Insecure: Artinya, Gejala dan Bagaimana Menghadapinya

insecure artinya
Foto: www.freepik.com

Munculnya perasaan cemas dan tidak aman yang berkaitan dengan diri sendiri merupakan hal yang pernah ditemui oleh kebanyakan orang. Atau istilah lainnya, insecure. Lambat laun, perasaan ini dapat memengaruhi kehidupan kita jika dibiarkan terus-menerus. Dengan kata lain, insecure artinya perlu diatasi dengan baik. Namun bagaimana cara melakukannya?

Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan dari Jessica Farolan, S.Psi, seorang Psychological Health Trainer dari Aethra Learning Center yang akan membahas tentang arti insecure dan cara untuk mengatasinya.

Insecure Artinya Apa?

insecure artinya
Foto: www.unsplash.com

Menurut Jessica, insecure artinya adalah salah satu dari sekian banyak emosi yang dialami oleh manusia. Pada dasarnya, emosi manusia tidak hanya sesederhana emosi marah, sedih, senang, takut, atau jijik, seperti yang ditunjukkan dalam film Inside Out.

“Setiap emosi dasar tersebut bisa memiliki turunan yang lebih unik dan spesifik. Misalnya emosi dasar marah yang bisa turun menjadi frustasi, benci, dan lainnya,” ujarnya.

Begitupun dengan insecure, yang merupakan turunan dari rasa takut. “Secara spesifik, insecure didefinisikan sebagai sebuah perasaan yang tidak aman dan cemas, yang erat kaitannya dengan persepsi tentang diri sendiri, inferioritas, dan citra diri,” ungkapnya.

Ketika seseorang merasakan insecurity, tentunya ini merupakan hal yang wajar, karena serupa dengan merasakan emosi lainnya seperti marah, senang, dan sedih.

“Hal yang perlu dicatat adalah bahwa kita perlu reflektif dan peka terhadap hal apa yang membuat emosi (dalam hal ini perasaan insecure) muncul dan intensitasnya. Serta apa yang biasanya kita lakukan ketika perasaan tersebut muncul,” papar Jessica.

Mengapa Kita Bisa Merasa Insecure?

Foto: www.pexels.com

Terdapat banyak hal yang bisa menyebabkan munculnya perasaan insecure. “Sama halnya dengan banyak peristiwa atau pikiran yang bisa memicu emosi senang, sedih, atau emosi lainnya. Namun, sama halnya dengan emosi lain, terdapat beberapa hal yang biasanya menjadi ciri umum penyebab munculnya perasaan insecure,” tuturnya.

Baca Juga :  Tanya Psikolog: Apakah Baby Blues Syndrome Sama dengan Postpartum Depression?

 Jessica menambahkan bahwa biasanya penolakan dan penilaian orang lain dapat berperan dalam membentuk sebuah pemikiran yang akhirnya memicu perasaan tersebut muncul.

“Misalnya melihat orang lain mengerutkan kening ketika kita sedang presentasi. Hal itu bisa dipersepsikan sebagai penolakan atau penilaian buruk atas apa yang kita lakukan. Lalu muncullah perasaan insecure,” tambahnya.

Pemikiran yang melahirkan perasaan insecure serta tindakan yang diambil dalam merespons perasaan tersebut, tentunya dapat berdampak pada diri kita sendiri maupun orang lain.

“Sama seperti emosi lainnya. Apakah perasaan marah bisa memengaruhi kehidupan kita? Tentu bisa, melalui tindakan yang kita ambil secara sadar ketika kita marah. Maka, sadari pemicu emosi dan tindakan yang mengikuti emosi kita,” ujar Jessica.

Bagaimana Cara Mengatasi Perasaan Insecure?

Foto: www.freepik.com

Ketika perasaan cemas dan tidak nyaman ini terasa intens atau berlebihan tentunya akan memberikan dampak buruk bagi diri sendiri maupun orang di sekitar kita. Biasanya, emosi yang intens dapat terjadi karena “kita tidak menyadari emosi tersulut di awal dan menjaga pemikiran-pemikiran yang sifatnya membuat emosi tersebut bertahan ataupun bertambah intens,” ucapnya

Untuk itu, ketika mengalami perasaan cemas dan tidak aman maka perlu menyadari pemicu  munculnya emosi tersebut. “Kapan di hidup kita, kita merasa insecure? Pemikiran apa yang muncul ketika peristiwa tersebut terjadi? Nah cek faktanya, apakah pemikiran kita sesuai dengan fakta yang ada,” ujarnya.

Hal ini bisa dilakukan dengan self talk atau berdiskusi di dalam kepala, serta bisa juga berbincang dengan teman yang dapat memberikan sudut pandang lain.

“Usahakan kita bisa memikirkan sebuah pemikiran yang baru atas peristiwa tersebut. Latih diri kita untuk menyanggah pemikiran yang menghasilkan perasaan yang mengganggu dan berdampak tidak baik pada diri,” sarannya.

Baca Juga :  Apakah Mood Swing Sesuatu yang Perlu Diobati ?

Sementara untuk menghindari munculnya perasaan tersebut, maka “cegah dengan menantang pemikiran kita,” anjur Jessica.

Hal ini bisa dilakukan dengan urutan yang sama ketika mengatasi perasaan insecure. Salah satu cara adalah ketika adanya sebuah peristiwa, lalu libatkan pemikiran kita, emosi, dan tetapkan tindakan apa yang akan dilakukan. Dalam hal ini, mengatur agar kita tidak menghasilkan pemikiran yang membuat kita terganggu dan rendah diri.

Kesimpulan

insecure artinya
Foto: www.unsplash.com

Memang kata insecure ini sering disebutkan oleh kebanyakan orang yang cemas terkait dengan persepsinya tentang dirinya sendiri. Ketika kamu mendengar kata tersebut diucapkan oleh temanmu, maka hal yang bisa dilakukan adalah dengan “membantu teman kita untuk melihat fakta baru yang bisa membuatnya memiliki pemikiran yang lebih sesuai dengan fakta yang ada,” saran Jessica.

Sementara untukmu yang sering merasa insecure, Jessica memberikan pesan bahwa “perlakukan insecure selayaknya emosi lain. Jangan perlakukan insecure sebagai gangguan mental yang setara dengan depresi, bipolar, atau lainnya," ujarnya.

Lalu: "Bantu diri dengan memiliki pemikiran yang lebih produktif dan ramah terhadap diri sendiri. Sehingga bisa melahirkan emosi-emosi dengan kadar intensitas sesuai dengan yang seharusnya terjadi,” anjurnya.