Penasaran, Berapa Banyak Kandungan Kalori Dalam Tempe Goreng?

kalori tempe goreng
Foto: www.freepik.com

Tempe menjadi salah satu makanan sumber protein yang bermanfaat untuk kesehatan. Tetapi olahan tempe ternyata dapat mengubah kalori di dalamnya, termasuk ketika digoreng. Bahkan, kalori tempe goreng bisa meningkat drastis dibandingkan dengan olahan lain.

Di kehidupan sehari-hari orang Indonesia, tempe goreng termasuk salah satu makanan yang umum dikonsumsi. Karena mengandung banyak minyak dan lemak, maka kamu perlu berhati-hati saat mengonsumsi olahan tempe yang satu ini.

Apa Bahan Baku Tempe?

kalori tempe goreng
Foto: www.canva.com

Makanan tradisional asli Indonesia ini terbuat dari kedelai yang telah difermentasi atau dipecah oleh mikroorganisme.

Setelah fermentasi, kedelai pun dibentuk menjadi tempe yang kaya akan kandungan protein di dalamnya. Selain kedelai, varietas kacang-kacangan lain juga terkadang menjadi salah satu bahan baku yang digunakan, seperti gandum misalnya.

Umumnya, tempe memiliki tekstur yang kering dan keras, namun memiliki rasa yang lezat. Sering kali makanan yang satu ini juga diolah dengan cara dikukus, ditumis, dipanggang, atau digoreng.

Sama seperti tahu, tempe juga menjadi pilihan populer di kalangan vegan dan vegetarian, karena mengandung banyak nutrisi di dalamnya.

Apa Saja Kandungan Gizi Tempe?

Foto: www.freepik.com

Sesungguhnya, tempe memiliki kandungan nutrisi yang sangat mengesankan, mulai dari tinggi protein, vitamin, serta mineral. Dalam 100 gram tempe mengandung nutrisi sebagai berikut:

  • Kalori: 190-200
  • Protein: 18,5 gram
  • Karbohidrat: 9 gram
  • Lemak: 10 gram
  • Sodium: 9 mg
  • Zat besi: 2,7 mg
  • Kalsium: 111 mg
  • Magnesium: 81 mg
  • Niacin: 2,6 mg

Karena lebih padat dibanding dengan produk kedelai lainnya, tempe pun menyediakan lebih banyak protein di dalamnya. Selain itu, tempe juga merupakan sumber kalsium bebas susu yang baik.

Dalam satu cangkir atau setara dengan 166 gram tempe, mengandung sekitar 2/3 kalsium yang sama jumlahnya dengan satu cangkir susu murni.

Bagaimana dengan Jumlah Kalori Tempe Goreng?

kalori tempe goreng
Foto: www.canva.com

Akan tetapi, saat diolah menjadi berbagai macam bentuk, maka kandungan gizi termasuk kalorinya juga akan berubah. Dibandingkan dengan metode memasak lain, menggoreng tempe ternyata dapat meningkatkan kadar kalori di dalamnya.

Soalnya, tempe tersebut akan digoreng menggunakan minyak, dan nantinya tempe akan kehilangan air serta lebih banyak menyerap lemak, sehingga kandungan kalorinya meningkat.

Jika digoreng dengan baluran tepung, nantinya kandungan kalori tempe goreng bisa meningkat hingga sekitar 120%. Misalnya 100 gram tempe yang mengandung 200 kalori, jumlah tersebut akan meningkat sebanyak 440 kalori setelah tempe digoreng.

Sementara kalori tempe goreng yang tanpa tepung, maka kalorinya akan meningkat sekitar 33% atau setara dengan 270 kalori.

Tak hanya meningkatkan kalori, menggoreng tempe juga bisa menambah kandungan lemak jenuh yang ada di dalamnya. Jika terlalu sering dikonsumsi, ada kekhawatiran akan menimbulkan risiko kesehatan.

Adakah Manfaat Mengonsumsi Tempe?

Foto: www.canva.com

Memengaruhi sistem pencernaan

Fermentasi merupakan proses di mana bakteri dan ragi berkerja untuk memecah gula. Dalam proses pembuatan tempe yang berbahan baku kedelai, proses fermentasi memecah asam fitat yang dapat membantu meningkatkan pencernaan dan penyerapan.

Makanan fermentasi yang tidak dipasteurisasi mungkin mengandung probiotik atau bakteri menguntungkan yang dapat memberikan manfaat kesehatan saat dikonsumsi.

Tempe merupakan makanan probiotik yang dapat memengaruhi mikrobiota usus, bakteri yang ada di dalam sistem pencernaan.

Sebuah studi menemukan bahwa prebiotik dapat meningkatkan pembentukan asam lemak rantai pendek di usus besar. Termasuk butirat, sumber energi utama untuk sel-sel yang melapisi usus besar.

Selain itu, beberapa penelitian juga mengaitkan asupan prebiotik dengan peningkatan frekuensi tinja, mengurangi peradangan, dan meningkatkan memori.

Membuat kenyang lebih lama

Tempe mengandung protein yang tinggi, dalam satu cangkir atau 166 gramnya mengandung 31 gram protein. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet kaya protein dapat meningkatkan thermogenesis atau produksi panas yang mengarah pada peningkatan metabolisme dan membantu tubuh untuk membakar lebih banyak kalori setelah makan.

Selain itu, diet tinggi protein juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan dengan meningkatkan rasa kenyang, dan mengurangi rasa lapar.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa camilan kedelai berprotein tinggi dapat meningkatkan nafsu makan, rasa kenyang, dan kualitas diet yang baik, dibandingkan dengan camilan tinggi lemak.

Mengurangi kadar kolesterol

Secara tradisional, tempe dibuat dari kedelai yang mengandung senyawa tumbuhan alami yakni isoflavon. Senyawa dalam kedelai ini telah dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol.

Menurut sebuah studi menjelaskan bahwa isoflavon kedelai secara signifikan mampu menurunkan kolesterol total dan LDL (kolesterol jahat).

Studi lain mengungkapkan bahwa efek protein pada kedelai dapat memengaruhi kadar kolesterol dan trigliserida. Dalam studi tersebut, 42 peserta mengonsumsi makanan yang mengandung protein kedelai selama periode enam minggu.

Ternyata, protein kedelai mampu menurunkan kolesterol LDL (jahat) sebesar 5,7% dan kolesterol total sebesar 4,4%. Selain itu, kadar trigliserida juga turun sebesar 13,3%.

Penelitian lain juga mendukung hal tersebut, katanya tempe memiliki efek perlindungan pada hati dan mampu membalikkan kerusakan sel-sel hati. Selain itu, tempe juga bisa menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida.

Mengurangi stres oksidatif

Isoflavon yang ada di dalam bahan baku pembuatan tempe juga memiliki sifat antioksidan dan dapat mengurangi stres oktidatif. Antioksidan ini bekerja untuk menetralkan radikal bebas yang bisa membahayakan kesehatan, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa isoflavon dapat mengurangi penanda stress oksidatif dengan meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh. Studi lain menemukan fakta bahwa isoflavon ini juga dapat menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Sementara studi dari Jepang mengungkaapkan bahwa asupan produk kedelai sering dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung dan kanker perut.

Dibandingkan dengan produk kedelai lainnya, tempe mungkin sangat bermanfaat untuk dikonsumsi. Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi yang membandingkan isoflavon dalam kedelai dan isoflavon dalam tempe, mereka menemukan bahwa tempe memiliki aktivitas antioksidan yang lebih besar.

Meningkatkan kesehatan tulang

Tempe adalah sumber kalsium yang baik. Mineral ini dapat berfungsi maksimal untuk menjaga tulang agar tetap kuat dan padat. Asupan kalsium yang cukup ternyata dapat mencegah perkembangan osteoporosis, kondisi di mana terjadinya pengeroposan tulang.

Dalam sebuah penelitian, meningkatkan asupan kalsium ternyata dapat membantu menjaga kepadatan tulang dan menurunkan risiko pengeroposan tulang.

Studi lain juga menemukan bahwa meningkatkan asupan kalsium makanan sebesar 610 mg per hari dapat mencegah tulang yang keropos. Tak hanya itu, hal tersebut juga berlaku bagi anak-anak dan remaja.

Meski produk susumerupakan sumber kalsium yang paling umum, namun penelitian menunjukkan bahwa kalsium dalam tempe sama baiknya dengan kalsium dalam susu. Sehingga ini mengonsumsi tempe juga menjadi opsi terbaik untuk meningkatkan asupan kalsium.

Apakah Produk Kedelai Ini Aman Dikonsumsi?

Foto: www.freepik.com

Seperti produk kedelai fermentasi lainnya, tempe umumnya aman untuk dikonsumsi pada kebanyakan orang.

Akan tetapi beberapa individu mungkin perlu mempertimbangkan untuk membatasi asupan tempe. Mereka yang memiliki alergi terhadap kedelai bahkan harus menghindari tempe, sebab mengongumsinya dapat memicu respons alergi.

Berikut beberapa gejala yang dapat dirasakan:

  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan
  • Sulit bernapas
  • Terganggunya fungsi tiroid

Kedelai dianggap sebagai zat yang dapat mengganggu fungsi tiroid. Meski penelitian menunjukkan bahwa asupan kedelai tidak banyak memengaruhi fungsi tiroid, namun orang yang mengalami gangguan fungsi tiroid mungkin perlu menjaga asupan tempe dalam jumlah sedang.

Karena mengandung gizi yang baik, pastinya tempe mudah untuk dikonsumsi dan dimasukkan ke dalam pola makan. Biasanya tempe akan dibumbui untuk menambah rasa, yang kemudian dihancurkan, dipanggang, dikukus, ditumis, atau bahkan digoreng.

Kesimpulan

kalori tempe goreng
Foto: www.canva.com

Tempe merupakan produk kedelai yang kaya akan nutrisi dengan jumlah protein tinggi serta berbagai vitamin dan mineral. Kadar kalori pada tempe juga dianggap aman.

Namun hal ini akan berubah saat kamu mengolah produk kedelai yang satu ini dengan cara digoreng.

Sebab, kalori tempe goreng dapat meningkat hingga 120%. Hal ini disebabkan karena penggunaan minyak dalam proses penggorengan. Jadi, bagi pecinta bisa mencoba cara memasak tempe yang lain agar kalorinya tidak berlebihan.