Merasa Kurang Percaya Diri? Ini Penjelasan Psikolog Yang Wajib Kamu Baca

kurang percaya diri
Ilustrasi: www.freepik.com

Kurang percaya diri sering kali menjadi musuh banyak orang. Ketika merasa kurang percaya diri, tentu ada faktor-faktor yang menyebabkan hal tersebut.

Oleh karena itu, LIMONE telah menghubungi Galuh Saraswati, M.Psi., Psikolog, seorang psikolog dari Rumah Perubahan Jakarta Escape yang akan menjelaskan penyebab kurang percaya diri dan bagaimana cara mengatasinya.

Mengapa Seseorang Merasa Kurang Percaya Diri?

kurang percaya diri
Foto: www.freepik.com

Kurang percaya diri pada diri seseorang ternyata bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Galuh, kepribadian seseorang dibentuk karena dua hal, yakni nature dan nurture.

Nature yang dimaksudkan adalah ketika manusia lahir, sebenarnya sudah ada neurotransmitter atau zat-zat yang ada di dalam tubuh dan bisa memengaruhi otak. Neurotransmitter ini bisa berkaitan dengan kebahagiaan.

“Nah, ini yang bisa memengaruhi seseorang untuk lebih percaya diri. Memang sudah banyak research yang mengatakan bahwa kepercayaan diri ini bisa diturunkan. Jadi kalau misalkan orang tuanya memang karakternya percaya diri, maka anaknya bisa percaya diri,” ucap Galuh.

Selain itu, karakter seseorang juga dibentuk dari lingkungan, seperti parenting style, pengalaman di masa lalu apakah memiliki trauma atau bully, kondisi sosial, hingga pengaruh media sosial.

“Jadi kalau misalnya parenting style-nya itu tidak membebaskan anak dalam memilih, jadi apa-apa anak harus tergantung ke orang tuanya dalam mengambil keputusan. Sehingga ketika di saatnya mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, dia ragu,” ucap Galuh.

Lebih lanjut Galuh menjelaskan bahwa saat ini hal yang paling berpengaruh dalam kepercayaan diri seseorang adalah dari media sosial, di mana sering kali menjadi tempat untuk flexing.

Hal itulah yang dapat membuat seseorang membandingkan diri dengan orang lain. Selain itu, terpaan iklan juga dapat memengaruhi tingkat rasa percaya diri seseorang.

“Misalnya pada iklan bodycare, dan topiknya tentang bahwa produk ini akan membuat putih dan kulit tidak kusam. Nah, sisi yang diangkat kan bahwa kita itu kurang. Itulah yang bisa memengaruhi kita kurang percaya diri,” tutur Galuh.

Galuh menuturkan, meskipun bisa dilihat dari nature, tapi itu persentasenya sangat sedikit. Karena ketika seseorang mengalami sebuah kehidupan, ada banyak sekali faktor lingkungan.

“Kalau misalnya mungkin dari lahir kok sudah kelihatan kurang percaya diri, kita tidak bisa juga menyalahkan genetiknya. Tapi kita bisa membuat lingkungan kita bagaimana bisa lebih percaya diri,” jelas Galuh.

Siapa yang Cenderung Mengalami Rasa Kurang Percaya Diri?

Siapa yang Cenderung Mengalami Rasa Kurang Percaya Diri | | Merasa Kurang Percaya Diri? Ini Penjelasan Psikolog Yang Wajib Kamu Baca
Foto: www.canva.com

Rasa kurang percaya diri bisa dialami oleh siapa saja, termasuk remaja.

Galuh menjelaskan bahwa pada usia remaja biasanya sedang mengeksplorasi diri, melihat berbagai hal di dunia, melihat orang lain sebagai role model, dan kemudian membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain.

“Di usia remaja, mereka memang belum punya value, belum ada pegangan karena mereka memang sedang mencari jati dirinya. Oleh karena mereka belum memiliki pegangan, jadi ketika membandingkan dirinya dengan orang lain, sehingga sangat mudah membuat kepercayaan diri menurun,” jelas Galuh.

Memasuki masa dewasa awal, juga sering kali mengalami kurangnya rasa percaya diri. Apalagi seseorang yang meninjak usia dewasa awal, ketika menghadapi quarter life crisis.

“Di usia ini kan memang sedang tahap untuk settle, yakni tahap memulai untuk kehidupan yang lebih stabil. Karena memang belum stabil, jadi kita sangat mudah goyah melihat keadaan orang lain,” ucap Galuh.

Bagaimana Tanda-Tanda Seseorang Kurang Percaya Diri?

kurang percaya diri
Foto: www.freepik.com

Galuh menjelaskan bahwa ada tiga tanda-tanda seseorang mengalami rasa percaya diri yang kurang, yakni:

  • Pertama, ketika membandingkan dengan orang lain, muncullah perasaan negatif, seperti sedih, galau, atau insecure. “Emosi-emosi negatif ini menjadi tanda bahwa kamu kurang percaya diri dengan kondisi kamu, merasa diri kamu tidak istimewa bila dibandingkan dengan orang lain, atau kamu merasa bahwa kamu tidak punya kelebihan,” paparnya.
  • Kedua, ketika tidak berani mengambil keputusan. “Misalnya memang harus ada situasi di mana kamu mengambil keputusan, tapi kamu malah melemparkan kepada orang lain atau memilih tidak mengambil keputusan,” ujarnya, memberi contoh. Ketika hal itu terjadi, artinya kamu ragu-ragu dengan diri kamu. Kamu tidak berani dengan pilihan kamu.
  • Ketiga, ketika kamu tidak berani mengatakan ‘tidak’. “Nah ini people pleaser. Misalnya ketika di kondisi kerja lalu muncul orang yang ingin dibantu,” ungkapnya.

“Sebenarnya kamu bisa mengatakan ‘tidak’. Namun dalam hati kamu tidak ingin atau tidak bisa ngomong itu karena ragu-ragu, sehingga kamu tidak berani untuk mengucapkan hal tersebut,” sambungnya.

“Ini sebagai contoh juga, sebagai tanda juga bahwa kamu masih kurang percaya diri. Belum memegang teguh apa sih value kamu,” tekannya.

Apa Dampaknya Ketika Seseorang Kurang Percaya Diri?

Apa Dampaknya Ketika Seseorang Kurang Percaya Diri | | Merasa Kurang Percaya Diri? Ini Penjelasan Psikolog Yang Wajib Kamu Baca
Foto: www.canva.com

Kurang percaya diri tentu saja menimbulkan dampak pada dirinya sendiri. Dampak negatif yang terjadi adalah munculnya emosi-emosi negatif, seperti tidak berani, ragu, atau bahkan insecure.

“Jika perasaan negatif ini terus terjadi berhari-hari ini, akan memengaruhi kegiatan sehari-hari. Jadinya takut untuk bersosialisasi dengan orang lain, atau jadinya tidak perform karena kamu selalu merasa kurang,” papar Galuh.

“Kamu merasa tidak punya kompetensi, sehingga performance-nya pun menurun juga. Atau bahkan kamu tidak berani mengambil risiko padahal ada sesuatu hal di dunia ini kita harus mengambil risiko dalam kehidupan kita. Karena kalau kita ingin maju, pasti ada hal-hal risiko yang kita ambil,” jelas Galuh.

Bagaimana Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri?

kurang percaya diri
Foto: www.freepik.com

Menurut Galuh, untuk dapat membangkitkan kepercayaan diri, ada hal-hal yang harus diketahui terlebih dahulu, yaitu:

Sadari bahwa setiap manusia berbeda

Pertama, perlu diketahui bahwa manusia di seluruh dunia adalah individual differences, artinya setiap orang itu berbeda, baik orang kembar pun itu tetap berbeda.

“Berbeda dalam artinya kompetensi, bakat, karakter, keunikan, atau kondisinya, itu semua berbeda. Tidak bisa bandingkan antar satu sama lain,” bebernya.

“Ketika kamu bisa memaknai makna dari individual differences, kamu tidak akan insecure saat membandingkan diri atau pencapaian kamu dengan orang lain. Karena manusia itu berbeda, tidak apple to apple untuk dibandingkan,” tekan Galuh.

Ingatkan diri bahwa manusia punya talenta berbeda-beda

Kedua, manusia itu punya kelebihan atau talentanya masing-masing.

“Saat kamu fokus dengan kelebihan dan kompetensi diri sendiri, kamu akan merasa percaya diri karena keunikan ini. Nah, itu yang menjadi value untuk kamu berani,” ujarnya.

Perhatikan pembawaan diri

“Ketiga, ini sebenarnya hal teknis. Postur tubuh kita, senyum kita, itu memengaruhi rasa percaya diri kita. Ketika kita duduknya bersandar di sofa, itu mungkin kita terlihat santai, tapi ternyata posisi seperti itu pun menunjukkan bahwa kurang percaya diri,” katanya.

“Jadi kalau misalnya masih kurang percaya diri, kamu bisa mengubah tampilan kamu supaya terlihat percaya diri. Ketika look luarnya itu terlihat percaya diri, maka akan memengaruhi rasa di dalam diri kamu,” tegasnya.

Jadi, misalnya kamu bisa menggunakan pakaian yang rapi, cerah atau ceria, itu akan membuat kamu lebih bisa percaya diri. “Termasuk posisi duduknya yang tegak atau kamu senyumlah kepada orang lain. Karena itu menunjukkan kamu sedang percaya diri,” ucapnya.

Apakah Perlu Dibantu Orang Lain untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri?

Apakah Perlu Dibantu Orang Lain untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri | | Merasa Kurang Percaya Diri? Ini Penjelasan Psikolog Yang Wajib Kamu Baca
Foto: www.freepik.com

Setiap manusia tentunya membutuhkan manusia lain, termasuk dalam hal meningkatkan kepercayaan diri.

“Tentu saja, kita membutuhkan orang lain supaya kita tahu sudut pandang dari mereka karena kalau kita saja yang berpikir, kita bisa terpaku pada satu pandangan saja,” papar Galuh.

“Orang lain selalu punya perspektif yang berbeda, sudut pandang yang berbeda. Jadi, memang sangat dianjurkan meminta orang lain untuk meningkatkan kepercayaan diri. Misalnya menanyakan pendapat, atau butuh dukungan,” jelas Galuh.

Kesimpulan

Introspeksi Diri | | Merasa Kurang Percaya Diri? Ini Penjelasan Psikolog Yang Wajib Kamu Baca
Foto: www.freepik.com

Di saat sedang kurang percaya diri atau melakukan sesuatu yang salah, perlu adanya introspeksi diri untuk kebaikan ke depannya.

“Tentu sangat penting. Manusia akan berubah menjadi lebih baik jika dia melakukan evaluasi,” tegasnya.

Evaluasi diri ini bisa berbentuk refleksi melihat pengalaman sebelumnya, lalu dikaitkan dengan apa yang bisa ditingkatkan dan pengalaman-pengalaman sebelumnya.

“Jadi ketika tahu hal-hal yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan, atau pembelajaran apa yang didapatkan, itu akan mengarahkan kita untuk menjadi lebih baik. Jadi, biasakan untuk selalu refleksi, kemudian memaknai pengalaman sebelumnya atau melihat kembali apa yang kamu rasakan,” ucap Galuh.