Kecanduan Seks—Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Ahli

kecanduan seks
Foto: www.freepik.com

Kecanduan seks bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Karena, kondisi ini cenderung akan mengganggu dan memberikan dampak negatif baik itu bagi diri sendiri maupun orang lain. Akan tetapi, bagaimana sesungguhnya tanda dari gangguan hiperseksual ini? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Untuk mengetahui jawabannya, LIMONE telah menghubungi Yanny Elok Wulandari, S.Psi,  M.Psi, Psikolog, yang akan menjelaskan terkait cara mengatasi kecanduan seks dan mencegah gangguan hiperseksual ini muncul.

Apa Itu Kecanduan Seks?

kecanduan seks
Foto: www.freepik.com

Yanny menuturkan bahwa “kecanduan seks atau yang juga disebut dengan gangguan hiperseksual adalah fokus yang berlebihan terhadap fantasi seks. Serta adanya perilaku atau dorongan seks yang tidak terkendali dan menyebabkan munculnya stres. Kondisi ini juga memunculkan dampak negatif terhadap kesehatan, pekerjaan, dan hubungan dengan orang lain,” jelasnya.

“Penyebab seseorang mengalami kecanduan seks biasanya tidak dipengaruhi oleh faktor tunggal, sehingga cenderung terjadi karena beberapa faktor,” lanjutnya.

Berikut beberapa kemungkinan pencetus dari penyebab timbulnya kondisi hiperseksualitas, yakni:

  • Kimiawi otak yang tidak seimbang, seperti kondisi-kondisi yang memengaruhi otak dan hormonal
  • Gangguan suasana hati
  • Faktor persoalan keluarga
  • Riwayat kekerasan seksual dan fisik

Apakah Gangguan Hiperseksual Berbahaya?

Foto: www.freepik.com

Sesungguhnya, “sisi bahaya dari kecanduan seks lebih disebabkan dari bentuk-bentuk perilaku seksual yang tidak memerhatikan unsur kesehatan dan keselamatan diri. Seperti misalnya karena mengalami gangguan hiperseksual kemudian berganti-ganti partner seks, dan membawa risiko penularan penyakit menular seksual,” terangnya.

Selebihnya, menurut Yanny kecanduan seks ini akan cenderung mengganggu, daripada berbahaya. Karena bisa memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, pekerjaan, serta hubungan dengan orang lain.

Bagaimana Ciri-ciri Seseorang yang Mengalami Kecanduan Seks?

kecanduan seks
Foto: www.freepik.com

Untuk mengetahui tanda-tanda dari gangguan hiperseksual, hal ini bisa dilihat dari beberapa hal, di antaranya adalah:

Memiliki fantasi seks yang kuat

Psikolog Klinis Dewasa ini menjelaskan bahwa salah satu tanda dari kecanduan seks adalah “adanya fantasi seksual yang kuat dan berulang. Serta dikuasai dengan dorongan dan perilaku seksual yang sulit dikendalikan. Selain itu juga dapat mengambil banyak waktu yang semestinya bisa digunakan untuk mengerjakan berbagai hal penting lainnya,” jelasnya.

Dorongan melakukan perilaku seksual tertentu

Selanjutnya, muncul adanya dorongan untuk melakukan perilaku seksual tertentu dan setelahnya akan merasakan kelegaan. Tetapi kemudian muncul rasa bersalah.

Gagal mengontrol diri

Ketika ia mencoba untuk mengontrol dorongan dan perilaku sosial, dan sering kali hal tersebut tidak berhasil dilakukan.

Menyalahgunakan perilaku seksual

Tanda dari seseorang yang mengalami gangguan hiperseksual adalah “menggunakan perilaku-perilaku seksual sebagai cara untuk lari dari masalah atau lari dari perasaan negatif, seperti depresi, cemas, atau kesepian,” katanya.

Melakukan perilaku seks yang berisiko

Selain itu, seseorang juga “melakukan perilaku seks yang berisiko atau adanya konsekuensi yang serius. Misalnya seperti berhubungan seks dengan risiko PMS, atau sampai kehilangan teman, relasi, dan pasangan,” ungkapnya.

Serta, yang berkaitan dengan “masalah keuangan dan pekerjaan, atau berurusan dengan hukum karena ada pelanggaran. Seperti melakukan pemerkosaan karena mengalami hiperseksual misalnya,” tambah Yanny.

Bagaimana Cara Mengatasi Kecanduan Seks?

Foto: www.freepik.com

Psikolog Klinis Dewasa ini menjelaskan bahwa ketika seseorang mengalami kecanduan seks, “kondisi ini bisa ditangani dengan memberikan treatment yang tepat dan sesuai dengan penyebab atau akar masalahnya. Hal ini bisa ditemukan pada diri penderitanya, dengan memerlukan pemeriksaan terlebih dahulu,” ujarnya.

“Jika ditemukan adanya kelainan kimiawi yang ada di otak, hal ini bisa dilakukan dengan farmakoterapi atau pemberian obat yang diresepkan oleh psikeater. Sementara untuk penyebab-penyebab yang berkaitan dengan hal psikologis, maka perlu diatasi dengan psikoterapi sesuai dengan permasalahannya,” saran Yanna.

Ia menambahkan bahwa juga perlu dilakukan terapi-terapi perilaku untuk melatih penderita mengendalikan dorongan seksualnya.

Apakah Kecanduan Seks Sama Artinya dengan Aktif Secara Seksual?

kecanduan seks
Foto: www.freepik.com

Sebenarnya, “sebagian dari orang yang mengalami gangguan hiperseksual bisa saja kecanduannya tersebut benar-benar muncul dalam perilaku yang aktif secara seksual. Artinya, ia melakukan aktivitas seksual dengan orang lain, siapa pun itu orangnya bisa pasangan atau lainnya,” tuturnya.

Namun “sebagiannya lagi memunculkan bentuk kecanduan yang berupa fantasi-fantasi seks, film-film porno, atau melakukan stimulasi seksual terhadap dirinya sendiri. Misalnya seperti melakukan masturbasi atau onani,” lanjutnya.

Akan tetapi, bisakah kita mencegah agar tidak mengalami kecanduan terhadap seks?

“Bisa. Dengan selalu berupaya menjaga kesehatan mental dari waktu ke waktu. Serta menjalani atau mengisi hidup dengan melakukan hal-hal yang berorientasi pada tujuan hidup yang telah disusun atau direncanakan,” jawabnya,

Bagaimana Jika Pasangan Kita yang Mengalami Kecanduan Seks?

Foto: www.canva.com

Mungkin secara sadar atau tidak, ternyata tanda dari gangguan hiperseksual ini kita temukan di dalam diri pasangan. Ketika hal tersebut terjadi, maka kamu bisa melakukan beberapa hal, seperti “ajak pasangan untuk menyadari bahwa dirinya mengalami kecanduan seksual. Kemudian beri dukungan untuk mencari bantuan profesional,” anjur Yanna.

Akan tetapi, “jika kecanduan pada pasangan tersebut cukup parah dan tidak disadari, serta pasangan tidak mau mencari bantuan tenaga ahli untuk mengatasi kecanduan tersebut, maka terkadang satu-satunya tindakan yang bisa dilakukan hanyalah mengakhiri hubungan tersebut,” sarannya.

Selain itu, kamu bisa mengakhiri hubungan ketika “perilaku kecanduannya itu menimbulkan tindakan-tindakan yang membahayakan atau menyakiti pasangan. Seperti karena hiperseksual lalu pasangannya diperkosa, jadi ada unsur kekerasan seks dan KDRT. Dan jika tidak ditemukan cara lain yang bisa dilakukan, maka boleh mengakhiri hubungan dengannya,” imbuhnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Ketika mendapati adanya gejala dan gangguan hiperseksual, maka jangan ragu untuk meminta bantuan tenaga profesional. Selain itu, Psikolog Klinis Dewasa ini juga berpesan untuk “selalu peduli dengan kesehatan mental, dan waspada dengan perilaku-perilaku yang berdampak terhadap berbagai aspek dalam kehidupan,” sarannya.