Mengetahui Penyebab Istri Selingkuh Dan Tanda Yang Bisa Dikenali

istri selingkuh
Foto: www.freepik.com

Rasanya tidak ada seorang pun ingin diselingkuhi saat menjalin hubungan, termasuk dalam pernikahan. Sebab kejadian ini akan meninggalkan luka dan dampak dalam rumah tangga. Jika kebanyakan suami yang akan mengingkari komitmen yang telah dibuat, namun tak jarang pasangan perempuan juga bisa melakukannya. Lantas bagaimana tanda-tanda dari istri selingkuh?

Simak penjelasan dari Vanessa Adistiafany Pricillia, M. Psi., Psikolog, seorang Psikolog Klini dari Ruang Berproses, IndoBridge Consultant, Frontida Pediatric Therapy, dan Mitra Psikolog di PT Personale Peduli Potenis, yang akan menjelaskan dampak yang ditimbulkan serta mengatasi istri selingkuh.

Apa Itu Selingkuh?

istri selingkuh
Foto: www.canva.com

Mungkin sebagian dari kamu telah sering mendengar kata yang satu ini, menurut Vanessa arti dari selingkuh adalah ketidakyakinan seseorang pada suatu hubungan atau pernikahan.

“Orang yang melakukan perilaku selingkuh berarti mengingkari komitmennya dalam berhubungan untuk tetap setia terhadap pasangan. Baik janji itu merupakan janji suci dari penikahan, perjanjian yang hanya diketahui oleh kedua belah pihak (pasangan), atau asumsi yang tidak terucapkan,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa terdapat dua jenis selingkuh, yang pertama ditandai dengan adanya perasaan kedekatan emosional dengan seseorang seperti dengan pasangannya. “Sedangkan jenis kedua ditandai dengan adanya keterlibatan seksual dengan seseorang yang bukan pasangannya,” ungkapnya.

Mengapa Seorang Istri Bisa Selingkuh?

Foto: www.freepik.com

Menurut penelitian mengenai prediktor terhadap selingkuh, perilaku ini akan berkaitan dengan kepribadian seseorang, situasi, dan variabel demografis.

“Kepribadian seseorang bisa berhubungan dengan rendahnya kepercayaan diri, permasalahan kesehatan mental seperti kecemasan (perasaan insecure), depresi atau gangguan kepribadian(narsisti); kesulitan dalam berkomitmen, pengendalian emosi, dan keinginan-keinginan pemenuhan kebutuhan emosional atau seksual dengan orang lain (bukan pasangan),” jelasnya.

Kemudian, “faktor situasi adalah adanya kesempatan untuk berselingkuh, misalnya konteks di tempat kerja dan rendahnya kualitas hubungan yang dijalin oleh pasangan tersebut. Seperti ketidakpuasan dalam relasi yang dijalin,” lanjutnya.

Apakah Perselingkuhan Bisa Memberikan Dampak bagi Kehidupan Rumah Tangga?

istri selingkuh
Foto: www.rawpixel.com

Vanessa menuturkan bahwa suatu rumah tangga yang sehat adalah “rumah tangga yang mampu menghadapi permasalahan. Tentu saja dibutuhkan fondasi yang kuat dari setiap anggotanya, terutama keharmonisan suami-istri,” ungkap Psikolog Klinis yang satu ini.

Sehingga saat salah satu pasangan memilih untuk selingkuh, berarti salah satu tiang dari fondasi tersebut retak, menjadi tidak harmonis. Akibatnya rumah tidak dapat berdiri dengan teguh. Komunikasi suami-istri pun menjadi tidak terjalin dengan baik.

Dampak pada anak

Ketika komunikasi tidak berjalan dengan baik, pencapaian fungsi peran dan tugas dalam rumah tangga tidak tercapai. Begitu pun terhadap anggota keluarga lain, terutama anak.

Nantinya anak bisa saja menjadi tidak dipedulikan karena orang tua berusaha sangat berfokus dalam mengatasi permasalahan mereka sebagai pasangan. “Anak juga dapat mengembangkan permasalahan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, merasa bersalah yang kuat, bahkan PTSD,” paparnya.

Pada suami

Ketika istri selingkuh, suami akan merasa sangat bersalah dan merasa terhina. “Selalu menyalahkan diri sendiri, merasa gagal, dan selalu ada hal yang buruk dalam dirinya. Pemikiran-pemikiran ini bisa menyebabkan kecemasan dan depresi,” tutur Vanessa.

Selain itu, bisa juga menimbulkan dampak sebagai berikut:

  • Kehilangan rasa percaya terhadap pasangan dan akhirnya kehilangan perasaan intim dengan pasangan.
  • Merasa kesepian dan mengisolasi diri. Ini semakin memperburuk kecemasan dan depresi mereka.
  • Menimbulkan trauma yang mendalam.

Pada istri

Tak jauh berbeda dengan mereka yang diselingkuhi, dampak yang dialami oleh istri—yang dalam hal ini melakukan perselingkuhan—ia juga akan merasa bersalah dan merasa cemas sepanjang waktu karena takut ketahuan. “Bisa saja pemikiran-pemikiran rasa bersalah dan cemas tersebut dapat membuatnya menjadi depresi,” ujarnya.

Apa Saja Tanda dari Istri Selingkuh?

Foto: www.rawpixel.com

Vanessa menuturkan bahwa terdapat beberapa tanda yang bisa dikenali dari istri selingkuh, yakni hal yang paling mencolok adalah “berkurangnya keterlibatan emosi secara mendalam saat berelasi, baik itu dalam berkomunikasi, menyelesaikan masalah bersama, atau dalam melakukan hubungan seksual,” ucap Psikolog Klinis yang satu ini.

Tidak berhenti sampai di situ, suami juga akan merasakan bahwa walaupun fisik istri ada namun tidak dapat  merasakan emosinya. Beberapa kebiasaan atau gestur yang biasa dilakukan secara fisik seperti berpegangan tangan dan berpelukan pun mulai berkurang.

“Mereka tidak berinisatif untuk melakukan kelekatan (baik fisik atau emosional), menghindari aktivitas bersama, dan komunikasi yang intensitas serta frekuensinya semakin berkurang,” tambahnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Perselingkuhan Ini?

istri selingkuh
Foto: www.rawpixel.com

Ketidakyakinan seseorang dalam sebuah hubungan pernikahan dan pasangan ini pastinya perlu segera diatasi. Untuk itu, Vanessa menyarankan beberapa hal yang bisa dilakukan, yakni:

Menyadari relasi yang terjalin

Tips yang pertama adalah perlu “menyadari diri, pasangan, dan relasi yang terjalin. Pahami sedalam-dalamnya mengenai kepribadian, setiap kebutuhan, kekuatan dan kelemahan, dan cara penyelesaian masalah dari diri sendiri juga pasangan,” katanya.

Kemudian pahami juga kualitas pernikahan, perkembangan, dan tekanan-tekanan yang melanda hubungan. Serta juga masalah yang biasa muncul dalam relasi yang terjalin.

Lakukan komunikasi

Setelahnya, Vanessa menyarankan untuk melakukan komunikasi dan diskusi yang mendalam oleh suami-istri dalam penyelesaian masalah perilaku selingkuh ini. “Lakukan komunikasi sehat yaitu dengan komunikasi dua arah, tidak menghakimi, tetap memiliki terbuka, dan selalu kendalikan emosi,” anjurnya.

Minta bantuan profesional

“Jika dalam melakukan penyelesaian masalah dengan komunikasi berdua tidak memberikan hasil, maka jangan ragu untuk meminta bantuan pada pihak profesional seperti psikolog yang ahli dalam menangani masalah pasangan atau psikolog keluarga,” sarannya.

Perlukah Kita Bercerai?

Foto: www.freepik.com

Menurut beberapa orang, perilaku selingkuh ini dianggap menjadi kebiasaan yang dapat terus berulang. Hal ini juga disetujui oleh Vanessa, menurutnya “biasanya terjadi karena isu pengalaman pertama saat berselingkuh tidak diselesaikan dengan tuntas. Adiksi terhadap seksual juga bisa menjadi alasan kebiasaan ini terus berulang,” paparnya.

Lantas apakah perlu kita bercerai setelah ketahuan selingkuh?

“Akan sangat baik jika semua keputusan yang diambil berdasarkan pemikiran dan pertimbangan yang matang. Hindari pengambilan keputusan dengan tergesa, impulsif berdasarkan emosi, atau keputusan tidak matang. Lakukan komunikasi dengan pasangan dan minta bantuan tenaga profesional,” jawabnya.

Kesimpulan

Foto: www.unsplash.com

Karena dampaknya yang sangat besar bagi rumah tangga dan hampir seluruh anggota keluarga, maka terdapat beberapa cara untuk menghindari suami atau istri selingkuh.

Cobalah untuk “selalu menyadari ketika relasi sedang berada pada kondisi lemah atau mengahadapi rintangan. Entah itu bersumber dari diri masing-masing ataupun permasalahan di luar diri, seperti masalah anak, ekonomi, keluarga besar, atau mertua,” sarannya.

Selain itu, “hindari untuk menyalahkan pasangan masing-masing, namun lakukan diskusi dan berpikiran terbuka. Kemudian memahami ketika merasa ada jarak baik fisik atau emosional antara diri dengan pasangan. Pada saat tertentu, jarak sebagai privasi dibutuhkan, namun pada saat lain ini bisa menimbulkan masalah,” tambah Vanessa.

Jangan lupa untuk melakukan komunikasi secara teratur terhadap pasangan dan pahami hal apa yang menyebabkan jarak tersebut terbentuk.

“Buat pilihan yang dapat dilakukan agar jarak yang agak jauh ini bisa didekatkan kembali. Misalnya melakukan kencan atau meluangkan waktu untuk quality time. Jika jarak semakin menjauh, coba untuk lakukan konseling pasangan,” pesannya.