Bitcoin vs. Saham: Mana Bentuk Investasi yang Lebih Menguntungkan?

investasi bitcoin
Foto: www.rawpixel.com

Kamu sudah merenungkan—sampai-sampai bermimpi tentangnya—dan ingin melakukannya sejak lama: investasi bitcoin. Namun, ragu. Apakah investasi dalam bentuk bitcoin lebih menjanjikan dan aman dibandingkan investasi saham? Ditambah lagi peristiwa peretasan Twitter yang terjadi tiga hari yang lalu. Makin ragu.

LIMONE mengontak Bareyn Mochaddin, S.Sy., M.H., RPP®Senior Financial Advisor AAM & Associates untuk membantu kita menimbang dan memutuskan mana lebih baik: investasi bitcoin atau saham? Scroll down untuk menemukan jawabannya.

Apa Perbedaaan antara Investasi Bitcoin versus Saham?

investasi bitcoin
Foto: www.rawpixel.com

“Sebenarnya membandingkan antara saham (pasar modal) dan bitcoin sedikit kurang tepat karena tidak membandingkan antara satu produk dengan produk yang lain,” terang Bareyn. “Investasi saham (pasar modal) adalah satu jenis investasi, sedangkan bitcoin sendiri adalah nama salah satu mata uang digital atau cryptocurrency,” tambahnya.

Aha!

Mari membicarakan tentang cryptocurrency.

Bareyn menjelaskan bahwa ada banyak jenis cryptocurrency sendiri banyak. “Yang paling terkenal adalah bitcoin, kemudian ada Ethereum, Litecoin, dan masih banyak lainnya. Jadi, mungkin di sini kita akan membandingkan antara investasi dari saham (pasar modal) dengan cryptocurrency atau mata uang digital,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan mendasar dari cryptocurrency dengan saham adalah penerbit. “Cryptocurrency dihasilkan oleh suatu sistem komputer dan kemudian menghasilkan suatu satuan cryptocurrency. Sedangkan saham di pasar modal diterbitkan oleh sebuah perusahaan yang sudah melakukan IPO di bursa,” paparnya.

Suatu cryptocurrency sendiri terbatas jumlahnya sampai dengan 21.000.000 koin. “Jadi, bitcoin hanya akan ada 21 juta koin di dunia ini. Ethereum juga hanya akan ada 21 juta koin, dan begitu pun juga dengan cryptocurrency lainnya. Sedangkan saham dari sebuah perusahaan ada maksimumnya juga, maksimum saham yang bisa dijual adalah 100% kecuali ditentukan lain,” tambahnya.

Apakah Investasi dalam Bentuk Bitcoin Menguntungkan?

investasi bitcoin
Foto: www.unsplash.com

Menurut Bareyn, harga tertinggi dari salah satu cryptocurrency, “dalam hal ini kita ambil contoh bitcoin adalah pada akhir tahun 2017, di mana 1 bitcoin setara dengan 266 juta rupiah. Sekarang harganya sekitar 130 juta-an per 1 bitcoin,” paparnya.

#Newsflash: semakin kesini, harga bitcoin menjadi rendah, karena “cryptocurrency semakin banyak sehingga menyebabkan permintaan pada bitcoin pun berkurang meski saat ini bitcoin sudah menyentuh 21 juta koin,” imbuh.

Selain itu, cryptocurrency sendiri tidak diakui sebagai alat transaksi yang sah di Indonesia dan beberapa negara lain. “Sehingga, semakin sedikit permintaan yang terjadi yang membuat harga dari cryptocurrency tidak setinggi dulu,” jelasnya.

Namun, bukan berarti ini cerita akhir dari bitcoin. Atau menutup kemungkinan harga bitcoin tidak akan naik. Harga bitcoin bisa saja naik saat jumlah bitcoin terbatas sedangkan permintaan meningkat, “karena misalnya ada sebuah kebijakan dari pemerintah atau ada sebuah perubahan yang bisa mengakomodir cryptocurrency,” terangnya.

Dengan kata lain, jika kamu ingin berinvestasi dalam bentuk cryptocurrency—dan mendapatkan keuntungan—sering-sering mengecek dunia finansial. Hal yang sama yang kita lakukan saat berinvestasi dalam bentuk saham.

Apa Saja Risiko Investasi dalam Bentuk Bitcoin?

Foto: www.rawpixel.com

Menurut Bareyn, jika membicarakan risiko, “sebetulnya risiko dari cryptocurrency cukup tinggi bahkan dibandingkan dengan saham di pasar modal. Meskipun investasi saham di pasar modal ada risiko turun dan potensi naik, tapi saham ada penopangnya, yaitu oleh perusahaan, ditransaksikan dalam bursa, dan diawasi oleh OJK,” katanya.

Sementara di sisi cryptocurrency, penopangnya adalah sebuah sistem komputer dan permintaan serta penawaran dari pasar. “Selain itu, eksistensi cryptocurrency di Indonesia sendiri masih dalam zona abu-abu,” ujarnya, mengingatkan.

Siapa yang Disarankan Berinvestasi dalam Bentuk Cryptocurrency?

Foto: www.unsplash.com

Sama seperti berinvestasi dalam saham di pasar modal, barometer “baik” untuk siapa investasi bitcoin ini dilakukan, sifatnya tergantung; berbeda dari satu orang ke orang lain. Pertimbangannya? Profil risiko dan pengetahuan dari seseorang dan orang lainnya juga berbeda.

“Bagi kamu yang ingin berinvestasi di saham maupun cryptocurrency, ketahui terlebih dahulu profil risiko kamu. Bila saat ini profil risikonya adalah konservatif, sangat tidak disarankan untuk berinvestasi di saham ataupun cryptocurrency,” sarannya.

Sebaliknya, “bila kamu adalah seseorang yang memiliki pengetahuan yang memadai, punya pengalaman yang cukup, dan siap menerima risiko, mungkin kamu cocok untuk berinvestasi di saham atau pun di cryptocurrency,” anjurnya.

Bareyn mengingatkan bahwa sebelum melakukan investasi, baiknya kita mengetahui tujuan dari investasi tersebut dan juga menentukan tujuan keuangan terlebih dahulu.

“Ingat bahwa setiap produk keuangan itu ada risikonya, sehingga sesuaikan juga dengan profil risiko kamu,” tegasnya.

“Sebuah pepatah lawas dalam keuangan yang bisa kamu pegang dalam investasi yakni, ‘semakin besar tawaran imbal hasil yang ditawarkan, maka semakin besar risiko yang ada,'” pungkasnya.

Selanjutnya: Seperti apa tipe investasi yang cocokmu—dan apakah masa pandemik menjadi saat yang tepat berinvestasi? Baca penjelasannya di sini.

podcast button