Serangan Panik – Apakah Serupa Dengan Gangguan Kecemasan? Ini Kata Psikiater

gejala dan penyebab serangan panik
Foto: www.unsplash.com

Pernahkah kamu merasa sangat panik dan merasakan jantung berdebar kencang? Jika hal itu pernah dialami beberapa kali dan terasa sangat mengganggu, maka kamu perlu waspada karena bisa saja itu merupakan gejala dari serangan panik.

Meski beberapa orang menganggap bahwa serangan panik merupakan hal yang serupa dengan gangguan kecemasan, namun nyatanya ada perbedaan yang perlu diketahui terkait kedua kondisi ini.

Karena tidak boleh dianggap sepele, LIMONE pun menghubungi dr. Ida Rochmawati, M.Sc., Sp.KJ (K), seorang Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari RS PKU Muhammadiyah Wonosari dan RSUD Wonosari.

Gulir terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang penanganan serangan panik yang tepat dan perbedaanya dengan gangguan kecemasan.

Apa Itu Serangan Panik?

gejala dan penyebab serangan panik
Foto: www.unsplash.com

Dokter Ida menjawab bahwa serangan panik adalah kecemasan akut yang datang secara tiba-tiba, dengan atau tanpa stimulus.

“Umumnya ditandai dengan sensasi fisik berupa pusing, mual, dada berdebar, napas pendek, keringat dingin, ketegangan otot, gemetar, dan ketakutan ekstrem di mana seolah-olah nyawa berada di ujung tanduk,” jelasnya.

Apa Penyebab Seseorang Mengalami Serangan Panik?

apa penyebab seseorang mengalami serangan panik 1 | | Serangan Panik – Apakah Serupa Dengan Gangguan Kecemasan? Ini Kata Psikiater
Foto: www.unsplash.com

Menurutnya, seseorang bisa mengalami panic attack yang pertama bisa disebabkan dari sisi psikodinamik.

“Adanya beban psikologis yang relatif berat atau lama, yang ditekan atau dipendam sedemikian rupa, dan pada situasi tertentu menimbulkan luapan emosi yang tidak terkendali berupa reaksi kecemasan akut,” ungkap Dokter Ida.

Kedua, bisa disebabkan dari sisi neurobiologi, di mana adanya ketidakseimbangan neurotransmiter di otak, terutama serotonin, dopamine, dan norepinefrin.

“Sedangkan dari aspek otak adalah karena ada reaksi dari bagian otak yang sangat sensitif yakni amigdala, yang merespons adanya ancaman yang sifatnya subjektif. Sehingga memicu reaksi saraf motorik dan otonom untuk bersiap siaga menghadapi bahaya,” jelas Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa.

Apakah Panic Attack Merupakan Kondisi yang Berbahaya?

apakah panic attack merupakan kondisi yang berbahaya 1 | | Serangan Panik – Apakah Serupa Dengan Gangguan Kecemasan? Ini Kata Psikiater
Foto: www.unsplash.com

Jika berbicara akibatnya secara fisik, serangan panik sebenarnya tidak menyebabkan kematian atau kerusakan organ. Sehingga berbeda dengan serangan jantung.

“Sifat dari kondisi ini memang attack, hanya serangan sesaat dan kemudian di antara dua periode serangan tersebut, seseorang bisa kembali normal,” ujar Dokter Ida.

Kondisi ini mungkin agak berbeda dengan diagnosa gangguan cemas menyeluruh, yang gejalanya bisa berlangsung hampir sepanjang hari meski tidak seberat serangan panik.

Karena pada serangan panik, gejalanya akan timbul mendadak, kemudian bisa normal kembali, dan bisa muncul kembali.

Apakah Serangan Panik dan Gangguan Cemas Menyeluruh Hal yang Serupa?

apakah serangan panik dan gangguan cemas menyeluruh hal yang serupa 1 | | Serangan Panik – Apakah Serupa Dengan Gangguan Kecemasan? Ini Kata Psikiater
Foto: www.pexels.com

Panic attack dan gangguan cemas menyeluruh memiliki persamaan, yakni manifestasinya yang berupa gejala cemas,” katanya.

Jadi, gejala cemas itu terdapat kekhawatiran yang berlebihan kemudian terjadi ketegangan motorik di mana otot-otot menjadi kaku, dan gemetar. Kemudian ada hiperaktif dari sistem saraf otonom, dada yang berdebar, napas pendek, mual, dan sebagainya.

“Namun yang membedakan adalah serangan panik memiliki sifat akut dan relatif berat untuk si pasien, karena ada semacam ketakutan bahwa ia akan mati. Tapi kalau gangguan cemas menyeluruh, itu gejalanya tidak terlalu ekstrem, namun berlangsung hampir sepanjang waktu,” terangnya.

Bagaimana Gejala Serangan Panik?

bagaimana gejala serangan panik 1 | | Serangan Panik – Apakah Serupa Dengan Gangguan Kecemasan? Ini Kata Psikiater
Foto: www.unsplash.com

Dokter Ida menjelaskan bahwa terdapat beberapa gejala yang timbul ketika seseorang mengalami panic attack, yakni:

  • Pusing
  • Mual
  • Dada berdebar
  • Napas pendek
  • Keringat dingin
  • Otot menjadi kaku
  • Gemetar
  • Ketakutan bahwa ia akan mati

Bagaimana Mengobati Panic Attack?

gejala dan penyebab serangan panik
Foto: www.rawpixel.com

Psikiater yang satu ini menyatakan bahwa sebenarnya untuk mengunjungi dokter itu tergantung dengan kebutuhan.

“Bisa secara berkala sebagai bentuk pencegahan atau mendapatkan konsultasi meski mungkin saat itu ia sedang tidak mengalami serangan. Karena tujuannya adalah untuk memperbaiki persepsi dan edukasi,” ujarnya.

Akan tetapi, “menjadi agak wajib ketika memang serangan panik yang dialami terjadi beberapa kali. Karena untuk panic attack, intervensi yang utama memang obat, dan juga dibutuhkan psikoterapi konseling,” lanjutnya.

Pada dasarnya, dokter memiliki pedoman diagnosis berdasarkan ICD 10 atau DSM 5. “Dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara psikiatri, pemeriksaan laboratorium, atau pemeriksaan penunjang lainnya bisa diperlukan, untuk menyingkirkan diagnosa yang lain,” tuturnya.

Untuk cara mengobati panic attack, Dokter Ida menjelaskan bahwa serangan panik bisa diobati dengan dua pendekatan.

“Pertama dengan pemberian obat-obat psikofarmaka yang bertujuan untuk memperbaiki sistem keseimbangan neurotransmiter di otak. Kemudian yang kedua juga bisa dilakukan terapi, yakni cognitive behavioral therapy yaitu terapi yang memperbaiki cara berpikir dan cara berperilaku,” jelasnya.

Bagaimana Dampak Jika Kondisi Ini Diabaikan Terus-Menerus?

gejala dan penyebab serangan panik
Foto: www.pexels.com

Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang satu ini, kondisi yang diabaikan akan berdampak pada kecemasan yang berkepanjangan.

“Karena orang dengan serangan panik itu terkadang hanya dengan memikirkan saja bisa memicu reaksi. Tidak selalu pemicunya sesuatu yang sifatnya kasat mata,” tuturnya.

Karena dengan membayangkannya saja bisa muncul, hal ini akan berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan.

Sehingga ketika serangan panik ini terjadi secara berulang dan dalam jangka waktu yang lama, Dokter Ida menyarankan agar “individu tersebut harus minum obat secara teratur dan melakukan psikoterapi,” paparnya.

Bagaimana Jika Orang Terdekat Kita yang Mengalami Serangan Panik?

gejala dan penyebab serangan panik
Foto: www.canva.com

Ketika ada orang terdekat kita yang mengalami panic attack, maka yang pertama harus dilakukan adalah kita tidak boleh ikut panik. Karena semakin ikut panik, hal ini akan membuat yang bersangkutan semakin panik.

“Cobalah untuk berusaha menenangkannya, memandunya untuk lebih rileks, bernapas secara teratur, dan mendistraksi agar bisa melihat objek yang menenangkan,” sarannya.

Akan tetapi, bisakah mencegah agar tidak mengalami serangan panik?

“Bisa. Dengan cara memperbaiki pengetahuan, persepsi, dan minum obat secara rutin,” jawab Dokter Ida.

Kesimpulan

menenangkan diri 1 | | Serangan Panik – Apakah Serupa Dengan Gangguan Kecemasan? Ini Kata Psikiater
Foto: www.freepik.com

Serangan panik sebenarnya secara langsung tidak menyebabkan kematian. “Artinya relatif, tidak seperti penyakit jantung,” ujarnya.

“Dan kondisi ini sifatnya hanya attack, beberapa saat dan berlangsung paling tidak 15-20 menit. Kemudian akan pulih dengan sendirinya, asalkan individu tersebut bisa rileks dan memaknai ini dengan pemikiran yang positif,” jelasnya.

Karena biasanya, akan menjadi semakin panik jika kita mengembangkan pikiran kita sendiri. “Seperti menyangka bahwa ‘jangan-jangan saya sakit jantung’ atau ‘jangan-jangan saya mau mati’, persepsi itu dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis seseorang,” ujarnya.

error: Konten dilindungi !!