FYI, Komentar Ini Bisa Menyakiti Mereka yang Berjerawat

komentar tentang jerawat
Foto: www.gettyimages.com

Tahu apa yang membuat sakit hati? Komentar-komentar fisik yang tidak perlu, termasuk tentang jerawat. Mungkin saja celetukan tersebut bersifat simpatetik, berniat baik, basa-basi, tapi seandainya kamu belum tahu, mereka yang memiliki jerawat super sensitif dengan kondisi kulitnya. Celetukan-celetukan ringan—meski terdengar polos, bisa melukai mereka. Luka yang dalam. LIMONE menghubungi seorang psikolog untuk mengetahui efek dari komentar tentang jerawat itu dan apa yang sebaiknya yang tidak dikatakan pada teman atau kenalan yang memiliki jerawat.

Apa yang Sebenarnya yang Sedang Kita Lakukan Saat Mengomentari Jerawat Orang Lain?

Foto: www.gettyimages.com

“Terkadang tanpa kita sadari, saat mengomentari jerawat artinya kita sedang mengomentari fisik seseorang,” kata Wiwit Puspitasari Dewi, M.Psi., Psikolog, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan dan berpraktek di Rumah Dandelion, Cilandak. “Hal Ini bisa jadi untuk beberapa orang merupakan salah satu hal yang menjadi gambaran dirinya. Artinya kita sedang mengomentari dirinya, apa yang menjadi gambaran dirinya,” tekannya.

‘Jerawat kamu kok makin parah, ya?’ ujar seseorang saat bertemu teman lama dalam sebuah reuni. Adakah sebenarnya waktu yang tepat mengatakannya? Dan sah-sah sajakah mengungkapkannya kepada teman atau saudara?

“Mungkin akan lebih baik untuk tidak memberikan komentar ini ke orang-orang yang tidak kita kenal atau tidak dekat dengan kita,” jelas Wiwit. Sedangkan untuk teman atau orang terdekat, meski niat kamu adalah baik, sebut saja sebagai sebuah bentuk perhatian, tetapi bisa saja “tidak bisa diterima seperti itu olah orang yang kita komentari,” katanya. “Saran saya, berkomentarlah jika orang tersebut bertanya kepada kamu. Dia bertanya tentang saran tentang kulit atau orang tersebut memang ingin mendapatkan saran dari kamu,” jelasnya.

Efek Komentar Tersebut Terhadap Orang Lain

komentar tentang jerawat
Foto: www.gettyimages.com

“Mungkin dampaknya pada setiap orang berbeda-beda,” jelas Wiwit. Sisi positif komentar tentang jerawat: orang tersebut merasa diperhatikan dan mengetahui bahwa ada orang lain yang ingin membantu. Sementara sisi negatifnya, “mereka bisa merasa marah, malu, sedih—karena komentar itu mungkin membuat gambaran dirinya menjadi terganggu,” papar Wiwit.

Yep, mereka bisa terluka. Pasalnya, “kita tidak tahu usaha apa yang sudah dilakukan orang-orang yang berjerawat untuk bisa sembuh dari masalahnya; bisa saja mereka sudah melakukan banyak hal. Namun karena jerawat adalah masalah yang tidak bisa sembuh dengan cepat, jadi dirinya masih dalam proses penyembuhan,” katanya. Dengan kata lain, “komentar yang diberikan orang lain tidak akan membantu apa-apa.” Malah kemungkinan besar menyakiti. Jadi, mungkin sebaiknya tidak dikatakan?

Ini Komentar yang Seharusnya Tidak Kamu Ucapkan

komentar tentang jerawat
Foto: www.gettyimages.com

Ini beberapa hal yang sebaiknya tidak kamu katakan kepada teman atau kenalanmu yang berjerawat: komentar-komentar yang isinya mengevaluasi perilaku orang tersebut. Misalnya, ‘kamu mungkin jarang membersihkan muka, ya?’ Atau, ‘jangan dipencet terus jerawatnya’. Atau, ‘coba kamu kemarin ke dokter A pasti udah sembuh.’

“Kembali lagi ke pernyataan saya di atas, bahwa kita tidak tahu usaha apa yang sudah mereka lakukan untuk bisa sembuh,” tegasnya.

Dan seandainya pun kamu tetap ingin memberikan sebuah komentar tentang jerawat, Wiwit menyarankan untuk mengatakan hal seperti, ‘ada yang bisa gue bantu nggak?’ Alias, “cukup dengan bertanya apakah ada hal-hal yang bisa kita bantu,” tutur Wiwit.

Nah, itu semua adalah dari sisi mereka yang tidak berjerawat. Bagaimana dengan mereka yang memiliki jerawat, adakah cara efektif untuk menyampaikan bahwa kamu tidak suka dengan komentar-komentar itu? 

“Mungkin orang yang berkomentar tidak menyadari bahwa komentar mereka menyakiti, maka bisa saja kamu bilang ke mereka: ‘maaf ya, tapi gue nggak nyaman kalau bahas masalah itu,'” sarannya.

Dan seandainya meski kamu sudah mengatakan hal tersebut, dan mereka tetap berkomentar? “Komentar orang lain memang tidak bisa dikendalikan. Namun respon kita bisa kita kendalikan. Mungkin salah satu yang bisa juga dilakukan adalah dengan meminimalisir respon saat topik tersebut sedang dibahas. Atau berusaha untuk menerima bahwa mereka sedang berusaha untuk membantu kita walaupun caranya mungkin tidak menyenangkan untuk kita,” paparnya.

Berbicara tentang jerawat, 64 dermatolog sepakat bahwa ini adalah penyebab utamanya dan membocorkan cara jitu menguranginya.

podcast button