Olahraga Malam Tidak Membuat Susah Tidur, kata Sebuah Studi

olahraga di malam hari
Foto: www.rawpixel.com

Siapa di sini yang memilih untuk tidak melakukan olahraga di malam hari karena takut tidak bisa tidur? Uh-uh, LIMONE termasuk dalam kelompok ini. Untungnya, sebuah penelitian baru yang diterbitkan di Experimental Physiology memberi lampu hijau. Yakni, olahraga dengan intensitas tinggi di malam hari selama 30 menit tidak membuat susah tidur, dan bahkan bisa mengurangi rasa lapar.

Apa yang Dilakukan Penelitian Ini?

Untuk mencari tahu apakah olahraga di malam hari mempengaruhi pola tidur, para peneliti dari Charles Sturt University di Australia merekrut 11 laki-laki paruh baya untuk menyelesaikan tiga uji coba eksperimental. Hal ini untuk menginvestigasi apa efeknya bagi tidur dan selera makan jika olahraga dilakukan pada pagi hari (pukul 6 – 7), sore (pukul 2 – 4) dan malam (pukul 7 – 9).

Di dalam eksperimen ini, para partisipan diwajibkan untuk melakukan olahraga bersepeda dengan intensitas tinggi, dan lari cepat. Sebelum dan sesudah olahraga, darah mereka diambil untuk mengamati hormon-hormon yang berhubungan dengan selera makan. Begitu pula selama tidur, berbagai tes dilakukan untuk mengamati pola tidur mereka.

Apa Hasilnya tentang Kaitan Olahraga Malam dan Tidur?

Hasilnya? Tidak hanya memperlihatkan bahwa tidak memiliki efek berbahaya bagi tidur, tapi juga tubuh mengeluarkan lebih sedikit ghrelin saat melakukan olahraga intensitas tinggi pada sore dan malam. Ghrelin adalah hormon yang menstimulasi rasa lapar.

Ohya, penelitian ini ingin menekankan bahwa satu kali olahraga intens bukan berarti langsung mengurangi rasa lapar. Namun yang pasti, studi ini memberikan bukti baru lagi bahwa malam hari bisa menjadi waktu yang tepat untuk berolahraga.

Meski begitu, penelitian ini mengakui bahwa studi ini masih membutuhkan investigasi lebih lanjut. Terlebih hanya dilakukan pada sejumlah kecil pria paruh baya, sehingga hasilnya masih sempit. Pasalnya, tidur dan selera makan dipengaruhi oleh jenis kelamin dan umur.

“Berikutnya, kami berharap untuk bisa melakukan studi yang sama terhadap perempuan,” ujar Penelope Larsen, penulis utama studi tersebut. Selain itu, karena penelitian ini hanya menginvestigasi satu kali olahraga. Selanjutnya mereka ingin mengetahui efek intensitas olahraga pagi, sore dan malam hari terhadap pola tidur jangka panjang dan selera makan.

Selanjutnya: Kamu ingin berolahraga di luar ruangan tapi takut susah nafas karena harus memakai masker? Coba cek rekomendasi dari dokter ini.

error: Konten dilindungi !!