Studi Terbaru: Diet Rendah-Karbo Sehat Hanya Jika Kamu Melakukan Ini

diet rendah-karbo, rendah lemak
Foto: www.unsplash.com

Apakah kamu sedang rajin melakukan diet rendah-karbo, rendah-lemak? Pola makan yang lebih fokus pada jumlah karbohidrat atau lemak di makanan yang kamu nikmati dibandingkan makanan itu sendiri. Ada kabar terbaru untukmu: ternyata, kualitas makanan lebih penting daripada kuantitasnya. Ini adalah kesimpulan dari sebuah penelitian baru Harvard T.H. Chan School of Public Health yang menemukan bahwa diet low-carb, low-fat hanya efektif jika makanannya juga sehat. Aha!

Bagaimana Kesimpulan Ini Bisa Dihasilkan?

Data dari ribuan orang dewasa (tepatnya, 37.000 orang) berusia 20 tahun ke atas dianalisa oleh para peneliti. Diet mereka ditelaah berdasarkan level konsumsi lemak, protein, dan karbohidrat.

Dan ini yang dihasilkan ketika membandingkan diet rendah-karbo dengan tinggi-karbo dari perspektif umur panjang: tidak ada perbedaan yang signifikan. Akan tetapi, hasilnya berbeda ketika mereka membandingkan kualitas karbo. Menurut penelitian ini, mereka yang melakukan diet rendah-karbo tapi juga memenuhi piring mereka dengan “gandum utuh, sayuran non-tepung, buah utuh dan kacang-kacangan” memiliki risiko kematian dini lebih rendah. Jika dibandingkan dengan partisipan lain. Malah, menariknya: partisipan yang mengadopsi diet rendah karbohidrat atau rendah-lemak tapi mengonsumsi makanan dengan kualitas rendah ternyata memiliki risiko kematian dini lebih tinggi.

Apa Pesan Moral dari Penelitian Ini?

Seseorang yang mempraktikkan diet rendah-karbo belum tentu sehat. Menurut studi yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine ini: “Penemuan ini memperlihatkan bahwa kaitan antara mortalitas dengan diet rendah-karbo dan rendah-lemak tergantung pada kualitas dan sumber makronutrisi tersebut.”

Jadi, jika ada yang bilang bahwa: tidak penting sumbernya apa, yang penting jumlah karbo atau lemaknya rendah—ini merupakan sebuah kekeliruan. “Diskusi tentang manfaat kesehatan diet rendah-karbo atau rendah-lemak pada dasarnya bisa diragukan, kecuali sumber makanan lemak atau karbohidratnya dipertegas,” jelas Zhilei Shan, Ph.D., kepala penelitian tersebut.

Dan berbicara tentang lemak, ini adalah pola makan terbaik untuk mengurangi lemak di sekitar perut.

podcast button