Studi Baru: Pengantin Baru yang Memiliki DNA Ini Lebih Puas dengan Pernikahannya

DNA
Foto: www.unsplash.com

Siapa yang menyangka jika DNA memiliki kaitan dengan kepuasaan terhadap hubungan! Well, menurut sebuah penelitian baru dari Universitas Arkansas DNA ada kaitannya dengan kebahagiaan pernikahan, setidaknya pada tahun-tahun pertama, alias pengantin baru.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kepuasaan pernikahan cenderung tinggi di awal lalu menurun. Nah, peneliti ingin mengetahui apakah kesulitan menjaga kepuasaan pernikahan di masa-masa awal pernikahan ada hubungannya dengan faktor genetik.

DNA apakah itu? Sebuah variasi bernama "CC" di gen CD38 diasosiasikan dengan meningkatnya level rasa syukur. Menggunakan data dari sebuah studi genotipe pengantin baru, penelitian ini mengeksplor apakah ada korelasi antara variasi CD38 CC dengan level kepercayaan, pengampunan dan kepuasaan pernikahan. Dan menurut penelitian ini, individu yang memiliki variasi CC melaporkan memiliki faktor-faktor yang berkontribusi pada keberhasilan pernikahan, terutama rasa percaya.

Untuk studi ini, para ilmuwan mempelajari 142 pengantin baru (71 pasangan)) yang DNA-nya dikumpulkan tiga bulan setelah menikah. Selain itu, para partisipan juga menyelesaikan sebuah survei pada periode tersebut, plus setiap empat bulan selama tiga tahun. Di akhir studi, para peneliti membandingkan hasil survei dengan variasi CD38.

Hasilnya? Yah itu tadi, mereka dengan variasi spesifik tersebut melaporkan rasa puas yang lebih tinggi.

"Individu dengan CC merasa lebih bersyukur atas pasangan mereka, melaporkan rasa percaya yang lebih tinggi kepada pasangan mereka, lebih mudah memaafkan, dan lebih puas dengan pernikahan dibandingkan individu AC/AA," kata studi tersebut.

Apakah ini berarti hanya pengantin baru yang memiliki variasi CC yang akan puas dengan pernikahan mereka? Belum tentu.

"Jadi, bukan berarti mereka yang tidak memiliki genotipe CC yang pasti akan menghadapi masalah," kata Anastasia Mahkanova, penulis utama studi tersebut. "Hanya saja mereka sepertinya memiliki masalah dalam hal-hal tersebut, dan mereka harus berusaha lebih keras untuk mengatasi isu tersebut," katanya.

Baca Juga :  Arti Ekspektasi dan Cara agar Memiliki Pengharapan yang Sehat dalam Hubungan

Hm, mungkin ini berarti kita harus melakukan tes DNA sebelum menikah?

Selanjutnya: Begini cara mengidentifikasi perbedaan konflik biasa atau kekerasan dalam rumah tangga.