Tanya Ahli: Berapa Kalori Satu Porsi Mie Ayam?

kalori mie ayam
Foto: www.freepik.com

Apakah mie ayam menjadi salah satu makanan favoritmu? Meski terlihat sehat karena mengandung karbohidrat, protein, dan lemak, namun umumnya hidangan ini kurang bergizi seimbang, tinggi lemak jenuh, dan natrium. Selain itu, kalori mie ayam juga cukup tinggi. Tetapi kamu tidak perlu khawatir karena ada cara mengonsumsinya dengan aman dan sehat.

Simak penjelasan dari Nadiyah S.Gz, M.Si, CSRS, seorang Ahli Gizi AAC Consulting Group dan Dosen Gizi Universitas Esa Unggul, terkait kalori mie ayam dan tips mengonsumsinya dengan baik.

Apa Fungsi Kalori?

kalori mie ayam
Foto: www.freepik.com

Sebelum membahas lebih lanjut tentang kalori mie ayam, mungkin ada baiknya menyegarkan ingatan tentang definisi kalori.

Untuk yang lupa, kalori merupakan satuan energi. Kebanyakan makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung energi, dan kandungan energi inilah yang sering kita hitung dalam satuan kalori. 

“Fungsi asupan energi (kalori) dalam tubuh adalah terutama untuk memberikan energi atau tenaga untuk semua reaksi metabolisme dalam tubuh. Serta sebagai sumber energi kita dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kelebihan asupan kalori nantinya akan disimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak,” paparnya.

Perlukah Mengetahui Kalori Setiap Makanan yang Dikonsumsi?

Foto: www.freepik.com

Menurut Nadiyah, sangat perlu untuk mengetahui kalori dari apa yang kita makan. “Dalam Al-Quran ada perintah untuk memakan makanan yang halal dan baik. Dalam artian baik adalah kita perlu mengetahui apakah makanan yang dikonsumsi ini sesuai dengan kebutuhan tubuh atau tidak,” terangnya.

Seseorang yang memiliki kelebihan lemak (sebagai cadangan kalori) di dalam tubuhnya, dianjurkan tidak mengonsumsi makanan tinggi kalori.

“Sehingga, manfaat mengetahui tinggi atau rendahnya kalori dalam makanan yang kita konsumsi akan membantu mempertahankan sekaligus memperbaiki kesehatan kita,” lanjut Dosen Gizi yang satu ini.

Jika kita mengabaikan hal tersebut, maka lambat laun akan muncul dampak yang merugikan atau tidak baik. Kemudian ini bisa menyulitkan atau mengganggu aktivitas kita sehari-hari hingga mengancam tingkat produktivitas dan kualitas hidup.

Berapa Banyak Kadar Kalori yang Sebenarnya Dibutuhkan Tubuh?

Foto: www.canva.com

Sesungguhnya, kebutuhan kalori masing-masing orang akan berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh berat badan, tinggi badan, usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas seseorang. Serta ada atau tidaknya stres metabolik atau pun stres fisik, seperti dalam kondisi sakit, demam, bahkan luka bakar, dan sebagainya.

“Untuk kisaran kebutuhan kalori populasi umum yang sehat, pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk masyarakat Indonesia sesuai dengan masing-masing kelompok umur, berat badan, tinggi badan dan jenis kelamin,” jelas Nadiyah.

“AKG ini dapat dilihat secara lebih detail pada Permenkes RI No. 28 tahun 2019. Untuk mengetahui tepatnya kebutuhan kalori individu, dapat dibantu oleh ahli gizi untuk menentukan secara tepat berapa kebutuhan kalori sesuai dengan kondisi fisiologis dan metabolik aktual,” tuturnya.

Bagaimana dengan Kalori Mie Ayam?

kalori mie ayam
Foto: www.pexels.com

Mie ayam yang terasa enak dan menjadi makanan yang digemari kebanyakan orang juga memiliki kandungan kalori di dalamnya. Saat akan mengonsumsinya, pastikan kamu telah mengetahui kadar kalori mie ayam, supaya nantinya tidak terjadi kelebihan asupan kalori dalam tubuh.

FYI, kandungan kalori mie ayam secara tepatnya dapat berbeda-beda, tergantung dari cara pembuatannya masing-masing. “Umumnya, mie dengan topping ayam di atasnya ini mengandung sekitar 500 kalori,” ujar Nadiyah.

“Di beberapa daerah, seperti misalnya di Jawa, mie ayam biasanya akan terasa lebih manis dibandingkan dengan mie yang biasa ada di Jakarta. Kandungan kecap manis yang ditambahkan dalam kuah mie ayam pastinya akan menambah kandungan kalori dari makanan tersebut,” ungkapnya.

“Kandungan kalori mie ayam diperoleh dari kandungan karbohidrat pada bahan utamanya, yakni mie. Kemudian dari minyak ayam yang didapat dari lemak dan kulit yang digunakan untuk seduhan mie, serta minyak goreng untuk topping dan kuah,” lanjutnya.

Umumnya mie ayam akan disajikan dengan tambahan ayam, jamur, serta bahan-bahan lainnya. Ternyata hal ini juga dapat memengaruhi kandungan kalori dari makanan tersebut, namun tergantung dari bahan yang digunakan untuk topping.

“Bila mengandung daging ayam beserta kulit, maka akan tergolong tinggi lemak, dan dapat menambah hingga 100 kalori. Pengolahan topping sendiri umumnya juga menambahkan minyak goreng. Setiap satu sendok teh minyak goreng yang digunakan, akan menambah 50 kalori,” paparnya.

Bagaimana Perbedaan Kalori Mie Ayam dengan Nasi dan Mie Instan?

Foto: www.freepik.com

Di masyarakat, mie instan seringkali disebut sebagai mie kemasan yang banyak dijual di toko, dan dimasak sendiri di rumah. Akan tetapi, “baik mie instan, mie kering, atau mie lainnya, sama-sama merupakan sumber karbohidrat. Begitu juga dengan nasi,” ujar Ahli Gizi yang satu ini.

“Hanya saja, mie instan mengandung natrium di dalamnya. Sehingga ketika dikonsumsi maka harus mempertimbangkan asupan natrium keseluruhan sehari-hari. Sementara nasi putih dapat dikonsumsi sehari-hari, namun pastinya porsinya harus tepat, seperti porsi dalam piring gizi seimbang,” lanjutnya.

Seberapa Sering Boleh Makan Mie Ayam?

kalori mie ayam
Foto: www.canva.com

Meski menjadi makanan favorit kebanyakan orang, ternyata mie ayam cenderung tinggi lemak jenuh dan natrium. Hal ini diperoleh dari penggunaan kecap manis dan kecap asin, serta saus tiram. “Total kandungan lemak mie ayam sekitar 25 gram dan didominasi oleh lemak jenuh,” ujarnya.

Sehingga, “batasan konsumsi mie ayam per hari harus memerhatikan batasan asupan lemak jenuh dan natrium harian kita. Asupan lemak jenuh harian yang disarankan adalah tidak lebih dari 20 gram untuk wanita dewasa dan 30 gram untuk pria dewasa. Sementara untuk natrium maksimal 2400 mg atau satu sendok teh per hari,” ungkapnya.

“Di samping itu, kalori mie ayam sekitar 500 kalori, maka ketika mengonsumsi makanan tersebut artinya kita sudah makan layaknya makan utama. Mie ayam pada umumnya tergolong menu yang kurang ber-gizi seimbang, karena minim sayuran dan umumnya kurang protein,” tambah Nadiyah.

Dengan kata lain, mie ayam dapat dikonsumsi sebagai menu rekreasi. Kudapan ini tidak direkomendasikan sebagai menu harian karena pertimbangan tingginya kandungan lemak jenuh, natrium, dan kurang bergizi seimbang.

Adakah Efek Samping Mengonsumsi Mie Ayam secara Berlebihan?

Foto: www.canva.com

Segala sesuatu yang berlebihan pastinya akan memberikan efek negatif, meskipun itu sesuatu yang baik. Begitu pula dengan mengonsumsi mie ayam yang memiliki kandungan lemak jenuh dan natrium yang tinggi.

“Serta kurangnya kandungan sayuran dalam mie ayam juga dapat meningkatkan risiko naiknya kadar trigliserida dan kolesterol, juga hipertensi bila dikonsumsi secara berlebihan,” paparnya.

Lantas, bagaimana cara mengonsumsi mie ayam yang lebih sehat?

Untuk pilihan mie ayam yang lebih rendah kalori dan rendah natrium, maka Dosen Gizi ini menyarankan untuk menggantikan jenis mie dengan menggunakan mie shirataki atau mie rendah indeks glikemik.

“Kurangi penggunaan minyak dan ganti minyak jenuh dengan minyak tidak jenuh, seperti olive oil dan sebagainya,” anjurnya.

“Untuk garam dan kecap, cobalah untuk memilih produk yang rendah akan natrium. Sementara untuk topping-nya, variasikan dengan sayuran yang lebih beragam, serta pilih bagian dada yang tanpa kulit, atau bisa digantikan dengan jamur,” lanjutnya.

Kesimpulan

kalori mie ayam
Foto: www.canva.com

Meski menjadi makanan yang digemari oleh banyak orang, namun ternyata kalori mie ayam cukup tinggi. Apalagi jika ditambah dengan taburan ayam dengan kulit.

Menurut Nadiyah, investasi kesehatan berawal dari lidah kita. “Pada dasarnya, lidah dapat mengikuti sugesti pikiran kita terhadap makanan, dan lidah juga dapat kita didik. Modifikasi mie ayam menjadi menu yang lebih bergizi seimbang, pastinya dapat dilakukan,” ujarnya.