Konsumsi Minuman Manis Saat Menyusui Bisa Melemahkan Perkembangan Kognitif Anak

konsumsi minuman manis
Foto: www.shutterstock.com

Jika pada orang dewasa mengonsumsi makanan manis secara teratur bisa menyebabkan berat badan naik dan meningkatkan risiko diabetes, penyakit hati berlemak, dan jantung, ternyata efeknya bisa berbeda pada ibu. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa ketika dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui, pola makan dengan kandungan gula tinggi, yakni dalam bentuk konsumsi minuman manis atau jus, bisa berdampak bagi sang bayi.

Apa yang Didapatkan oleh Penelitian Ini?

Kesimpulan ini didapatkan oleh Michael I. Goran, PhD, Direktur Program Diabetes dan Obesity di Children’s Hospital Los Angeles. Penelitian terbarunya yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis selama menyusui bisa menyebabkan perkembangan kognitif yang lebih buruk pada anak-anak hampir dua tahun setelahnya.

Hasil ini didapatkannya setelah melibatkan 88 ibu yang melaporkan menikmati minuman manis dan jus setiap hari selama satu bulan pertama masa menyusui. Peneliti kemudian melakukan asesmen menggunakan Bayley-III Scales of Infant Development pada bayi yang berusia 2 tahun.

Hasilnya? Yah itu, tadi: para ibu yang melaporkan konsumsi minuman manis dan jus lebih sering, memiliki anak dengan skor perkembangan kognitif yang lebih lemah. Para peneliti berspekulasii bahwa gula tambahan dari ibu yang diteruskan kepada bayi melalui ASI bisa menginterfensi perkembangan otak.

FYI, di penelitian Goran sebelumnya menunjukkan bahwa ibu yang mengonsumsi minuman manis dan jus di bulan-bulan setelah melahirkan berisiko mengalami kenaikan berat badan. Plus, meningkatkan paparan gula tambahan kepada bayi melalui ASI.

Apa Dampak Konsumsi Minuman Manis bagi Bayi?

“ASI memiliki banyak manfaat,” kata Dr. Goran dalam sebuah rilisan pers, “tapi kita melihat bahwa ternyata ASI sangat dipengaruhi oleh apa yang dimakan dan diminum oleh ibu, melebihi dari apa yang kita sadari.

Oleh karenanya, menurutnya, membatasi konsumsi gula tambahan yang biasa ditemukan di soft drinks, tidak hanya menguntungkan ibu, tapi juga bayi mereka.

“Pada akhirnya, kita menginginkan bayi untuk mendapatkan nutrisi terbaik,” kata Paige K. Berger, PhD, RD, penulis pertama studi ini. Dan temuan ini bisa dijadikan panduan rekomendasi nutrisi untuk ibu yang menyusui, “untuk memastikan bayi mendapatkan apa yang dibutuhkannya agar perkembangan kognitifnya optimal,” katanya.

Selanjutnya: Ini adalah daftar vitamin yang paling penting dalam menjaga kekebalan tubuh.

podcast button