Ini Mengapa Kamu Tidak Perlu Terobsesi dengan ‘Superfoods’, kata Ahli dari Harvard

Foto: www.rawpixel.com

Dunia modern penuh dengan istilah-istilah canggih dan baru, salah satunya adalah ‘superfoods‘. Apa sebenarnya arti superfoods? Adakah hubungannya dengan DC Comics, Superman dan Supergirl? Apa memang arti superfoods = lebih superior?

Tergantung apa maksudnya ‘super’, kata Dr. Frank Hu, seorang profesor nutrisi dan epidemiologi dan kepala Departmen Nutrisi di sekolah Harvard, T.H. Chan School of Public Health.

“Tidak ada sebuah kriteria tertentu yang digunakan oleh ilmu pengetahuan untuk memberikan makanan tertentu sebagai ‘super,'” katanya kepada publikasi Harvard Health Publishing. “Sebagian besar makanan-makanan yang disebut super ini adalah efek marketing dan penjualan, bukan karena sains.”

Sedikit sejarah, istilah ini muncul pada 1991 ketika ada sistem Oxygen Radical Absorbance Capacity (ORAC), yang mengukur kapasitas antioksidan dalam makanan. Nah, label ‘superfoods‘ ini diberikan kepada sejumlah buah, sayuran, kacang, dan biji-bijian yang mengandung lebih banyak vitamin tertentu, mineral dan antioksidan super kuat. Mereka ini biasanya dikaitkan dengan makanan yang bisa melawan tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, bahkan kanker.

Meski diasosiasikan dengan efek yang lebih sehat, para ilmuwan sendiri berpendapat bahwa masih dibutuhkan banyak penelitian tentang hal ini.

Akan tetapi, bukan berarti superfoods tidak penting. Sebaliknya, banyak dari makanan super ini merupakan sumber penting untuk diet sehat. “Namun alih-alih fokus pada makanan tertentu, orang-orang harusnya berpikir tentang mengonsumsi ‘superplates,'” jelas Dr. Hu.

Artinya? “Memilih berbagai makanan yang kamu suka dan memasukkan mereka ke dalam menu harian akan membuatmu mendapatkan nutrisi yang beraneka ragam,” jelasnya.

Ah, mungkin jika dicari ekuivalensinya di Indonesia, adalah “Isi Piringku” yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan.

Jika kamu membutuhkan referensi ‘superfoods‘ apa yang bisa kamu masukkan ke dalam menu sehat ‘superplates‘, berikut beberapa di antaranya.

  • sayuran cruciferous (brokoli, kembang kol)
  • gandum utuh (oatmeal)
  • kacang-kacangan (walnut, almond)
  • ikan berlemak (salmon, ikan kembung,)
  • bayam
  • alpukat
  • minyak zaitun
  • tumbuhan polong
  • blueberri dan jenis beri lainnya.

Selanjutnya: Ini daftar makanan rendah kalori, menurut spesialis gizi.