Apa yang Dilakukan Jika Kamu Lebih Menyayangi Anak Laki-laki

lebih sayang anak laki-laki
Foto: www.gettyimages.com

Akhir-akhir ini kamu menyadari satu hal: entah kenapa sepertinya lebih peduli dan sayang dengan si kecil yang cowok. Di permukaan kamu terlihat rileks, tapi di dalam hati super duper merasa bersalah. Apa yang bisa dilakukan jika kamu merasa lebih sayang anak laki-laki? LIMONE menghubungi seorang psikolog untuk meminta bantuan dan saran. Berikut penjelasannya.

Seberapa dekat anak dengan Ibu?

lebih sayang anak laki-laki
Foto: www.unsplash.com

“Beda anak, beda kebutuhan,” jelas Maulidta, M.Psi., Psi., seorang psikolog dari Klinik Tumbuh Kembang Anak Permataku, Klinik Mandiri Center Stroke dan Rumah Psikologi Cantara Hati, dan Papillon Psychological Center. Dan prinsip ini berkaitan dengan definisi ‘adil’ dalam hubungan orangtua dan anak. “Adil adalah memfasilitasi sesuatu sesuai dengan kebutuhan tiap anak. Jadi adil bukan berarti memberikan yang sama,” paparnya lewat email.

Psikolog yang juga bertugas di TK Amaliyah Islamic School ini kemudian menjelaskan bahwa adalah sesuatu yang normal jika ada perbedaan cinta atau perlakuan orangtua dengan anak laki-laki dan perempuan mereka. Ibu merasa lebih sayang anak laki-laki.

“Pada dasarnya anak laki-laki maupun perempuan akan lebih dekat secara emosional dengan ibu, karena sejak lahir anak memiliki ketergantungan pada ibu untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Namun, seiring dengan perkembangan usia anak, akan  muncul perasaan-perasaan yang lain pada seorang ibu yang dapat mempengaruhi sikap/perlakuan mereka dalam pengasuhannya terhadap anak laki-laki/perempuan,” jelasnya.

Jadi, apakah perasaan lebih menyayangi anak laki-laki adalah sesuatu yang salah?

lebih sayang anak laki-laki
Foto: www.gettyimages.com

“Dalam pengasuhan tidak ada istilah benar atau salah,” jawabnya. Menurutnya yang lebih penting adalah “bagaimana orangtua mampu untuk menahan ego sehingga pengasuhan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak.”

Lebih lanjut, Maulidta kembali menekankan bahwa mencintai satu anak lebih dari anak yang lain adalah sesuatu yang manusiawi.

Namun di sini wanti-wantinya: “Menjadi salah jika perbedaan perasaan cinta tersebut mempengaruhi sikap ibu/orangtua yang cenderung merugikan anak dan memberikan dampak negatif pada anak sehingga mempengaruhi kondisi mental, psikologis dan aspek perkembangan anak,” ujarnya.

Apa faktor yang bisa membuat orangtua lebih sayang pada anak tertentu?

Foto: www.gettyimages.com

Maulidta menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan orangtua/ibu merasa lebih sayang anak laki-laki —atau anak perempuannya. Di antaranya:

1. Kepribadian/karakter anak laki-laki dan perempuan

Status anak pertama, kedua, dan seterusnya. Jenis kelamin, juga bisa menyebabkan lebih sayang pada anak tertentu. Namun pada dasarnya, “semua anak itu unik dan masing-masing memiliki kepribadian yang berbeda. Ketika seorang anak memiliki karakter yang hampir sama dengan ibunya, maka tidak jarang seorang ibu merasa lebih cocok dengan salah satu anak dibanding anak lainnya, misalnya dalam hal bertukar pikiran, selera berpakaian, makanan, dan sebagainya,” jelasnya.

2. Perbedaan karakter antara ibu dan ayah 

Value dari masing-masing orangtua tentang pola pengasuhan anak dapat mempengaruhi perlakuan mereka terhadap anak laki-laki/perempuan,” paparnya. Misalnya, nilai-nilai budaya patrilineal yang selama ini dianut oleh orangtua.

3. Ayah memiliki harapan lebih besar terhadap anak laki-laki

“Biasanya seorang ayah menginginkan anak laki-laki sebagai penerus keluarga, sehingga ada beberapa harapan seperti anak laki-laki sebaiknya lebih mandiri, kuat, berani, cerdas,” ujarnya. Nah, berawal dari harapan itulah sikap ayah bisa berbeda kepada anak laki-lakinya. “Sementara di sisi lain, ayah akan lebih bersikap protektif/lembut terhadap anak perempuan sehingga hal ini yang membuat anak perempuan  merasa lebih direspon, aman, dan nyaman dekat dengan ayah.”

4. Anak laki-laki biasanya merasa lebih diperhatikan dan dimanja oleh ibu sehingga anak laki-laki memiliki kecenderungan lebih patuh dan peduli pada ibunya     

“Akhirnya, si ibu akan bersikap lebih lembut terhadap anak laki-laki. Berdasarkan penelitian, anak laki-laki yang lebih dekat dengan ibu cenderung memiliki kecerdasan emosi yang baik,” jelasnya.

5. Adanya pengalaman kurang menyenangkan selama kehamilan

Pengalaman ini bisa berupa reaksi tubuh yang lebih lemah selama hamil, penyakit yang diderita selama hamil, maupun pengalaman kurang menyenangkan dengan pasangan ketika masa kehamilan yang akhirnya mempengaruhi kondisi psikologis/mental ibu.

“Kondisi psikologis tersebut dalam alam bawah sadar turut mempengaruhi bagaimana respon ibu terhadap anak yang dilahirkan, baik dari sikap maupun kasih sayang.”

Akan tetapi, Maulidta menegaskan bahwa orangtua/ibu tidak perlu merasa bersalah jika menyadari ada curahan level kesayangan yang berbeda kepada anak laki-laki—atau anak tertentu.

“Segera komunikasikan pada pasangan agar sikap/perasaan tersebut jangan sampai mempengaruhi tumbuh kembang anak,” sarannya. “Jika dirasa berlebihan hingga perasaan tersebut mengganggu suasana hati ibu dalam keseharian ketika menghadapi anak/mempengaruhi kondisi mental/psikologis ibu sehingga perlakuan yang ditunjukkan pada anak terlihat ekstrim & mempengaruhi keharmonisan pola pengasuhan, maka sebaiknya selain mengomunikasikan hal tersebut dengan pasangan.”

Sebut saja kamu dan pasanganmu sudah membicarakannya dengan serius dan dari hati ke hati. Namun, sepertinya mentok. “Ibu/orangtua dapat berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog atau dokter untuk menemukan solusi terbaik,” Maulidta menganjurkan.

Inspirasi lain: ini tips menjadi orangtua jika kamu memiliki masa kecil yang suram.

podcast button