Universitas Ini Memberikan Kursus Gratis tentang Coronavirus

Foto: www.gettyimages.com

Minggu lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penyebaran global coronavirus sudah meningkat ke level “sangat tinggi“. Meski begitu Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dunia tetap tidak panik dan takut. Melainkan fokus pada fakta dan realita. Faktanya, kasus coronavirus secara global hampir mencapai 87.000 (per Minggu 01/3), dengan 7000 kasus berada di luar China. Setidaknya, kasus ini sudah terdeteksi di 60 negara. Meski begitu, masih banyak hal yang diketahui tentang virus baru ini. Dan kursus daring gratis coronavirus ini mungkin bisa membantumu.

Sebuah kursus daring gratis coronavirus diselenggarakan oleh Imperial College London. Diberi nama Science Matters: Let’s Talk About COVID-19

“Seiring semakin menyebarnya epidemik ini ke berbagai negara, orang-orang di seluruh dunia ingin tahu orbit epidemik dan apakah mereka harus khawatir,” kursus ini menjelaskan di situs resminya. Dan karena ini masalah yang serius, para ilmuwan dari universitas ini menganggap adalah krusial bagi publik mendapatkan informasi dan analisa yang bisa dipercaya. 

Setiap minggu ada kelas baru, dan materinya diperbaharui sesuai dengan informasi teranyar tentang virus ini. Setiap kelas berdurasi satu atau dua jam yang terdiri dari video dan bacaan.

Dan seandainya kamu penasaran siapa yang akan memberikan materi, yakni para peneliti di MRC Centre of Global Infectious Diseases Analysis dan Jameel Institute for Disease Emergency Analytics. Kedua grup ini sudah sering bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk WHO, dalam isu yang berhubungan epidemik.

Sementara itu, sambil mengikuti, menyelesaikan kursus ini, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan melakukan langkah preventif berhubungan dengan virus ini. Caranya seperti yang dianjurkan para ahli.

  • Hindari menyentuh wajahmu, terutama mata, hidung atau mulut.
  • Cuci tangan sesering mungkin, terutama sebelum makan atau menyentuh makanan.
  • Gunakan masker. Meski tidak ada bukti yang cukup masker bisa mencegah infeksi di tengah keramaian, tapi masker berguna dipakai orang sakit untuk mengurangi penyebaran virus.

Selanjutnya: untuk pertama kalinya ilmuwan bisa memetakan mikroba vagina.

podcast button