Bagaimana Cara Berdiplomasi Dengan Pasangan? Ini Tips Dari Ahli

diplomasi
Foto: www.rawpixel.com

Saat mendengar kata diplomasi, mungkin kamu akan teringat dengan kerja sama antar negara untuk menyelesaikan suatu konflik. Akan tetapi istilah ini juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hubungan rumah tangga. Meski artinya sama, akan tetapi pelaku kegiatannya beda, yang mana dalam hal ini merupakan pasangan suami-istri.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait diplomasi, LIMONE telah menghubungi Maharani Kusumaningrum, M.Psi., Psikolog, seorang Psikolog Klinis dari Spirit Psychology Center Semarang yang akan memberikan tips bernegosiasi dengan pasangan secara tepat.

Apa Itu Diplomasi?

diplomasi
Foto: www.canva.com

Maharani menjelaskan bahwa diplomasi merupakan “praktik komunikasi dalam sebuah hubungan. Semacam negosiasi yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik, menyampaikan keinginan, kepentingan, pendapat, atau pesan,” ujarnya.

“Hal ini bertujuan untuk menciptakan situasi dan kondisi win-win solution di antara kedua belah pihak. Juga termasuk di dalam hubungan pernikahan, antara suami dan istri untuk menciptakan situasi yang kondusif dalam sebuah pernikahan tersebut,” terangnya.

Apa Manfaat Bernegosiasi dengan Pasangan?

Foto: www.canva.com

Menurut Psikolog Klinis yang satu ini, diplomasi dapat bermanfaat dalam hubungan pernikahan, di antaranya adalah:

  • Menciptakan hubungan yang lebih kondusif
  • Menjalin terjadinya komunikasi yang lebih baik
  • Menciptakan situasi win-win solution
  • Menjadi pilar kokohnya jalinan pernikahan dalam jangka panjang

Untuk mengaplikasikan bentuk negosiasi ini dengan pasangan, kamu bisa melakukannya kapan pun. “Namun yang terpenting adalah terdapat kemauan antara suami dan istri untuk saling membuka hati. Serta juga mau untuk mendengarkan, bukan hanya ingin didengar dan dimengerti saja,” tuturnya.

Apakah Negosiasi Menjadi Tanda Bahwa Kita Tidak Setuju?

diplomasi
Foto: www.canva.com

Mungkin sebagian orang menganggap bahwa terjadinya diplomasi merupakan salah satu bentuk dari ketidaksetujuan terhadap sebuah keputusan. Namun menurut Maharani, hal tersebut tidak selalu sebagai bentuk ketidaksetujuan.

“Karena bisa saja kita setuju dengan pendapat pasangan, namun memiliki cara yang berbeda dalam menyampaikan pendapatnya. Atau  menjadi sebuah cara lain untuk menambahkan sudut pandang baru ke pasangan,” ujarnya.

Jadi, bernegosiasi ini tidak harus selalu mengenai sesuatu yang berbeda atau bertentangan sama sekali dengan apa yang kita pikirkan. Sehingga memang bisa dilakukan kapan pun, asalkan kedua pasangan sama-sama ingin berdiplomasi.

Bagaimana Cara yang Tepat Untuk Berdiplomasi dengan Pasangan?

Foto: www.canva.com

Meski dapat dilakukan kapan pun, namun kamu tetap perlu melakukan cara diplomasi yang tepat. Hal ini perlu dilakukan agar nantinya kegiatan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan bersama yang menguntungkan dua belah pihak, baik istri maupun suami.

Maharani menyarankan agar “sebaiknya diplomasi dengan pasangan dilakukan ketika situasi dan tempat cukup mendukung. Misalnya saat melakukan quality time berdua. Sehingga suasana hati keduanya cukup mendukung untuk saling membuka hati dan mendengarkan satu sama lain,” anjurnya.

Sehingga nantinya dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya konflik dan kesalahpahaman. Namun, mungkin saja pasangan justru tidak ingin melakukan diplomasi. Lantas bagaimana jika pasangan tetap bersikeras tidak ingin bernegosiasi?

“Tidak perlu dipaksakan, sebab nantinya hal tersebut akan memberikan hasil yang tidak maksimal. Untuk itu, kamu bisa memberikan waktu dan menunggu hingga pasangan bersedia untuk melakukan negosiasi,” jawabnya.

Ia juga menambahkan bahwa bila perlu, “libatkan pihak ketiga untuk membantu mengkomunikasikan keinginan antar kedua pasangan. Supaya terciptanya komunikasi yang lebih baik,” tambah Maharani.

Bagaimana Jika Muncul Sebuah Konflik Saat Melakukan Negosiasi?

diplomasi
Foto: www.freepik.com

Tidak selalu berjalan mulus, mungkin saja diplomasi yang kamu lakukan dengan pasangan justru malah memicu timbulnya konflik baru. Jika hal ini terjadi, maka menurut Psikolog Klinis yang satu ini bukanlah masalah besar.

“Tidak masalah kalau ternyata negosiasinya malah menimbulkan konflik. Karena sebetulnya konflik juga merupakan salah satu penguat dalam sebuah pernikahan. Namun yang terpenting adalah bagaimana keduanya dapat menyelesaikan konflik yang terjadi, tanpa mendatangkan konflik yang baru,” jelasnya.

Kemudian yang terpenting adalah kamu dan pasangan dapat “menyampaikan secara jujur dan terbuka terkait keinginan dari masing-masing pihak dalam proses negosiasi tersebut,” tambahnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Saat akan melakukan diplomasi, jangan lupa untuk memerhatikan waktu, tempat, dan situasi di sekitar. Selain itu perhatikan pula suasana hati kita dan pasangan, serta cara menyampaikan pendapat dalam proses negosiasi tersebut. Agar nantinya hasil dari kegiatan ini dapat berdampak baik, bagi perempuan maupun laki-laki.

“Dalam bernegosiasi yang sehat, perlu kelapangan hati dan pikiran untuk saling mau memahami pasangan. Dan bukan hanya ingin dipahami saja. Cobalah untuk berempati dengan perasaan atau kondisi yang dialami pasangan saat bernegosiasi. Sehingga akan bisa lebih saling memahami, bukan malah menghakimi,” pesannya.