Kenapa ya, Sampai Sekarang Kamu Belum Bertemu Cintamu?

Foto: www.freepik.com

Lagu-lagu. Novel. Puisi. Film. Tidak bohong ketika menggambarkan perasaan saat akhirnya bertemu cintamu (baca: pasangan hidup, belahan jiwa, penopang hidup saat susah). Rasanya: dia kelihatan cakep meski rambutnya seperti baru dilanda topan (mainkan lagu Ed Sheeran, “Perfect“), dan seperti berada di surga (terdengar Stevie Wonder menyanyikan “Your Are The Sunshine Of My Life“). Magis.

Namun, tidak segampang itu, Malih! Apalagi jika akhir-akhir (tahunan) ini kamu selalu bertanya-tanya, “kenapa susah banget sih, menemukan cinta?”. Pada kenyataannya ada banyak alasan kenapa cintamu tersebut belum lewat sampai sekarang. Meski begitu, jangan putus asa, karena berita baiknya: cinta tersebut bisa dan akan datang. Baca ini sampai habis untuk mengetahui kenapa kamu belum bertemu cintamu dan bagaimana mendapatkannya (jika itu yang kamu mau).

Kamu Selalu Memilih Orang yang “Unavailable”

Coba ingat pola percintaanmu selama ini. Apakah kamu selalu berhubungan dengan orang yang tidak bisa memberikan apa yang kamu mau dan butuhkan? Misalkan saja, mereka tidak mau berkomitmen (sementara kamu ingin banget) atau hanya ingin punya ‘friends with benefit‘ (padahal kamu maunya ‘soulmate with benefit‘).

Jika kamu memang menginginkan hubungan jangka panjang, ada baiknya mengutarakannya dengan kencanmu secepat mungkin. Bicarakan apa yang kalian inginkan dari hubungan tersebut. Dengan begini, kamu bisa memilih apakah akan tetap bersama dengan orang yang memiliki keinginan sama dan akhirnya meningkatkan kesempatan untuk lebih jatuh cinta.

Kamu Merasa Orang Itu “Mengerikan”

Bahkan sebelum berkencan dengan seseorang, pikiranmu sudah dipenuhi skenario tentang betapa “tidak bisa didekati” atau “nggak friendly“-nya dia. Akibatnya, kamu memutuskan: mau sih berkencan, tapi tidak dengan orang itu. Akhirnya, banyak kesempatan terlewatkan. Atau, jangan-jangan kamu melakukan ini karena takut ditolak? “Belajarlah untuk memiliki rasa ingin tahu,” saran seorang psikolog sosial/kepribadian. “Belajar juga untuk tidak mengambil hati saat ditolak. Akan tetapi jangan dijadikan ini alasan untuk tidak mengucapkan ‘hello’!”

Kamu Terlalu Mengandalkan Nasib dan Keberuntungan

Ada dua tipe: satu aktif (melakukan trial and error, belajar ketemu orang baru) dan pasif (baca: mengandalkan keberuntungan, nasib dan takdir, jodoh). Tipe yang kedua ini biasanya kurang berusaha. Dan biasanya lagi nih: terlalu pemilih, mengharapkan pasangan yang sempurna, menolak partner potensial dan akhirnya kurang beruntung dalam hal percintaan. Akibatnya, mereka menjadi sering kecewa karena tidak menemukan yang sempurna—atau malah membuat keputusan hanya berdasarkan emosi.

Solusi: “Cari pasangan yang baik, bukan yang sempurna,” saran seorang psikolog di Psychology Today. Cari pasangan yang “cocok, mau bekerja sama, dan bahu-membahu menciptakan hubungan yang memuaskan kedua belah pihak. Yes, ini mungkin terdengar kurang romantis, tapi efektif.”

Kamu Merasa Tidak Cukup Berharga

Pernahkah kamu merasa tidak layak untuk dicintai? Ini biasanya ada kaitannya dengan rasa percaya diri dan self-doubt yang tidak ada habisnya.

“Langkah pertama untuk memperbaiki rasa percaya diri adalah mendalami apa yang membuat hal itu bisa terjadi. Ini bukan kesalahanmu dan kamu tidak sendirian,” kata Suzanne Lachmann, Psy.D. Hanya ingat bahwa ini adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu. “Perjalanan menuju kesadaran diri dan penerimaan diri inilah yang akhirnya akan berujung pada empowerment.”

Alih-alih ribet dengan hal negatif, cobalah fokus pada hal-hal yang positif. Ini akan membuatmu bisa melihat betapa spesialnya kamu dan memang layak mendapatkan kebahagiaan dan cinta. Ketika kamu percaya itu, maka orang lain akan mendekat berkat energi positif yang kamu pancarkan. Dan sepertinya nih, cinta pun akan datang. Amin!

Alih-alih mencari pasangan yang sempurna, sebagian besar orang ternyata mendambakan pasangan yang memiliki karakter ini.