ICYDK: Uang Benar-Benar Penting dalam Sebuah Hubungan

Foto: www.gettyimages.com

Bukan bermaksud menomorduakan cinta, tapi menurut sebuah studi, dalam memilih pasangan, kita tidak hanya berdasar pada perasaan atau emosi, tapi juga kekayaan.

Untuk mengetahui kaitan antara pentingnya duit dan hubungannya dengan hubungan romantis, para peneliti dari Universitas Hongkong mengadakan dua eksperimen. Eksperimen ini melibatkan sejumlah mahasiswa China heteroseksual yang sudah menjalin hubungan pacaran lama. Sejumlah pasangan dibuat berpikir bahwa mereka kaya, sementara satu kelompok lagi dibuat berpikir bahwa mereka miskin.

Hasilnya, pada studi pertama mereka menemukan bahwa laki-laki kaya merasa kurang puas dengan kondisi fisik pasangan perempuannya dan lebih tertarik pada hubungan jangka panjang. Hal berbeda terjadi pada mereka yang merasa mereka memiliki lebih sedikit uang.

Bagaimana dengan wanita? Perempuan yang merasa kaya tidak mempunyai tuntutan yang lebih tinggi tentang penampilan fisik laki-laki.

Sementara itu di studi kedua, didapati bahwa semua partisipan yang merasa kaya lebih mudah berinteraksi dengan lawan jenis yang lebih menarik secara fisik. Hal berbeda terjadi pada mereka yang tidak kaya.

Menariknya, seperti yang sudah diduga, lebih banyak laki-laki (baik dari kelompok kaya atau miskin) daripada perempuan yang memilih lawan jenis yang lebih atraktif.

“Kami memperhatikan bahwa pria kaya lebih memasang standar tinggi dalam hal penampilan fisik dan lebih memilih hubungan jangka pendek dibandingkan mereka yang tidak punya duit,” kata Professor Darius Chan, salah satu peneliti tersebut.

Sementara pada perempuan, duit bukan faktor paling penting dibandingkan komitmen jangka panjang. Kenapa? Karena kehilangan hubungan jangka panjang memiliki risiko kehilangan kemampuan reproduksi. Yep, ini ada hubungannya dengan kemampuan memiliki anak.

Meski studi ini dilakukan pada budaya tertentu, hal ini memperlihatkan bahwa kekayaaan memiliki peran penting dalam memilih pasangan.

“Meskipun hal ini pasti masih perlu didalami, tapi kami percaya penemuan kami ini bisa ditemukan di budaya yang berbeda, karena mekanisme dasar pemilihan pasangan bisa ditemukan sama di berbagai budaya,” kata Chan.

Selanjutnya: Apakah ini saat tepat membeli rumah? Ini penjelasannya.