Dianggap Dapat Meningkatkan Kesuburan, Ini 8 Manfaat Kurma Muda

kurma muda
Foto: www.unsplash.com

Tak hanya menjadi santapan yang identik dengan bulan Ramadan, buah kurma juga bisa dikonsumsi sehari-hari. Jika biasanya kamu memakan buah yang kering dengan kulitnya yang berwarna cokelat, maka tidak ada salahnya untuk mencoba kurma muda. Apalagi ketika berniat untuk mengikuti program hamil.

Sebab, buah yang berwarna kuning kehijauan ini dianggap bisa meningkatkan kesuburan dan membantu wanita agar cepat hamil. Sering disebut dengan istilah kurma ruthob, biasanya kurma muda memiliki lebih banyak air dan sedikit mengandung gula. Sehingga dipercaya memiliki manfaat yang lebih baik untuk kesehatan.

Manfaat Kurma Muda

kurma muda
Foto: www.canva.com

Berikut delapan khasiat alami dari mengonsumsi kurma muda

Mengandung nutrisi

Secara umum, kurma muda ternyata mengandung lebih sedikit gula dan kalori dibandingkan dengan kurma tua yang matang. Dalam 100 gram kurma matang biasanya akan mengandung 277 kalori, sementara pada kurma muda kemungkinan bisa mengandung setengahnya.

Di sisi lain, kandungan serat, protein, vitamin B6, dan nutrisi dari kurma yang satu ini juga jauh lebih banyak dibanding buah yang kering.

Tinggi serat

Selain asupan protein, karbohidrat, dan lemak, tubuh juga perlu mendapatkan cukup serat. Dengan mengandung tujuh gram serat dalam porsi 3,5 ons buah ini, ternyata hal ini bisa menambah asupan serat dalam tubuh. Nantinya senyawa ini akan bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah munculnya rasa sembelit.

Dalam sebuah penelitian, sebanyak 21 orang mengonsumsi tujuh buah kurma per hari selama 21 hari mengalami peningkatan frekuensi buang air besar yang signifikan. Tak hanya itu, serat dalam buah muda ini juga membantu mengontrol gula darah. Hal ini disebabkan karena buah berwarna kuning kehijauan ini memiliki indeks glikemik yang rendah.

Mengandung antioksidan tinggi

Ternyata, kurma juga menyediakan berbagai antioksidan yang bisa berperan untuk menjaga kesehatan tubuh. Nantinya, antioksidan ini dapat melindungi sel-sel dari radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat menimbulkan penyakit dalam tubuh. Dibandingkan dengan jenis buah kering lainnya, ternyata kurma muda memiliki kadar antioksidan paling tinggi.

Berikut tiga antioksidan yang ada dalam kurma:

Flavonoid

Antioksidan yang kuat ini dapat membantu mengurangi peradangan. Selain itu, flavonoid juga bisa mengurangi risiko diabetes, penyakit Alzheimer, dan jenis kanker tertentu.

Karotenoid

Untuk meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko gangguan mata yakni degenerasi makula, ini merupakan salah satu tugas dari antioksidan jenis karotenoid.

Asam fenolik

Berkat sifat anti-inflamasinya, asam fenolik juga dapat membantu menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

Meningkatkan kesuburan

Sebagian orang percaya bahwa kurma muda dapat membantu meningkatkan kesuburan. Sehingga tidak jarang mereka akan mengonsumsi buah berwarna kuning kehijauan ini untuk membantu mempercepat kehamilan.

Menurut sebuah penelitian, sekitar 15% pasangan usia reproduksi tidak bisa mencapai kehamilan yang diinginkan dalam waktu 12 bulan. Dan buah ini dianggap menjadi salah satu pengobatan fungsional untuk mengurangi risiko infertilitas atau kesulitan untuk hamil.

Dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa kurma dan hampir seluruh bagiannya, ternyata mengandung banyak komponen bermanfaat yang berperan penting dalam kesuburan. Tak hanya memiliki efek yang meyakinkan pada reproduksi, buah ini juga dapat mencegah terjadinya perdarahan.

Meski begitu, tetap diperlukan adanya penelitian lebih lanjut guna mengetahui manfaat yang signifikan terkait buah yang satu ini.

Membantu proses persalinan

Menariknya, buah kering ini juga ternyata mampu membantu persalinan. Untuk itu, sebuah penelitian membuktikan bahwa mengonsumsi buah kurma selama beberapa minggu terakhir kehamilan, ternyata dapat meningkatkan pelebaran serviks, sehingga bisa mengurangi durasi waktu dari proses persalinan.

Studi lain yang dilakukan pada 69 wanita yang mengonsumsi enam kurma per hari selama empat minggu, membuktikan bahwa hal tersebut dapat membantu persalinan berjalan dengan normal dan melahirkan dalam durasi waktu yang singkat dibanding dengan mereka yang tidak memakannya.

Manfaat dari buah kuning kehijauan yang dapat membantu proses persalinan ini disebabkan karena adanya senyawa yang mengikat reseptor oksitosin dan mampu meniru efek oksitosin di dalam tubuh. Oksitosin merupakan salah satu hormon yang dapat menyebabkan kontraksi persalinan saat melahirkan.

Selain itu, kurma muda juga mengandung tanin, senyawa yang terbukti mampu memfasilitasi kontraksi. Buah yang satu ini juga merupakan sumber gula dan kalori alami yang baik, sehingga sangat diperlukan untuk menjaga tingkat energi tubuh selama proses persalinan.

Meski makan kurma akan membantu memudahkan persalinan dan mengurangi durasi persalinan, namun dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi manfaat buah kurma muda yang satu ini.

Menjaga kesehatan otak

Kabar baiknya, mengonsumsi kurma juga dapat membantu meningkatkan fungsi otak. Menurut studi laboratorium telah menemukan bahwa kurma dapat menurunkan penanda inflamasi, salah satunya adalah interleukin 6 (IL-6) yang ada di otak. Tingkat IL-6 yang tinggi sering kali dikaitkan dengan risiko penyakit neurodegenerative, seperti Alzheimer.

Selain itu, sebuah penelitian juga membuktikan bahwa kurma muda bermanfaat untuk mengurangi aktivitas protein beta amiloid, yang mana dapat membentuk plak di otak. Ketika plak semakin menumpuk, hal ini dapat mengganggu komunikasi antar sel-sel, hingga akhirnya menyebabkan kematian sel otak dan menimbulkan penyakit Alzheimer.

Membantu tulang menjadi lebih sehat

Berkat adanya kandungan mineral yang terdiri dari fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium, menjadikan buah ini dapat membantu mencegah osteoporosis. Namun kamu perlu mengonsumsinya secara rutin dan memperhatikan asupan nutrisi lainnya.

Mengontrol gula darah

Karena kurma mengandung indeks glikemik yang rendah, serta adanya kombinasi serat dan antioksidan, membuatnya dapat mengontrol gula darah yang ada di dalam tubuh. Sehingga, ini menjadi salah satu manfaat paling baik yang bisa didapatkan oleh penderita diabetes.

Cara Mengonsumsi Kurma Muda

Foto: www.canva.com

Selain kaya akan nutrisi dan manfaat, kurma muda juga menjadi salah satu buah yang mudah untuk dikonsumsi. Kamu bisa memakannya secara langsung atau menambahkannya ke dalam makanan lain. Baik itu ke dalam salad buah dan sayuran, atau diolah menjadi smoothie dan mencampurkannya ke dalam oatmeal.

Akan tetapi kamu perlu memperhatikan nutrisi lain yang ada di dalamnya. Sehingga hanya boleh mengonsumsinya dalam kadar yang cukup dan tidak berlebihan.

Risiko Mengonsumsi Buah Kurma

Foto: www.freepik.com

Meski memiliki segudang khasiat, namun wajib diingat bahwa buah ini masih mengandung gula. Sehingga untuk penderita diabetes, ada baiknya untuk selalu memerhatikan asupan gula total saat mengonsumsi buah yang satu ini.

Namun jika kamu mengonsumsinya dalam jumlah sedang, maka tidak perlu khawatir. Karena hal ini tidak akan meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Sebab menurut sebuah studi, buah ini merupakan makanan dengan indeks glikemik rendah sehingga tidak meningkatkan gula darah yang signifikan.

Untuk itu, jika kamu penggemar berat buah berwarna kuning kehijauan ini, namun ingin menghindari efek sampingnya maka cobalah memakan buah ini dalam kadar yang cukup.

Kesimpulan

kurma muda
Foto: www.canva.com

Selain meningkatkan kesuburan, ternyata kurma muda juga memiliki manfaat lain untuk tubuh. Tak hanya itu, buah berwarna kuning kehijauan ini juga sangat mudah untuk dikonsumsi, baik itu dimakan langsung atau ditambahkan ke beberapa makanan.