Berbahayakah Infeksi Jamur Pada Kulit? Ini Penjelasan Dermatolog

infeksi jamur
Foto: www.canva.com

Pernahkah kamu mengalami rasa gatal pada kulit yang mengganggu atau adanya bercak putih yang berbeda dibanding warna kulit sekitarnya? Mungkin itu semua merupakan tanda-tanda dari infeksi jamur pada kulit. Hal ini perlu segera diatasi agar tidak menular dan menimbulkan masalah yang serius.

Untuk itu, LIMONE telah menghubungi dr. Indriana Pratiwi, Sp.DV, seorang Dokter Spesialis Dermatologi dan Veneorologi dari Iora Dermatology Clinic Jakarta, yang akan menjelaskan terkait cara mengatasi dan mencegah munculnya infeksi jamur pada kulit.

Apa Itu Infeksi Jamur?

infeksi jamur
Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Indriana, infeksi jamur adalah “penyakit pada kulit yang diakibatkan oleh infeksi jamur. Umumnya, seseorang bisa mengalami kondisi ini karena disebabkan oleh dua hal, yakni dari dalam tubuh dan dari luar tubuh,” terangnya.

Penyebab infeksi jamur dari dalam tubuh

  • Kurangnya menjaga kebersihan
  • Mengalami keadaan imun tubuh yang turun, baik akibat penyakit sistemik atau dari obat-obatan
  • Kurang gizi
  • Orang yang tinggal pada iklim tropis dapat meningkatkan risiko terkena jamur kulit

Dokter Indriana menjelaskan bahwa “iklim tropis dapat meningkatkan keringat saat melakukan aktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar matahari. Serta juga akan meningkatkan kelembapan kulit sehingga apabila memiliki kebersihan diri yang kurang, hal ini dapat membuat jamur dapat tumbuh subur,” paparnya.

Penyebab infeksi jamur dari luar tubuh

  • Terinfeksi dari binatang dan tanah yang mengandung spesies jamur
  • Terinfeksi dari orang lain yang sebelumnya terinfeksi
  • Berasal dari barang-barang seperti handuk, pakaian, atau sisir yang telah terinfeksi jamur

Spesialis Dermatologi dan Veneorologi ini juga menambahkan bahwa infeksi jamur bisa menular, namun tidak berbahaya.

Apa Saja Jenis-jenis dari Infeksi Jamur?

Foto: www.freepik.com

Dokter Indriana menambahkan bahwa “infeksi jamur umumnya dapat menyerang kulit, kuku, dan rambut. Untuk daerah kulit, kondisi ini dapat muncul di semua lokasi tubuh. Tetapi paling sering muncul di area lipatan kulit, serta kulit yang lembap,” ungkapnya.

Terdapat beberapa jenis infeksi jamur yang terjadi pada kulit, hal ini dibagi berdasarkan dari spesies penyebabnya, yakni:

Tinea

Untuk infeksi jamur jenis Tinea, ini disebabkan oleh jamur Epidermophyton, Microsporum, dan Trichophyton. Pada jenis ini dibagi berdasarkan lokasi tubuh yang terjangkit, yakni:

  • Tinea korporis yang berada di badan
  • Pedis pada kaki
  • Kapitis pada rambut
  • Kruris yang ada pada bagian genitalia dan lipatan paha

Pitiriasis versikolor (panu)

Infeksi jamur yang satu ini disebabkan oleh “flora normal kulit yakni Malassezia sp. Keluhan yang muncul dapat berupa bercak putih atau bercak yang lebih hitam dibandingkan warna kulit sekitarnya. Selain itu, panu juga akan terasa gatal, dan lokasinya juga bisa muncul di mana saja,” paparnya.

Kandidiasis

Kandidiasis merupakan “jamur kulit yang diakibatkan oleh jamur Candida sp. Biasanya lokasi dari tumbuhnya jenis ini berada di lipatan tubuh, seperti lipatan ketiak, bawah payudara, lipatan perut, dan selangkangan. Keluhan yang muncul adalah berupa bercak merah dan terasa gatal,” jelasnya.

Bagaimana Gejala dari Penyakit yang Satu Ini?

infeksi jamur
Foto: www.freepik.com

Sesungguhnya, “gejala dari infeksi jamur pada kulit akan bervariasi pada setiap individu dan bergantung dengan lokasi tubuh yang terjangkit. Namun, yang paling sering ditemukan adalah berupa bercak merah yang berbentuk menyerupai cincin dengan bagian luar terlihat lebih merah, dan disertai dengan sisik pada bagian dalamnya,” terangnya.

Selain itu, “gejala yang paling mengganggu adalah adanya rasa gatal yang dapat muncul saat berkeringan yang disebabkan oleh aktivitas dan olahraga. Serta, bisa juga karena udara yang panas atau pakaian yang berlapis-lapis atau tidak menyerap keringat,” imbuhnya.

Adakah Risiko yang Ditimbulkan dari Penyakit Ini?

Foto: www.freepik.com

Bila dibiarkan, maka infeksi jamur dapat menimbulkan risiko yakni bisa menyebar dan menularkan ke orang lain.

“Serta garukan akibat gatal yang ditimbulkan juga dapat berlanjut menjadi infeksi sekunder bakteri. Bila berlangsung lama dan inflamasi yang terjadi cukup berat, maka nantinya setelah sembuh bisa menimbulkan bekas hitam atau hiperpigmentasi pascainflamasi,” jelasnya.

Maka, “sebaiknya pada awal keluhan muncul, harus segera berkonsultasi dengan dokter. Ini bertujuan agar dapat segera tertangani dan kelihannya masih terlihat jelas. Sehingga nantinya memudahkan dalam pengobatan,” sarannya.

Sebab gejala jamur kulit sangat mirip dengan penyakit kulit lainnya seperti “psoriasis viulgaris, dermartitis numularis, dan dermatitis atopic. Sehingga diperlukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin atau Dermatologi dan Venereologi lebih lanjut,” tambah Dokter Indriana.

Bagaimana Mengobati Infeksi Jamur?

infeksi jamur
Foto: www.freepik.com

Sebelum diobati, maka perlu didiagnosis secara pasti bahwa kamu mengalami infeksi jamur. “Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kerokan kulit yang bertujuan untuk mendapatkan jamur pada kulit yang terinfeksi. Kemudian bisa dilakukan kultur jamur untuk menentukan jenis jamur yang lebih spesifik,” jelasnya.

Untuk mengatasinya, “diperlukan adanya pengobatan secara topikal atau oles antijamur. Sementara untuk mengobati jamur pada rambut, produk ini dapat berupa sampo. Serta dengan pertimbangan dokter, bisa juga ditambahkan dengan meminum obat antijamur," katanya.

Bisakah Mencegah Terjadinya Penyakit Ini?

Foto: www.freepik.com

Meski tidak berbahaya, namun kita bisa mencegah infeksi jamur pada kulit. Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, yakni:

  • Tidak bertukar pakaian, handuk, topi, sisir, sepatu, atau kaus kaki dengan orang lain
  • Mandi dua kali sehari
  • Mengganti pakaian dan pakaian dalam setiap hari
  • Pada saat berolahraga cobalah untuk menggunakan pakaian yang mudah menyerap keringat
  • Menjaga kebersihan sepatu dan menjaganya agar tetap kering
  • Menjaga kulit agar tetap kering dan tidak lembap
  • Serta menjaga kesehatan kulit dari hewan peliharaan

Kesimpulan

Foto: www.xframe.io

Dokter Indriana menuturkan bahwa “karena kita tinggal di daerah yang memiliki iklim tropis, hal ini akan membuat kulit mudah terinfeksi jamur. Sehingga perlu memerhatikan cara pencegahan agar tidak mudah terinfeksi,” ujarnya.

Selain itu, jangan lupa untuk “memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Kulit bila terdapat gejala yang muncul. Dan patuhilah pengobatan yang dianjurkan hingga bisa sembuh,” sarannya.