Berminat Melakukan Diet Water Fasting? Baca Dulu Penjelasan Ahli Ini

efek samping diet water fasting
Foto: www.canva.com

Meski mudah untuk dilakukan, namun ternyata diet water fasting menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Soalnya, pengaturan pola makan yang satu ini terasuk ke dalam diet golongan berat.

Untuk mengetahui serba-serbi jenis diet yang satu ini, LIMONE telah menghubungi Yulia Warda, S.Gz, seorang Ahli Gizi dari Layanan Konsultasi Gizi Nutri Health Indonesia, yang akan memberikan penjelasan terkait manfaat dan efek samping dari diet water fasting yang wajib untuk diketahui.

Apa Itu Diet?

efek samping diet water fasting
Foto: www.canva.com

Pada dasarnya, diet adalah pengaturan pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuh. Namun diet oleh masyarakat umum dikenal untuk menurunkan berat badan.

“Padahal, diet tidak selalu untuk menurunkan berat badan, karena beberapa orang melakukan diet atas anjuran dokter dan ahli gizi,” ujarnya.

“Hal tersebut disebabkan karena adanya kondisi khusus yang mengharuskannya untuk mengatur pola makan. Misalnya penderita diabetes, hipertensi, GERD, dan lainnya yang harus menghindari atau membatasi makanan tertentu,” tambahnya.

Diet Water Fasting, Apa Perbedaannya dengan Jenis Diet Lainnya?

Diet Water Fasting Apa Perbedaannya dengan Jenis Diet Lainnya
Foto: www.canva.com

Menurut Yulia, diet water fasting dilakukan dengan hanya meminum air putih saja, tidak mengonsumsi makanan atau minuman selain air putih.

“Berbeda dengan intermittent fasting yang memperbolehkan kita untuk minum air yang non kalori seperti teh atau kopi,” katanya.

“Dalam beberapa penelitian yang dilakukan oleh Oglodek (2021) dan Finnel (2018), menyebutkan bahwa water fasting memberikan beberapa manfaat pada tubuh, yaitu penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dan penurunan tingkat stres,” ujarnya.

Selain itu, manfaat lainnya adalah perubahan komposisi tubuh atau penurunan berat badan dan masa lemak tubuh, peningkatan skor kolesterol, dan peningkatan jumlah sel darah.

Benarkah Diet Ini Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan?

Benarkah Diet Ini Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan
Foto: www.unsplash.com

“Dalam penelitian yang dilakukan oleh Oglodek dan Pilis di Polandia pada tahun 2021, mengatakan bahwa water fasting (WF) selama delapan hari efektif dalam penurunan berat badan dan massa lemak tubuh, serta penurunan tingkat stres,” tuturnya.

Pada penelitiannya setelah melakukan WF selama delapan hari, semua subjek ditemukan tetap aman. Namun muncul efek metabolik yang merugikan, seperti dehidrasi, hiperurisemia, penurunan konsenterasi glukosa serum, dan hiponatremia.

Sehingga diet water fasting satu ini tidak disarankan untuk dilakukan dalam jangka waktu lama.

Bagaimana Cara Melakukan Diet Water Fasting yang Tepat?

efek samping diet water fasting
Foto: www.canva.com

Diet puasa ini mungkin memiliki beberapa manfaat kesehatan. Namun menurut Ahli Gizi yang satu ini, terdapat risiko yang harus diwaspadai.

“Untuk diet water fasting, dapat dilakukan selama dua hingga tiga hari dan masih bisa dilakukan dalam waktu delapan hari dengan pengawasan tenaga kesehatan. Sebelum melakukan WF ada baiknya untuk makan dalam porsi kecil selama tiga hingga empat hari sebelum melakukan WF,” saran Yulia.

“Saat WF berlangsung, disarankan untuk minum air putih sebanyak dua hingga tiga liter per hari. Setelah selesai melakukan diet WF, ada baiknya untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, dan meningkatkan asupan secara perlahan untuk mencegah refeeding syndrome,” lanjutnya.

Untuk jangka waktu diet WF, maka kamu bisa melakukannya selama dua hingga tiga hari. Dan pada penelitian yang dilakukan oleh Oglodek dan Pilis di Polandia, WF masih bisa dilakukan dalam waktu delapan hari, asalkan dengan pengawasan tenaga kesehatan.

“Selama menjalani WF, kecukupan konsumsi air putih harus diperhatikan untuk menghindari risiko dehidrasi,” ungkapnya.

Benarkah Dianjurkan untuk Tidak Mengonsumsi Makanan atau Minuman?

Benarkah Dianjurkan untuk Tidak Mengonsumsi Makanan atau Minuman
Foto: www.freepik.com

Yulia menjelaskan bahwa pada dasarnya, manusia membutuhkan asupan gizi yang lengkap setiap harinya. Nutrisi ini harus didapatkan dari menu makanan lengkap gizi pokok (karbohidrat), lauk pauk (protein hewani dan nabati), serta sayur dan buah.

“Kemudian diimbangi dengan mengonsumsi cairan yaitu air putih yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Atau pada umumnya sebanyak delapan gelas per hari,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli gizi ketika berniat untuk melakukan diet water fasting.

“Satu minggu sebelum berencana melakukan diet WF cobalah untuk konsultasi terkait kondisi kesehatan tubuh, apakah memungkinkan untuk melakukan jenis diet yang satu ini. Serta untuk membuat perencanaan makanan selama fase pradiet WF, fase diet WF, dan fase pascadiet WF,” terang Ahli Gizi yang satu ini.

Benarkah Diet Water Fasting Tidak Bisa Dilakukan oleh Semua Orang?

Benarkah Diet Water Fasting Tidak Bisa Dilakukan oleh Semua Orang
Foto: www.xframe.io

Yulia membeberkan bahwa penelitian tentang terapi puasa (atau puasa untuk mengatasi masalah medis) telah menemukan bahwa diet tersebut mungkin tidak aman bagi orang dalam kondisi tertentu, seperti:

  • Pernah mengalami gangguan makan
  • Penyakit tiroid
  • Penyakit organ
  • Kelemahan atau pengecilan otot
  • Mengidap penyakit kronis lainnya

“Beberapa ahli juga menyarankan agar menjauhi diet puasa air jika kamu sedang hamil atau menyusui, depresi, dalam pengobatan. Serta ketika berat badan yang kurang, atau menderita diabetes,” tuturnya.

Lantas, bagaimana jika kita mengalami efek samping dari diet water fasting?

“Konsultasikan kepada dokter dan ahli gizi terkait efek samping apa saja yang muncul. Kemudian evaluasi apakah diet water fasting ini masih memungkinkan untuk dilanjutkan,” jawabnya.

Kesimpulan

efek samping diet water fasting
Foto: www.canva.com

Menurut Ahli Gizi yang satu ini, diet water fasting termasuk ke dalam diet golongan berat.

“Bahkan jika kamu hanya berpuasa untuk waktu yang singkat dan tidak termasuk ke dalam salah satu kelompok berisiko. Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi sebelum memulai diet water fasting,” sarannya.