8 Manfaat Ajaib Buah Kurma Untuk Kesehatan Tubuh

manfaat kurma
Foto: www.freepik.com

Kurma memang menjadi buah yang lekat dengan suasana Ramadan, sehingga sering kali banyak ditemukan pada bulan puasa. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi kurma di luar momen tersebut. Pasalnya, terdapat beragam manfaat kurma yang baik untuk tubuh apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah yang sedang dan tidak berlebihan.

Mulai dari menambah energi hingga mengontrol gula darah, kurma pun menjadi salah satu buah yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Tak hanya itu, buah kering berwarna cokelat dengan tekstur yang lengket ini juga dapat bertahan lama dalam wadah yang tertutup. Berikut 8 manfaat kurma yang baik untuk kesehatan tubuh.

Tinggi Gizi

manfaat kurma
Foto: www.rawpixel.com

Buah yang berasal dari pohon kurma ini memiliki nutrisi yang baik untuk tubuh. Karena dikeringkan, maka kandungan kalorinya akan lebih tinggi daripada kebanyakan buah segar. Sebagian besar kalori dalam kurma berasal dari karbohidrat, dan sisanya berasal dari jumlah protein.

Selain itu, buah yang satu ini juga mengandung beberapa vitamin dan mineral penting yang dapat bermanfaat bagi tubuh. Dalam 100 gram kurma, menyediakan nutrisi sebagai berikut:

  • Kalori: 277
  • Protein: 1,81 gram
  • Lemak: 0,15 gram
  • Karbohidrat: 75 gram
  • Glukosa: 66,5 gram
  • Fruktosa: 32 gram
  • Serat: 7 gram
  • Magnesium: 54 mg
  • Zat besi: 0,9 mg
  • Zinc: 0,44 mg
  • Vitamin B6: 0,249 mg

Selain itu, kurma juga mengandung vitamin A, tembaga, vitamin K, dan nutrisi penting lainnya. Buah kering berwarna cokelat tua ini juga tinggi akan antioksidan yang memiliki beragam manfaat lain pada kesehatan.

Tinggi Serat

Foto: www.freepik.com

Memiliki asupan serat yang cukup tentunya penting untuk kesehatan tubuh. Dengan memiliki hampir 7 gram serat dalam porsi 100 gram kurma, tentunya hal ini dapat membantu meningkatkan asupan serat. Salah satu manfaat serat yakni berkaitan dengan kesehatan pencernaan, seperti mencegah sembelit.

Dalam sebuah penelitian dengan melibatkan 21 orang yang mengonsumsi tujuh buah kurma per hari selama 21 hari, membuktikan bahwa terdapat peningkatan frekuensi buang air besar yang signifikan dibanding dengan mereka yang tidak makan kurma.

Selain itu, serat dari kurma juuga dapat membantu mengontrol gula darah dan mencegah kadar gula darah melonjak terlalu tinggi setelah makan. Pasalnya, kurma memiliki indeks glikemik rendah yang dapat mengukur seberapa cepat gula darah akan naik setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Mengandung Antioksidan Tinggi

manfaat kurma
Foto: www.unsplash.com

Kabar baiknya, kurma menyediakan berbagai antioksidan yang menawarkan sejumlah manfaat kesehatan. Pasalnya, antioksidan ini dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas yang dapat berbahaya dan menyebabkan penyakit.

Dibandingkan dengan jenis buah serupa seperti plum kering dan buah ara, ternyata kurma memiliki kandungan antioksidan tertinggi. Berikut tiga antioksidan paling kuat yang terkandung di  dalam buah kering berwarna cokelat ini:

Flavonoid

Antioksidan yang satu ini merupakan jenis terkuat yang dapat membantu mengurangi peradangan. Tak hanya itu, flavonoid juga telah dipelajari potensinya untuk mengurangi risiko diabetes, penyakit Alzheimer, dan jenis kanker tertentu.

Karotenoid

Karotenoid terbukti meningkatkan kesehatan jantung dan dapat mengurangi risiko gangguan terkait mata, seperti degenerasi makula.

Asam fenolik

Dikenal karena sifat anti-inflamasinya, asam fenolik dapat membantu menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

Menjaga Kesehatan Otak

Foto: www.freepik.com

Manfaat kurma selanjutnya adalah dapat meningkatkan fungsi otak. Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi yang menemukan bahwa kurma dapat bermanfaat untuk menurunkan penanda inflamasi, yang sering dikaitkan dengan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Selain itu, penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa kurma dapat mengurangi aktivitas protein beta amyloid, yang dapat membentuk plak di otak. Ketika menumpuknya plak, maka mereka dapat mengganggu komunikasi antara sel-sel otak. Pada akhirnya dapat menyebabkan kematian sel otak dan penyakit Alzheimer.

Melancarkan Proses Persalinan

Foto: www.freepik.com

Mengonsumsi kurma selama beberapa minggu terakhir kehamilan dipercaya dapat meningkatkan pelebaran serviks dan membantu mengurangi waktu persalinan. Dalam sebuah penelitian terhadap 69 wanita yang mengonsumsi enam buah kurma per hari selama empat minggu, membuktikan bahwa mereka memiliki kesempatan sebanyak 20% untuk melahirkan secara normal.

Studi lain yang dilakukan terhadap 154 wanita hamil membuktikan bahwa mereka yang makan kurma akan jauh lebih kecil mengalami induksi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi buah kering yang satu ini.

Manfaat kurma dalam kehamilan mungkin terjadi karena senyawa yang dapat mengikat reseptor oksitosin dan dapat meniru efek oksitosin dalam tubuh. Oksitosin adalah hormon yang menyebabkan kontraksi persalinan saat melahirkan.

Selain itu, kurma juga mengandung tanin, senyawa yang telah terbukti dapat membantu memfasilitasi kontraksi. Senyawa ini juga merupakan sumber gula dan kalori alami yang baik, sehingga diperlukan untuk menjaga tingkat energi selama proses persalinan.

Pemanis Alami

manfaat kurma
Foto: www.pexels.com

Kurma merupakan sumber fruktosa, jenis gula alami yang dapat ditemukan dalam buah. Karena itu, buah kering ini memiliki rasa manis dan menyerupai rasa karamel yang halus. Biasanya kurma digunakan sebagai pengganti gula putih yang sehat, karena kaya akan nutrisi, serat, dan antioksidan.

Cara terbaik untuk mengganti gula putih dengan kurma adalah dengan membuat pasta kurma. Kamu dapat membuatnya dengan mencampurkan kurma dan air ke dalam blender. Aturan praktis dalam mengganti asupan gula dengan pasta kurma adalah dengan perbandingan 1:1.

Misalnya jika dalam sebuah resep meminta satu cangkir gula, maka kamu bisa menggantinya dengan satu cangkir pasta kurma. Meski kurma tinggi akan serat dan nutrisi, namun buah kering ini tinggi akan kalori, sehingga paling baik untuk dikonsumsi dalam jumlah yang sedang.

Menjaga Kesehatan Tulang

Foto: www.freepik.com

Kurma telah diklaim memiliki beberapa manfaat kesehatan lain, termasuk tulang. Pasalnya, buah yang sering dikonsumsi saat bulan Ramadan ini mengandung beberapa mineral, termasuk fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Tentunya kandungan ini dapat mencegah terjadinya osteoporosis.

Mudah Ditambahkan ke Dalam Makanan

manfaat kurma
Foto: www.pexels.com

Buah yang berasal dari pohon kurma ini merupakan makanan yang sangat serbaguna dan camilan yang lezat. Terkadang, buah ini sering dikombinasikan dengan makanan lain, seperti almond dan keju. Memiliki tekstur yang lengket, tentu hal ini dapat memudahkanmu ketika ingin menggabungkan kurma dengan kacang-kacangan atau biji-bijian ketika membuat snack bar yang sehat.

Selain itu, buah kering ini juga dapat digunakan sebagai penambah rasa manis, seperti diolah menjadi saus salad, atau dicampurkan ke dalam smoothie dan oatmeal. Namun perlu diingat bahwa kurma memiliki kadar kalori yang tinggi dan rasanya yang manis. Sehingga paling baik untuk dikonsumsi dalam jumlah yang sedang.

Tips Mengonsumsi Kurma

Foto: www.freepik.com

Perlu diingat bahwa kurma memiliki kandungan gula yang sangat tinggi dibandingkan dengan nilai gizi lainnya. Seseorang yang sedang dalam program pengelolaan gula darah, seperti penderita diabetes, perlu memerhatikan asupan gula total ketika mengonsumsi buah kering berwarna cokelat ini.

Namun, jika kamu memakan kurma dalam jumlah yang sedang, maka tidak perlu khawatir karena tidak akan meningkatkan gula darah secara berlebihan. Menurut satu studi, kurma merupakan makanan dengan indeks glikemik rendah yang tidak menghasilkan peningkatan gula darah yang signifikan pada orang dengan atau tanpa diabetes.

Kesimpulan

manfaat kurma
Foto: www.rawpixel.com

Kurma merupakan buah yang sangat sehat untuk ditambahkan ke dalam aturan pola makan. Pasalnya, buah kering berwarna cokelat ini tinggi akan nutrisi, serat, dan antioksidan, sehingga dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Terdapat beberapa cara untuk mengonsumsi kurma, mulai dari memakannya secara langsung atau mengolahnya menjadi pasta, camilan, atau ditambahkan ke dalam salad. Namun yang perlu diingat adalah buah ini tinggi akan kalori dan memiliki rasa manis, sehingga kamu sebaiknya mengonsumsinya dalam jumlah yang sedang untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.