Apakah Herpes Kelamin Bisa Ditularkan Lewat Dudukan Toilet? Ini Kata Ahli

herpes kelamin apakah bisa tertular dari toilet
Foto: www.freepik.com

Termasuk ke dalam infeksi menular seksual, ternyata herpes kelamin juga dapat berbahaya untuk kesehatan.

Sayangnya, terkadang beberapa orang tidak menyadari bahwa ia mengalami kondisi tersebut, sehingga mungkin saja penyakit ini bisa menyebar dengan mudah.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait penyakit herpes kelamin, LIMONE telah menghubungi dr. Indira Dharmasamitha, Sp.KK, seorang Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Apotek Viva Dirgayusa Jl Surapati No. 6 Denpasar Bali dan Founder Love Myself Dermatology, untuk menjelaskan terkait gejala dan cara mengobati penyakit menular seksual yang satu ini.

Apa Itu Herpes Kelamin?

herpes kelamin apakah bisa tertular dari toilet
Foto: www.canva.com

Menurut Dokter Indira, herpes kelamin atau herpes genitalis merupakan suatu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV).

“Jadi herpes genitalis ini dapat disebabkan oleh herpes simplex tipe satu atau dua. Biasanya herpes simplex tipe satu itu yang tipe umumnya dapat menyebabkan luka atau lecet pada daerah sekitar mulut kelamin. Tipe ini bisa ditularkan melalui kontak kulit dan dapat menyebar ke area genital melalui oral seks,” terangnya.

“Sementara untuk HSV tipe dua, biasanya ini yang sering menyebabkan herpes genital dan ditularkan oleh kontak seksual atau kontak kulit,” lanjutnya.

Apakah Penyakit Ini Berbahaya?

herpes kelamin apakah bisa tertular dari toilet
Foto: www.canva.com

Pada dasarnya, herpes genital merupakan salah satu penyakit infeksi menular seksual. “Jadi kalau ditanya berbahaya atau tidak, pastinya dapat menyebabkan efek samping, salah satunya adalah infeksi sekunder,” ujarnya.

Misalnya seperti luka lecet pada herpes genital yang tidak ditangani dengan baik, maka akan menyebabkan infeksi sekunder. Oleh karena itu, ada baiknya harus segera diobati, karena akan terasa sangat nyeri, terutama saat buang air kecil.

“Kalau misalnya merasa sakit, maka harus segera ke dokter spesialis kulit kelamin untuk segera ditangani dengan baik,” paparnya.

Apa Penyebab Seseorang Mengalami Herpes Kelamin?

Apa Penyebab Seseorang Mengalami Herpes Kelamin 1
Foto: www.freepik.com

“Herpes kelamin ditularkan melalui kontak seksual, baik itu secara vaginal, anal, atau oral dengan orang yang terinfeksi. Meski pengidap herpes genital tidak menunjukkan gejala, tetapi mereka akan menularkan penyakit ini kepada orang lain,” ungkap Dokter Indira.

Penting untuk diketahui bahwa herpes genital tidak bisa ditularkan melalui dudukan toilet, tempat tidur, atau kolam renang.

“Jadi kalau misalnya menyentuh benda seperti peralatan makan, sabun, dan handuk, tidak semudah itu untuk menularkan penyakit herpes genital,” jelasnya.

Biasanya, seseorang bisa mengalami herpes kelamin jika pasangan seksualnya membawa salah satu virus tersebut, baik itu HSV satu atau dua.

Apakah Herpes Genitalis Terbagi Menjadi Berbagai Jenis?

Apakah Herpes Genitalis Terbagi Menjadi Berbagai Jenis 1
Foto: www.unsplash.com

Sesungguhnya, herpes kelamin itu penyakitnya hanya satu, yakni herpes genitalis. “Tetapi penyebabnya yang ada dua, baik itu herpes simplex tipe satu dan herpes simplex tipe dua, namun keduanya bisa menyebabkan klinis herpes genitalis,” tuturnya.

Untuk cara penyebarannya, pastinya dengan kontak seksual, baik secara vaginal, anal, atau oral.

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan terjadinya risiko herpes genitalis, yakni:

  • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu
  • Hubungan seksual yang tidak aman atau tanpa pelindung
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Mengapa Terkadang Seseorang Tidak Menyadari Mengalami Herpes Genitalis?

Mengapa Terkadang Seseorang Tidak Menyadari Mengalami Herpes Genitalis 1
Foto: www.canva.com

Menurut Dokter Indira, herpes genitalis ini memang disebabkan oleh virus, yang mana sangat berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.

“Saat seseorang terkena kontak dengan herpes simplex virus dan kebetulan sistem kekebalan tubuhnya baik, itu biasanya tidak akan menimbulkan gejala. Sehingga sering kali tidak menyadari bahwa ia mengalami herpes kelamin atau membawa herpes simplex,” jelasnya.

Kemudian yang kedua, bisa saja karena penyebab virus dan terkandung dengan imun atau kekebalan tubuh seseorang.

Sebab terkadang, herpes simplex ini bisa sembuh sendiri karena gejalanya hanya lecet yang menyerupai bentuk sariawan di daerah kelamin.

“Sehingga ketika didiamkan saja, ia bisa sembuh sendiri, namun tergantung dari imunitas atau kekebalan tubuh kita.” tambahnya.

“Kalau misalnya ia bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan, artinya imunitas orang tersebut cukup baik, karena bisa melawan virus sehingga tidak terlalu parah dan tidak perlu memeriksakan ke dokter,” ungkapnya.

Namun ada beberapa kasus yang memang kondisi tubuhnya sedang melemah, dan saat terkena virus herpes simplex, ia bisa mengalami demam, nyeri hebat saat buang air kecil, merasa tidak nyaman.

Jika ini terjadi, maka harus memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

Bagaimana Gejala Herpes Genitalis?

Bagaimana Gejala Herpes Genitalis 1
Foto: www.canva.com

“Gejala dari herpes genitalis yang paling khas adalah adanya luka yang terbuka dan terlihat merah, biasanya disertai rasa nyeri atau terkadang gatal. Biasa kita menyebutnya seperti sariawan yang terjadi di daerah kelamin,” papar Dokter Indira.

Biasanya luka tersebut juga muncul lebih dari satu. Serta adanya rasa nyeri, gatal, atau perih di sekitar daerah genital atau anal, tempat munculnya luka tersebut.

“Tak jarang, penderita juga akan mengalami rasa nyeri ketika buang air kecil. Terkadang, sebelum atau saat muncul sariawan tersebut juga akan disertai dengan munculnya demam, kehilangan nafsu makan, lelah, dan muncul keputihan,” lanjutnya.

Bagaimana Mendiagnosis Herpes Kelamin?

herpes kelamin apakah bisa tertular dari toilet
Foto: www.freepik.com

Untuk diagnosis, umumnya dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara dengan pertanyaan seputar kontak seksual. Selain itu dilakukan juga pemeriksaan fisik apakah ada sariawan pada genital yang lebih dari satu atau disertai nyeri dan demam.

“Terakhir, juga bisa dipastikan dengan pemeriksaan laboratorium antibodi. Namun biasanya ini sangat jarang dilakukan, karena kebanyakan dokter spesialis kulit dan kelamin akan mendiagnosos dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik saja,” terangnya.

Ketika merasa adanya sariawan di daerah kelamin dan timbul gejala yang tidak nyaman seperti ketika buang air besar, keputihan, perih, dan mengganggu aktivitas serta keseharian, ada baiknya untuk langsung mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Benarkah Infeksi Herpes Kelamin Ini Bisa Berlangsung Seumur Hidup?

Benarkah Infeksi Herpes Kelamin Ini Bisa Berlangsung Seumur Hidup 1
Foto: www.canva.com

Menurut Dokter Indira, karena herpes genitalis disebabkan oleh virus, biasanya ketika imunitas kita membaik atau sudah mengalami pengobatan, maka virus tersebut akan dorman. Yang artinya tertidur, bukan hilang sepenuhnya.

“Sewaktu-waktu, ia akan bisa reaktivasi lagi. Hal ini biasanya terjadi ketika kondisi tubuh kita sedang drop atau kelelahan, sehingga imunitas menjadi turun, serta saat kita kontak seksual dengan seseorang yang membawa virus herpes simplex,” tuturnya.

“Jadi kalau dibilang berlangsung seumur hidup, mungkin maksudnya dorman atau virus akan tertidur di tubuh kita selamanya,” tegasnya.

“Karena pada dasarnya antivirus hanya untuk menurunkan dan tidak menyebabkan virus berkembang menjadi lebih jauh, serta klinisnya tidak menjadi lebih parah,” terang Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin ini.

Antivirus ini tidak mematikan atau menghilangkan virus tersebut. Oleh karenanya, saat kita sudah terkena herpes genitalis, maka perlu untuk menjaga kesehatan dengan pola hidup yang bagus dan kontak seksual yang aman.

Bisakah Herpes Kelamin Ini Diobati?

herpes kelamin apakah bisa tertular dari toilet
Foto: www.canva.com

Sesungguhnya, tujuan dari pengobatan herpes genitalis ini adalah mempercepat proses penyembuhan luka.

“Jadi biasanya pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi derajat keparahan dan durasi dari keluhan, serta untuk mengurangi frekuensi kekambuhan dan meminimalkan kemungkinan untuk menularkan virus ke individu lain atau pasangan seksual,” ujarnya.

Sehingga pengobatan dari herpes genitalis ini termasuk simptomasis, bisa tergantung dengan gejala.

“Misalnya ketika datang ke dokter spesialis kulit dan kelamin sebelum hari ketujuh, pasti akan diberikan antivirus. Serta diberikan informasi terkait perawatan luka yang harus steril, bagaimana cara mengompres luka, dan krim apa saja yang diberikan,” lanjutnya.

“Itu semua berdasarkan klinis. Jadi setiap orang akan berbeda penanganan serta pengobatannya, sesuai dengan gejala yang dialami,” tambah Dokter Indira.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Herpes Kelamin Ini Kembali Muncul?

Apa yang Harus Dilakukan Saat Herpes Kelamin Ini Kembali Muncul 1
Foto: www.canva.com

Dokter Indira memberi pesan bahwa ketika herpes genitalis ini kambuh, maka jangan panik.

Karena sebelumnya sudah mengalami hal yang sama, sehingga sudah tahu ciri-cirinya, sehingga ada baiknya untuk lengsung mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan pengobatan.

“Sebaiknya, langsung berkonsultasi ketika gejala ini muncul sejak awal, atau luka lecetnya tidak lebih dari tujuh hari,” sarannya.

“Ketika kambuh, yang pertama harus dilakukan adalah menjaga kebersihan di daerah kelamin, dengan membersihkan luka dan memberikan obat oles yang diresepkan langsung oleh dokter,” ujarnya.

Kemudian yang kedua adalah menjaga kondisi badan, dengan tidur yang cukup, minum vitamin, dan jangan begadang. “Yang ketiga, lakukan gaya hidup sehat, termasuk kontak seksual yang sehat,” anjurnya.

“Jangan dulu kontak seksual ketika mengalami herpes genitalis. Karena kemungkinan hal tersebut bisa menularkan lebih tinggi, dan risiko tertular pun lebih tinggi,” pesannya.

Adakah Risiko yang Bisa Meningkatkan Terjadinya Herpes Genitalis?

herpes kelamin apakah bisa tertular dari toilet
Foto: www.unsplash.com

Pada dasarnya, ada beberapa risiko yang bisa meningkatkan terjadinya penyakit yang satu ini. “Yang pertama adalah memiliki pasangan seksual yang lebih dari satu,” ujarnya.

“Kemudian, tidak menggunakan pengaman atau kondom saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang tidak jelas status STD-nya atau infeksi menular seksualnya.” ungkapnya.

“Meski hanya oral seks, itu tetap bisa menularkan herpes simplex virus, sehingga oral seks pun bisa meningkatkan terjadinya herpes genitalis,” tambahnya.

Bagimana Mencegah agar Tidak Mengalami Herpes Kelamin?

herpes kelamin apakah bisa tertular dari toilet
Foto: www.freepik.com

Dokter Indira memaparkan bahwa yang bisa kita lakukan untuk mencegah herpes genitalis adalah dengan abstinence atau tidak melakukan hubungan seksual.

“Jika memang ingin melakukan hubungan seksual, maka harus menggunakan kondom,” sarannya.

Kemudian, bisa juga dengan melakukan skrining atau pemeriksaan status infeksi menular seksual pada pasangan seksual secara berkala. Hindari juga melakukan seks oral, karena hal tersebut bisa menularkan herpes genitalis.

“Jika menggunakan sex toys, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu, kemudian pasangkan kondom pada alat tersebut,” ujarnya.

Kesimpulan

Berkonsultasi dengan Dokter 1
Foto: www.freepik.com

Sering kali, pasien mengunjungi dokter setelah hari keempat atau kelima, bahkan hingga kondisi herpes genitalisnya sudah parah.

Menurut Dokter Indira, sebaiknya jika sudah mengalami gejala seperti sariawan yang lebih dari satu di daerah genital, serta timbulnya meriang, demam, pegal-pegal, dan rasa nyeri, sebaiknya langsung segera mengunjungi dokter.

“Tidak perlu malu mengunjungi dokter untuk memeriksakan penyakit di daerah kelamin,” tuturnya.

“Karena penting sekali untuk diketahui, jangan sampai terjadi komplikasi terkait penyakit ini. Sebab jika sudah terjadi komplikasi, misalnya luka atau lecetnya menjadi infeksi sekunder yang kemudan menjadi abses, itu jauh lebih sulit untuk diobati,” lanjutnya.

Sehingga, lebih baik saat sudah terjadi kelainan pada daerah genital dan sudah mengganggu ketika buang air kecil, tidur, atau beraktivitas, segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin.