Ternyata, Makanan Fermentasi Bisa Membahayakan Kesehatanmu

Foto: www.shutterstock.com

Kombucha. Kimchi. Kefir. Miso. Tempe. Para food-enthusiast pasti tahu persamaan makanan ini: fermentasi. Dan banyak yang tidak bisa hidup tanpanya karena sehat, “super food“—dan pastinya cantik untuk diunggah di Instagram. Namun, kata seorang ahli meski makanan tersebut memiliki banyak manfaat, tapi ternyata tidak untuk semua orang. Pasalnya, makanan fermentasi ini memiliki dampak negatif yang serius untuk kesehatan.

Manal Mohammed, seorang pengajar mikrobiologi medis di Universitas Westminster, menuliskan untuk The Conversation, bahwa memang makanan fermentasi mengandung probiotik yang tinggi, antioksian, anti-inflamasi, anti-diabetik, dan bermanfaat untuk banyak orang. Akan tetapi dia mengingatkan, sejumlah orang bisa mengalami “efek samping yang serius” setelah mengonsumsinya. Efek sampingnya di antaranya:

Sakit Kepala dan Migrain

Beberapa orang bisa jadi sensitif terhadap histamine and jenis amine lainnya, yang diciptakan oleh bakteri tertentu yang bertugas memecah asam amino di dalam makanan fermentasi. Ini artinya bisa memicu sakit kepala dan migrain. Sebuah studi menyimpulkan bahwa diet rendah histamine bisa mengurangi sakit kepala sampai.

Kembung

Jika setelah mengonsumsi makanan fermentasi kamu merasa kembung, itu hal yang wajar. Pasalnya, kembung adalah reaksi paling umum dari makanan tersebut. Penyebabnya adalah gas yang diproduksi setelah probiotik menewaskan bakteri-bakteri usus berbahaya. Hal ini sesuai dengan penemuan sebuah studi saat para partisipan penelitian memakan yoghurt yang mengandung probiotik. Meski ini adalah pertanda bagus (bakteri jahat tersingkirkan dari usus), tapi bagi sebagian orang hal ini bisa menyebabkan kembung yang sangat menyakitkan. Gula yang terkandung di kombucha juga bisa mengakibatkan ketidaknyamanan di usus.

Keracunan Makanan

Memang sih, makanan fermentasi itu biasanya aman tapi tidak menutup kemungkinan terkontaminasi bakteri. Contohnya pada tahu 2012 terdapat 89 kasus Salmonela di Amerika Serikat yang disebabkan oleh tempe yang tidak dipasteurisasi. Lalu pada tahun 2013 dan 2014 sayur kimchi fermentasi menyebabkan penyebaran E.coli di sekolah-sekolah di Korea Selatan.

Intinya, sepertinya dinyatakan oleh ahli ini bahwa makanan fermentasi pada dasarnya memiliki faedah untuk mayoritas orang—tapi tidak semua orang. Dengarkan tubuhmu dan pilih makanan yang cocok, dan jika ragu, berkonsultasilah dengan ahli.

Selanjutnya: tidak hanya super sehat, makanan ini juga tidak merusak lingkungan hidup.