Dengarkan Baik-baik: Diet Ini Menjaga Kesehatan Pendengaranmu

diet yang mempertajam pendengaran
Foto: www.gettyimages.com

Temanmu memanggil berkali-kali—kamu tetap saja nggak noleh. Dia bilang, “urat leher sampai putus,” dengan mata melotot dan pandangan sebal. Pertama, kamu mungkin perlu mengunjungi dokter telinga, hidung dan tenggorokan terdekat. Kedua, mengadaptasi diet yang mempertajam pendengaran ini.

Studi Ini Ingin Mencari Tahu Diet Seperti Apa yang Baik untuk Pendengaran

Uh-uh. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di American Journal of Epidemiology menyatakan bahwa ada diet yang mempertajam pendengaran. Alias, pola makan yang spesifik bisa membantu memperlambat kehilangan pendengaran akibat usia.

Memang sih, sebelumnya sudah terdapat beberapa studi yang mengaitkan nutrisi dan makanan tertentu (seperti folate yang ditemukan di tumbuhan polong, sayuran hijau, dll) untuk mengurangi risiko kehilangan pendengaran. Namun, para peneliti di Brigham dan Women’s Hospital ini ingin mencari tahu pola makan spesifik apa yang bisa mempengaruhi sensivitas pendengaran. Untuk mendapatkan sebuah kesimpulan, mereka menyiapkan sembilan lokasi uji coba yang berbeda di Amerika. Lalu, melatih para audiolog untuk mengukur perubahan kemampuan pendengaran sejumlah orang dalam periode waktu tertentu.

Hasilnya Adalah….

Selama 20 tahun (yep, penelitian tersebut berlangsung selama itu) sejak proyek pertama kali dilakukan, para peneliti menemukan sesuatu yang cukup mengejutkan. Yakni, perempuan yang mengikuti diet DASH, Mediterania, dan Alternate Healthy Index-2010 memiliki risiko lebih rendah mengalami penurunan pendengaran terhadap frekuensi menengah. Itu adalah frekuensi suara manusia. Bahkan, risiko mengalami penurunan kualitas pendengaran lebih rendah pada suara-suara dengan frekuensi tinggi.

FYI, diet DASH—Dietary Approaches to Stop Hypertension—adalah diet tinggi serat dan rendah/moderat lemak. Alternate Healthy Index-2010 merupakan sebuah pola makan didesain untuk memerangi risiko penyakit kronis). Sementara Mediterania adalah diet dengan menu utama makanan dari tumbuhan dan gandum utuh (daging merah dimakan sesekali).

“Menariknya, kami mengamati bahwa mereka yang mengadopsi diet sehat cenderung memiliki risiko lebih rendah kehilangan pendengaran moderat atau parah,” kata Sharon Curhan, MD, salah satu penulis studi tersebut. Meski memang partisipan studi ini adalah perempuan kulit putih usia 50 sampai 60, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal yang sama berlaku untuk perempuan dari demografik lain. Akan tetapi, studi ini mengingatkan kita bahwa kesehatan telinga wajib diperhatikan dari sekarang. Tidak peduli berapa pun umur kamu.

“Persepsi awam adalah kehilangan pendengaran merupakan sebuah hal biasa yang merupakan bagian dari proses penuaan,” jelas Curhan. Dan penelitian ini membuktikan bahwa ada yang bisa kamu lakukan untuk mencegah atau memperlambat kehilangan pendengaran. Yaitu, dengan gaya hidup dan makanan. Jadi, ingat ya: ketika kamu makan salmon, tempe, tahu, brokoli, bayam, quinoa—kamu sedang menjaga kesehatan telinga. Dan juga kesehatan urat leher temanmu tadi.

Ohya, makan buah ini setiap hari bisa membuat kamu lebih sehat. Dan menyeduh kopi dengan metode ini mengurangi risiko diabetes tipe 2.