Serius: Apa Sebenarnya Fungsi Rambut Kemaluan?

fungsi rambut kemaluan
Ilustrasi: www.limone.id

Disebut pubic hair. Disebut juga jembut. Disebut juga rambut kemaluan. Setiap hari disentuh dan dibersihkan, tapi jujur saja jika ditanya ‘apa sebenarnya fungsinya’, mungkin kita akan menjawab dengan ‘hah’. Atau buru-buru mengecek Google. Super penasaran, LIMONE menghubungi dr. M. Indah Maharani, SpKK, FINSDV, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, dari PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia) dan Klinik Medivita Jakarta Barat untuk mengetahui fungsi rambut kemaluan. Dan, apakah aman jika dicukur?

Baca artikel ini sampai habis untuk mengetahui fungsi rambut kemaluan dan mengapa mencukurnya sampai habis tidak disarankan.

Apa Sebenarnya Fungsi Rambut Kemaluan (Pubic Hair)?

Foto: www.gettyimages.com

Dokter Indah menjelaskan bahwa pubic hair adalah rambut yang tumbuh di area sekitar kemaluan, meliputi area pubik (tonjolan tulang di atas kemaluan, di bagian bawah perut). “Pada sebagian orang, pubic hair ini bisa meluas sampai ke perut bagian bawah, lipatan paha bagian dalam, dan area sekitar anus,” tambahnya.

Dan berbicara tentang fungsi ini, beliau menerangkan bahwa rambut pubis atau rambut kemaluan memiliki peranan yang penting. Yakni, mengurangi friksi atau gesekan pada area kemaluan yang sensitif.

“Adanya rambut kemaluan ini berfungsi sebagai bantalan dan menahan gesekan langsung dengan kulit di bawahnya yang terbilang sensitif. Dengan demikian, rambut pubis ini mengurangi risiko lecet akibat gesekan ketika beraktivitas, misalnya gesekan dengan pakaian,” paparnya.

Dokter Indah menambahkan, lecet bisa menimbulkan luka pada kulit yang dapat menyebabkan mudahnya kuman masuk ke dalam jaringan kulit sehingga dapat menyebabkan infeksi atau masalah kulit lainnya. 

Wow. Informasi ini benar-benar mulut ternganga. Ternyata rambut-rambut yang cenderung kita ‘take it for granted‘ itu memiliki fungsi yang super penting.

Mengapa Rambut Kemaluan Sering Dicukur?

fungsi rambut kemaluan
Foto: www.gettyimages.com

Jika memang rambut kemaluan memiliki peranan yang penting, mengapa sebagian orang memilih mencukurnya?

“Biasanya sebagian orang mencukur rambut pubisnya karena alasan estetika,” jelasnya. “Misalnya hendak memakai bikini atau pakaian renang yang agak terbuka. Kemudian hal ini menjadi kebiasaan pada sebagian individu,” lanjutnya.

Jadi?

“Mencukur habis rambut kemaluan sebenarnya tidak disarankan,” anjur Dokter Indah. “Karena selain menghilangkan fungsinya sebagai pelindung kulit dari gesekan, kegiatan mencukur, mencabut, ataupun mem-wax rambut kemaluan dapat melukai kulit pubis yang sensitif.” terangnya.

Lebih lanjut, kegiatan mencukur bisa menyebabkan lecet akibat pisau cukur dan berpotensi menimbulkan bisul atau infeksi pada kulit.

Selain itu, aktivitas mencukur, mencabut ataupun waxing, menurutnya sering kali menyebabkan timbulnya peradangan pada folikel rambut.

Meski begitu, bukan berarti dilarang menyentuh rambut kemaluan. “Menggunting rambut kemaluan supaya lebih rapih dan tidak terlalu panjang berlebihan, tetap boleh dilakukan,” ujarnya.

Dan yang terpenting adalah “menjaga kebersihan area tersebut dengan cara membersihkan secara saksama dan hindari kelembapan di area pubis dan genital,” tegasnya.

Mitos atau Fakta: Mencukur Rambut Kemaluan Membuat Area Sekitar Vulva Bersih?

Foto: www.freepik.com

Sekali lagi Dokter Indah menegaskan bahwa mencukur habis rambut pubik tidak disarankan.

Dan mencukur, “tidak ada hubungannya dengan kebersihan,” ujarnya. “Justru dengan mencukurnya, malah bisa menimbulkan risiko luka pada kulit, ataupun keluhan akibat gesekan pada vulva,” tambahnya.

Untuk memastikan area sekitar vulva bersih, menurutnya bisa dilakukan dengan cara membersihkan saat mandi, membasuh sampai bersih saat buang air dan selalu menjaga area genital tidak lembap.

“Selalu bersihkan saat mandi dengan sabun yang lembut. Dan basuh dan bersihkan setiap habis buang air, serta selalu keringkan area pubis dan genital setiap habis mandi dan setiap habis buang air,” anjurnya. Kamu bisa mengeringkannya dengan tisu kering, dan jangan biarkan pakaian (dalam) dalam keadaan lembap ataupun basah. 

Bagaimana dengan pemakaian antiseptik?

“Hindari penggunaan zat antiseptik secara berlebihan di area pubis dan genital untuk mencegah iritasi karena kulit di area tersebut tergolong lebih sensitif,” terangnya.

Plus: hindari pakaian yang terlalu ketat dan yang tidak menyerap keringat. “Apalagi jika digunakan dalam waktu yang panjang karena dapat menimbulkan lembap dan gesekan yang signifikan pada kulit,” Dokter Indah mengingatkan.  

Kesimpulan

Meski sekilas terlihat tidak signifikan, tapi ternyata rambut kemaluan atau pubic hair memiliki fungsi yang penting. Oleh itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan dan area di sekitarnya.

Dan jika seandainya kamu tetap ingin mencukur rambut-rambut tersebut, Dokter Indah menyarankan untuk sebaiknya tidak dilakukan pencukuran sampai habis, tapi “cukup merapikan seperlunya.”

Metode yang disarankan?

“Penggunaan gunting adalah yang paling aman karena tidak melukai kulit,” anjurnya.

“Jikalau pun situasi menyebabkan terpaksa harus mencukur atau mencabut rambut kemaluan, maka lakukan dalam keadaan bersih dan higienis. Bersihkan alat yang digunakan dengan alkohol dan pastikan area pubik dan rambutnya dalam keadaan bersih,” tekannya.

Selanjutnya: Ini alasan mengapa vagina terasa nyeri setelah berhubungan seks.