10 Kalimat Ini Sangat Mempengaruhi Kesuksesan Karirmu

Foto: www.stocksy.com

Apa kalimat favoritmu ketika membalas pertanyaan atau permintaan dari si bos di kantor? Sama seperti balasan kita saat mengobrol di dating online, beberapa kalimat bisa menjadi faktor penentu apakah karier/kehidupan cintamu sukses. Jika di dating online kalimat seperti ‘kamU Lg ‘pain‘ bikin eneg (yep, salah satu yang membuat orang ilfill adalah kesalahan gramatika), ternyata ada celetukan di dunia profesional yang memiliki daya sihir yang sama. Berikut 10 kalimat mempengaruhi kesuksesan karier.

“Itu bukan pekerjaan saya.”

Foto: www.freepik.com

Percayalah, tidak ada atasan yang ingin mendengar kalimat ini keluar dari mulut subordinasinya. Ketika diberikan sebuah tugas dan kamu merespon dengan kalimat ini, ada kesan bahwa kamu hanya mau mengerjakan tugasmu. Jika atasan memintamu menyelesaikan pekerjaan yang bukan bagianmu, sebaiknya kerjakan saja. Tunjukkan loyalitas dan integritasmu. Di sisi lain, jika kamu rasa tugas tambahan itu membuat tugas utamamu hancur lebur, bicarakan dengan si bos. Jika bosmu adalah bos yang baik, biasanya dia akan mendengarkan dan mencari solusi terbaik agar kamu tetap bisa memberikan performa terbaik.

“Bukan kesalahan saya, dong.”

Sh*it happens, bahkan di dunia kerja. Jadi, bukan akhir dunia. Namun, tak jarang banyak yang menolak mengakui kesalahan. Yah, salah satu buktinya adalah dengan melontarkan kalimat “bukan salah saya.” Sebisa mungkin mungkin hindari kalimat ini. Bila memang kamu melakukan kesalahan, akuilah dan jangan menyalahkan orang lain. Berikan penjelasan dan beberkan fakta. Belajarlah menjadi orang yang bertanggung jawab.

“Dia itu lamban dan pemalas.”

Foto: www.gettyimages.com

Menjelekkan teman kerja—acap kali menjadi bumbu penyedap di lingkungan kantor. Bahkan jika salah salah satu teman kerjamu memiliki kemampuan yang di bawah rata-rata, tahan lidah untuk julid. Hindari mengucapkan kalimat ini baik di depan atasan atau kolega lain.

“Saya tidak bisa.”

Ketika atasan menyerahkan sebuah pekerjaan baru, sebaiknya jangan katakan “saya tidak bisa.” Apabila tugas tersebut merupakan sesuatu yang baru, coba saja dulu. Minta bantuan dari rekan kerja lain, atau cari tahu di… Google!

Nanti bakal saya kerjakan.”

Siapa di antara kamu yang sering menunda pekerjaan? Setiap kali ditanya sang bos, jawabanmu selalu saja sama, “nanti saya kerjakan.” Namun, seminggu setelahnya, jawabanmu tetap sama. Percayalah, kalimat ini tidak akan berujung pada promosi atau kenaikan gaji. Bosmu akan senang jika kamu menggantinya dengan, “udah ready, bos.”

“Aduh, bosan banget. Kerjaannya begini saja.”

Foto: www.istockphoto.com

Terdengar sepele, dan mungkin juga kamu mengucapkannya tanpa ada maksud jelek. Sekali dua kali, mungkin akan dianggap sebuah lelucon, tapi lebih dari itu… rasanya tidak etis. Bila kamu memang merasa bosan, sampaikan keluhanmu pada pasangan maupun keluarga. Bukan kepada bos. Dan jadilah pihak yang aktif dan inisiatif: cari tahu apa yang bisa membuatmu semangat lagi. Misalnya, dengan meminta tambahan tugas baru.

“Maaf, saya sibuk. Sebaiknya alihkan ke orang lain saja.”

Sebanyak apa pun pekerjaanmu, hindari melontarkan kalimat ini. Pasalnya, kamu jadi terlihat sok. Jika bosmu tetap kekeuh mendelegasikan tugas tersebut padamu, mungkin itu karena dia percaya kamu mampu melakukannya dengan baik. Apa pun itu, sebaiknya diskusikan dengan atasan cara terbaik mengeksekusi pekerjaan tersebut.

“Ini nggak adil.”

Seandainya kamu lupa: hidup itu memang tidak adil. Jadi, tahan diri, nafsu dan lidah untuk mengucapkannya. Terlebih, kalimat seperti ini menularkan atmosfer negatif dan membuatmu terkesan sebagai orang yang suka bersungut-sungut tanpa alasan yang jelas. Jika memang ada sesuatu “ketidakadilan” di kantor, utarakan kepada bos.

“Baiklah saya akan mencobanya.”

Foto: www.gettyimages.com

Terdengar tidak ada yang salah dari kalimat ini. Tapi jika ditilik, dianalisa dan dipikirkan lebih dalam, kalimat ini mengimplikasikan: kamu tidak memiliki kepercayaan diri. Kamu tidak percaya bahwa kamu bisa menyelesaikan sebuah tugas dengan baik. Jadi, kurangi mengucapkan kalimat ini.

“Sejujurnya saya nggak suka sama kerjaannya.”

Kalimat mempengaruhi kesuksesan lainnya adalah ini. Maksudnya hanya melucu, tapi apa daya rusak susu sebelanga. Kalimat ini bisa dinterpretasikan bahwa kamu menyimpan sumpah serapah terhadap perusahaan dan pekerjaan yang sedang kamu lakoni. Bayangkan jika kalimat tersebut sampai ke telinga atasanmu? Silakan mengucapkan buh-bye pada meja, rekan kerja dan bonus akhir tahun.

Apakah tadi malam kamu bermimpi dipecat? Jangan panik dulu, karena para ilmuwan menyimpulkan bahwa mimpi buruk ternyata ada manfaatnya.

podcast button