apakah Manfaat Susu Kedelai? Seorang Spesialis Gizi Menjelaskan

Foto: www.stocksy.com

Popularitas susu dengan bahan dasar kacang sedang melejit, terutama di kalangan pecinta kacang dan orang-orang dengan lactose intolerance. Salah satunya, susu kedelai. Namun, sebagian populasi lagi masih bertanya-tanya: apakah susu kedelai memang lebih bergizi dibandingkan susu biasa? Apakah memang perlu mengganti susu biasa dengan susu kedelai? Dan apa sebenarnya manfaat susu kedelai?

Well, sama seperti kamu, LIMONE juga super penasaran dengan jawaban atas pertanyaan seputar manfaat susu kedelai. Dan untuk menjelaskan lebih dalam tentang A sampai Z susu kedelai, mari membaca penjelasan dr Dian Permatasari, MGizi, SpGK, seorang spesialis gizi klinik, dari RSU Kota Tangerang Selatan, RS Hermina Ciputat, dan Klinik Lianaka Cilandak.

Apakah Manfaat Susu untuk Kesehatan Tubuh?

Manfaat susu kedelai
Foto: www.unsplash.com

Mungkin hari ini terlalu banyak hal yang terjadi padamu, oleh karenanya mari menyegarkan ingatan tentang manfaat susu bagi kesehatan.

Menurut Dokter Dian, “susu merupakan asupan bergizi tinggi, yang umumnya diperoleh dari susu sapi. Komposisi nutrisi susu sangat kompleks dan mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, di antaranya   vitamin A, vitamin B6, vitamin B12, tiamin, riboflavin, niasin, kalsium, fosfor, magnesium, zink and kalium.”

Berbagai nutrisi yang terkandung di dalam susu tersebut membuatnya memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Termasuk, menjaga kesehatan tulang dan gigi sehingga dapat mencegah osteoporosis, membangun massa otot, menjaga/mempertahankan berat badan, menjaga kesehatan jantung. Plus, menurunkan tekanan darah, memperbaiki mood, menurunkan risiko kanker kolon dan diabetes mellitus, dan sebagainya.

Dan seperti yang kita tahu, susu tidak hanya untuk anak-anak atau para lansia.

“Susu dapat dikonsumsi oleh semua golongan usia dan jenis kelamin dalam setiap fase kehidupan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dokter Dian menerangkan bahwa pada bayi dan anak, susu mengandung protein berkualitas tinggi dan kalsium yang dibutuhkan dalam jumlah cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang, serta menjaga massa tulang di kemudian hari. “Kalsium juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan gigi dan protein juga berperan dalam mempertahankan massa otot,” imbuhnya.

Sementara bagi ibu hamil atau menyusui, beberapa zat gizi seperti protein, fosfor, magnesium, yodium, vitamin B12, B2 diperlukan dalam jumlah lebih banyak. Dan zat gizi ini terdapat di dalam susu.

Apakah Setiap Jenis Susu Memberikan Manfaat yang Sama?

Manfaat susu kedelai
Foto: www.rawpixel.com

Susu sapi. Almond milk. Susu kedelai. Coconut milk. Rice milk. Oat milk. Cashew milk. Sekarang ini, ada banyak jenis susu yang beredar di pasaran (apakah masih ada yang belum disebutkan?). Namun, apakah semua jenis susu ini memiliki manfaat yang sama?

“Pada dasarnya semua susu memiliki manfaat yang sama karena kandungan protein di dalam susu yang kualitasnya hampir sama, misalnya susu kedelai,” terang Dokter Dian.

“Selain susu sapi dan susu kedelai, beberapa alternatif susu lainnya adalah susu kambing, susu kuda, susu almond, susu oat (gandum), susu dari beras dan lain-lain. Umumnya pada susu kedelai, susu oat/gandum, dan susu beras telah difortifikasi vitamin dan mineral yang diperlukan,” tambahnya.

Sumber: Mc Clements DJ, et al. Plant-based Milks: A Review of the Science Underpinning Their Design, Fabrication, and Performance

Dan seandainya kamu bertanya-tanya tentang asupan susu, “secara umum, Eropa merekomendasikan 2-3 porsi makanan yang mengandung susu untuk dewasa. Dan 3-4 porsi untuk anak-anak, ibu hamil dan menyusui serta lansia,” ungkapnya.

“Peraturan kesehatan masyarakat dan institusi internasional mempertimbangkan produk susu sebagai bagian penting dari diet sehat seimbang. Dan kekurangan asupan produk susu dapat menyebabkan ketidakseimbangan dan asupan nutrisi yang tidak adekuat yang berakibat pada kesehatan,” terangnya.

Bagaimana dengan susu kedelai?

“Anjuran untuk mengonsumsi susu kedelai sama dengan susu lainnya, yakni susu dikonsumsi 1-2 porsi makanan per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan kalori dan zat gizi harian,” paparnya.

Apa Manfaat Susu Kedelai?

Manfaat susu kedelai
Foto: www.rawpixel.com

Dokter Dian menjelaskan bahwa susu kedelai secara alami juga mengandung protein.

“Protein yang terkandung di dalam kedelai merupakan protein lengkap yang mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan, menjaga/mempertahankan dan memperbaiki jaringan tubuh,” jelasnya.

Dan sebuah informasi penting: “Protein kedelai adalah satu-satunya protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang paling lengkap dan memiliki kualitas yang sama dengan protein yang berasal dari susu, daging dan telur. Itulah sebabnya, protein kedelai dianjurkan untuk dikonsumsi oleh para vegetarian/vegan,” terangnya.

Aha, berita baik untuk para vegetarian dan vegan.

Jika dibandingkan dengan susu sapi, susu kedelai mengandung jumlah protein yang sama, “tapi memiliki jumlah kasein tertentu yang lebih sedikit, yaitu alpha-s1-casein28,” jelasnya. FYI, kasein adalah sebuah protein yang ditemukan di susu dan dairy product lainnya.

Dan sama seperti halnya ASI, susu kedelai memiliki rasio kasein lebih rendah, karena jumlah protein yang mudah larut lebih tinggi dibandingkan susu sapi dan kambing. “Hal ini menjelaskan mengapa orang yang mengonsumsi susu kedelai akan lebih sedikit mengalami intoleransi terhadap kasein,” tambahnya. Berbeda dengan lactose intolerance, alergi kasein bisa terjadi ketika tubuh salah mengidentifikasi kasein sebagai ancaman bagi tubuh.

Ada lagikah manfaat susu kedelai?

“Selain itu, susu kedelai juga kaya akan isoflavon. Keberadaan isoflavon inilah yang membedakannya dengan susu sapi. Isoflavon diketahui memiliki berbagai manfaat di antaranya menurunkan kadar kolesterol, mengurangi gejala menopause, mencegah osteoporosis dan menurunkan risiko beberapa kanker (seperti prostat dan payudara). Isoflavon juga merupakan antioksidan yang dapat melindungi sel dan DNA terhadap oksidasi,” paparnya.

Siapakah yang Tidak Direkomendasikan Mengonsumsi Susu Ini?

Manfaat susu kedelai
Foto: www.rawpixel.com

Meski susu kedelai sangat bergisi dan bermanfaat bagi kesehatan, “kedelai kemungkinan tidak aman dikonsumsi selama kehamilan dalam jumlah tertentu,” beliau mengingatkan.

“Jumlah konsumsi kedelai yang terlalu tinggi selama kehamilan dapat mengganggu perkembangan janin. Namun berapa banyak jumlah toksik yang ditimbulkan, hingga saat ini belum diketahui,” ujarnya.

Selain perempuan yang sedang hamil, Dokter Dian juga mengingatkan bahwa orang-orang dengan penyakit ginjal kronik yang mengonsumsi produk kedelai, memiliki risiko fitoestrogen lebih tinggi di dalam darah.

Sejumlah obat pun dapat berinteksi dengan kedelai dan menyebabkan risiko pembekuan darah, di antaranya obat warfarin. Yakni, obat yang digunakan sebagai antikoagulan, yaitu obat yang berfungsi mencegah penggumpalan darah.

“Beberapa hal mengenai pengaruh negatif kedelai masih diperdebatkan antara lain terhadap fungsi tiroid, efek terhadap saluran cerna, hormon seks laki-laki dan keamanannya dalam genetically modified organisms (GMOs), karena 90% produk kedelai di Amerika dimodifikasi secara genetik,” tambahnya.

Kesimpulan

Foto: www.unsplash.com

“Penelitian-penelitian telah menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dari kedelai tergantung dalam bentuk apa kita konsumsi. Sebagian besar menyebutkan bahwa kedelai alami dan yang difermentasi memiliki efek lebih baik. Jadi, konsumsilah kedelai dalam jumlah yang cukup untuk mendapatkan manfaat yang baik dari kedelai,” kata Dokter Dian.

Jadi, apakah perlu mengganti susu sapi dengan susu kedelai?

“Pada dasarnya semua produk susu dalam kemasan hampir sama, pilihlah produk yang sesuai dengan kebutuhan. Biasakan untuk membaca label komposisi nutrisi yang tertera di kemasan untuk mengetahui kandungan-kandungan zat gizi yang terdapat di dalam susu tersebut,” anjurnya.

Selanjutnya: Apakah diet vegan aman untuk ibu hamil? Baca penjelasan dari ahli gizi ini.

podcast button