Studi Baru: Hubungan Romantis Tidak Menentukan Kebahagiaan Seseorang

Foto: www.unsplash.com

Jika kamu sudah tidak tahu harus menjawab apalagi ketika diajukan pertanyan: “Kok masih jomblo?”—penelitian terbaru dari Michigan State University ini mungkin bisa menjadi penolong. Studi ini menunjukkan: mereka yang lajang dan sudah menikah memiliki level kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang sama. Studi ini diterbitkan di Journal of Positive Psychology.

Oh.

Bagaimana Penelitian Ini Dilakukan?

Untuk melakukan studi ini, para peneliti menganalisa sejarah hubungan dari 7.532 orang sepanjang hidup mereka, mulai dari usia 18 tahun sampai 60 tahun. Kemudian para partisipan ini diminta untuk memberikan ranking atas kebahagiaan mereka saat sudah tua.

Selama 42 tahun, 79% partisipan menikah dengan orang yang sama, 8% tetap lajang atau tidak menikah, dan 13% memiliki “berbagai sejarah hubungan yang berbeda.” Ini artinya, para partisipan mengalami berbagai hal dalam kehidupan mereka: menikah, bercerai, menikah lagi, atau menjadi janda.

Setelah menganalisa level kebahagiaan setiap grup, para peneliti menemukan dewasa lajang dan mereka yang memiliki sejarah percintan yang berbeda ternyata… memiliki kebahagiaan yang sama.

“Kami terkejut mengetahui bahwa mereka yang lajang seumur hidup dan mereka yang memiliki sejarah percintaan yang bervariasi tidak memiliki perbedaan dalam kebahagiaan,” kata Mariah Purol, salah satu peneliti, dalam sebuah rilisan pers.

“Ini menunjukkan bahwa mereka pernah ‘mencinta dan kehilangan’ memiliki kebahagiaan yang sama saat mereka sudah tua dengan mereka yang ‘tidak pernah mencintai sama sekali.'”

Bagaimana Level Kebahagiaan Bisa Meningkat?

Meski orang menikah memiliki ranking yang sedikit lebih tinggi, tapi Purol mengatakan perbedaannya sama sekali tidak signifikan. Contohnya, dari skala 1 sampai 5, seseorang yang sudah menikah akan merangking level kebahagiaan mereka dalam skala 4. Sementara seorang lajang akan memberikan skala 3.82 dan seseorang yang menjalani banyak percintaan dengan angka 3.7.

“Ini menunjukkan, menikah sama dengan bahagia merupakan sesuatu yang tidak tepat ,” kata profesor William Chopik, Ph.D, psikolog dan penulis utama studi itu. Menurutnya, meski menikah bisa membuat sejumlah orang bahagia, tapi kebahagiaan juga bisa didapatkan dari aspek lain dalam hidup. Seperti pertemanan, hobi, dan pekerjaan.

“Sepertinya kebahagiaan bukan tentang pernikahan tapi lebih tentang cara berpikir,” kata Purol. “Jika kamu bisa menemukan kebahagiaan dan kepuasaan sebagai lajang, kamu sudah bahagia—tidak peduli apakah ada cincin di jari atau tidak.”

Selanjutnya: Butuh inspirasi tentang bagaimana orang jomblo bisa menemukan kebahagiaan? Coba tonton TED Talks ini.