6 Asupan Penting yang Harus Ada Di Dalam Makanan Bayi

makanan bayi
Foto: www.rawpixel.com

Ketika memasuki usia enam bulan, kebanyakan bayi telah memulai masa MP ASI. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Sebab, pada seiring berjalannya waktu, buah hati memang memerlukan asupan selain ASI. Namun, pertanyaannya bagaimana cara memberikan makanan bayi yang tepat?

Untuk menemukan jawabannya, LIMONE telah menghubungi dr. Ameetha Drupadi, CIMI, seorang Dokter dan Konselor Laktasi Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Klinik Primecare Panglima Polim, yang akan memberikan informasi terkait makanan bayi yang tepat.  

Apakah Boleh Memberikan Makanan Pada Bayi?

makanan bayi
Foto: www.canva.com

Dokter Ameetha menjelaskan bahwa diperbolehkan memberikan makanan bayi ketika sudah memasuki usia enam bulan. “Karena, bayi usia 0-6 bulan atau dinamakan usia ASI eksklusif, yang mana tandanya buah hati memerlukan 100% ASI,” ujarnya.

Ketika memasuki “usia enam hingga sembilan bulan, bayi memerlukan 70% ASI dan 30% makanan pendamping asi atau MP ASI. Di usia 9-12 bulan, asupan ASI dibutuhkan sebanyak 50% dan 50% dari MP ASI. Setelah 12 bulan hingga 24 bulan, buah hati perlu 30% ASI yang digunakan untuk bounding dan 70% makanan pendamping ASI,” terangnya.

Sejatinya, makanan pendamping ASI ini perlu diberikan pada buah hati mulai dari usia enam bulan atau lima bulan 30 hari. “Artinya, pada usia enam bulan ini, bayi sudah siap untuk makan dengan menunjukkan tanda-tanda kesiapan menerima makanan,” katanya.

Tak hanya itu, “kebutuhan buah hati juga sudah mulai banyak ketika memasuki usia enam bulan. Sehingga ASI hanya bisa mencukupi 70% kebutuhannya, dan 30%-nya didapatkan dari MP ASI. Berangsurnya waktu, asupan ASI pada bayi juga akan berkurang,” lanjutnya.

Makanan Apa Saja yang Bisa Dikonsumsi oleh Bayi?

Foto: www.canva.com

Menurut Dokter Ameetha, mulai dari usia enam bulan, “bayi sudah membutuhkan makanan dengan gizi yang seimbang. Artinya, porsi dari karbohidrat, protein nabati, protein hewani, sayur, buah, lemak, dan cairan itu seimbang. Jadi dalam sekali makan, kandungannya ada semua,” tuturnya.

“Bayi sudah boleh makan bubur nasi atau bubur beras putih. Kemudian ditambah dengan protein hewani misalnya ikan tuna dan protein nabati seperti tahu. Lalu, untuk sayurannya ditambahkan wortel, kemudian dihaluskan, dan tambahkan satu sendok minyak untuk kadar lemaknya,” ungkapnya.

Bagaimana Cara Memilih Makanan Bayi yang Tepat?

makanan bayi
Foto: www.freepik.com

Untuk memilih makanan bayi yang tepat, maka kandungan nutrisinya perlu mengandung gizi yang seimbang. Pemilihan antara karbohidrat, protein hewani maupun nabati, sayur, buah, lemak, dan cairan juga harus cukup.

Nutrisi seimbang

“Ketika memberikan makanan bayi, usahakan yang mengandung karbohidrat. Buah hati boleh memakan beras putih yang dibuat bubur nasi, boleh mengonsumsi kentang, ubi, singkong, dan makanan lainnya yang termasuk ke dalam karbohidrat,” paparnya.

Kemudian, tambahkan asupan protein pada makanan bayi. “Untuk protein hewani, bayi sudah bisa dikenalkan dengan makan daging sapi, hati ayam, daging ayam, hati sapi, ikan air tawar seperti lele, nila, gurame, nanti baru masuk ke ikan air laut,” ungkapnya.

Sementara untuk protein nabati, bisa diberikan makanan yang mengandung nutrisi tersebut, seperti tahu dan tempe misalnya.

Pilih makanan segar

Selain memberikan makanan yang sehat, orang tua juga perlu memilih sumber makanan yang segar. “Seperti misalnya ikan yang segar. Kalau bisa, kita belinya ikan yang masih hidup, lalu dipotong dan dibersihkan sendiri di rumah,” tuturnya.

Hindari makanan keras

Dokter Ameetha juga menyarankan untuk menghindari tulang atau bagian makanan yang keras. Agar nantinya buah hati bisa menyerap makanan tersebut dengan mudah. Kemudian, pastikan makanannya juga bersih dan aman.

Namun yang paling penting, usahakan agar orang tua telah mengenali tanda-tanda kesiapan bayi. Serta perhatikan tekstur makanan.

“Ketika bayi usia enam bulan, tekstur makanan harus lumat, sehingga bayi bisa menelan dan menyerapnya dengan baik. Kemudian kandungan makanan yang tinggi karbohidrat, protein hewan, nabati, sayur, buah, dan lemak harus cukup,” tegasnya.

Bolehkah Menambahkan Penyedap Rasa Pada Makanan Bayi?

Foto: www.unsplash.com

Mungkin kita khawatir bahwa bayi akan menerima makanan yang hambar karena tidak diberikan penyedap rasa, namun bolehkah hal tersebut ditambahkan ke dalam makanan bayi?

“Bayi dari usia enam bulan boleh makanannya ditambahkan bumbu. Seperti bawang merah, bawang putih, daun bawang, kemiri sedikit jahe, dan bumbu dapur lain, bisa dijadikan sebagai bumb pada MP ASI. Sementara untuk penyedap rasa seperti MSG, sebaiknya dihindari terlebih dahulu,” jawabnya.

Meski sesungguhnya “penggunaan garam pada bayi usia enam bulan itu sudah boleh diberikan, namun perlu diingat bahwa kadar yang disarankan hanya sedikit. Begitu juga dengan gula. Jadi kalau penggunaan MSG, baiknya dihindari karena kandungan natrium atau garamnya terlalu tinggi,” jelas Dokter Ameetha.

Bagaimana Jika Bayi Perlu MP ASI Dini?

Foto: www.canva.com

Tidak jarang, terdapat beberapa bayi yang memerlukan MP ASI dini. Kata Dokter Ameethaa, MP ASI dini boleh diberikan pada bayi berusia empat bulan atau lebih. Namun, “pemberian makanan bayi pada usia empat hingga enam bulan harus benar-benar di bawah pengawasan dokter,” paparnya.

Hal ini diperlukan untuk “mengevaluasi teksturnya, lumatnya, cara penyerapan bayi, serta apakah buah hati sudah bisa menerima makanan atau belum. Dan yang paling penting adalah ketika kita memberikan MP ASI dini itu harus sesuai instruksi atau indikasi dari dokter. Jadi tidak boleh memberi sembarang makan pendamping ASI dini di bawah usia enam bulan,” lanjutnya.

Bagaimana cara memberikan MP ASI dini yang tepat? “Sebenarnya cara pemilihan makanan bayi sama saja seperti buah hati yang baru makan di usia enam bulan. Harus makanan yang  aman, higienis, kandungan nutrisinya yang sangat tinggi seperti karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah, dan air cukup kandungannya,” jawabnya.

Kemudian, “pemilihan makanannya yang fresh dan homemade. Karena kalau kita mengolah sendiri itu lebih alami dan makanan yang alami lebih mudah terserap bayi,” imbuhnya.

Kesimpulan

makanan bayi
Foto: www.canva.com

“Bayi yang baru lahir hingga enam bulan pertama sebaiknya menerima asupan berupa ASI eksklusif atau langsung menyusu pada ibunya selama enam bulan pertama. Lalu dilanjut makan pendamping ASI itu mulai di usia enam bulan,” ujar Dokter Ameetha.

Jika bayi berada dalam “status gizinya kurang atau indikator status gizinya kurang, bayi boleh diberikan MP ASI dini namun di bawah pengawasan dokter. Jangan lupa setelah enam bulan, bayi tetap perlu diberi ASI sampai dua tahun,” pesannya.