Diet Vegan pada Anak Meningkatkan Risiko Kekurangan Vitamin A dan D

diet vegan
Foto: www.istockphoto.com
Terakhir diperbarui:

Perhatikan baik-baik kebutuhan gizi anak ketika menjalani diet vegan. Well, ini setidaknya adalah kesimpulan dari sebuah penelitian baru yang diterbitkan di jurnal EMBO Molecular Medicine. Studi ini menyimpulkan bahwa pola makan vegan memiliki efek besar pada metabolisme anak. Level serum biomarker untuk vitamin A dan D, jenis kolesterol dan asam amino esensial lebih rendah secara signifikan pada anak yang menjalankan diet vegan. Hal ini dibandingkan dengan anak yang melakukan diet omnivora sesuai dengan usia mereka.

Apa yang Dilakukan Penelitian Ini?

Diet vegan memang sedang populer terutama di kalangan orang dewasa. Alasannya bermacam-macam mulai dari pola makan tersebut lebih ramah lingkungan hingga dianggap lebih sehat. Oleh karena sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani, pelaku diet ini selalu disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin B12, vitamin, dan yodium.

Melibatkan 40 anak sehat di sejumlah daycares di Helsinki, peneliti ini mempelajari nutrisi dan metabolisme mereka secara menyeluruh. Anak-anak ini ada yang menjalankan pola makan vegan, vegetarian, atau omnivora sesuai dengan pilihan keluarga masing-masing. Status asupan nutrisi, biomarker metabolik dan mikronutrien diteliti dengan seksama.

Apa yang Terjadi pada Anak yang Menjalani Diet Vegan?

Hasilnya? Peneliti ini menemukan anak-anak yang menjalankan diet vegan memiliki level vitamin D yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan anak yang tidak memiliki diet khusus. Padahal anak-anak yang melakukan diet vegan ini sudah mengonsumsi suplemen vitamin D dengan teratur. Plus, sampel darah ini dikumpulkan di akhir musim panas. Tidak hanya itu, status vitamin A mereka juga lebih rendah. Level kolesterol LDL dan HDL, asam amino esensial juga rendah. Selan itu, level docosahexaenoic acid, sebuah jenis asam lemak yang berperan penting dalam perkembangan fungsi visual juga rendah, sementara level folat pada anak vegan sangat tinggi.

Para peneliti ini menekankan penemuan ini mengindikasikan bahwa dibutuhkan studi lebih banyak dan bear untuk mengetahui konsekuensi diet vegan pada anak-anak.

“Penelitian kami mengindikasikan bahwa efek-efek kesehatan dari diet ketat pada anak tidak bisa diambil kesimpulannya dari studi-studi yang dilakukan pada orang dewasa. Selain asupan vitamin D, [orang tua] juga harus memperhatikan bahwa asupan vitamin A dan protein dari sumber berbeda juga cukup,” kata Topi Hovinen, salah satu peneliti.

Selanjutnya: Apakah Diet Vegetarian Aman untuk Ibu Hamil?