Pola Makan Ini Bisa Mengurangi Risiko Diabetes pada Perempuan, Kata Studi Baru

diet Mediterania
Foto: www.gettyimages.com

Jika kamu sedang mencari-cari pola makan yang sehat, mungkin saatnya mempertimbangkan diet Mediterania. Pasalnya, semakin banyak studi yang menunjukkan kehebatan diet tersebut. Salah satunya, yang terbaru adalah sebuah studi baru yang diterbitkan di JAMA Network Open. Penelitian ini menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi diet Mediterania memiliki risiko 30% lebih rendah mengalami diabetes tipe 2.

Apa yang Dilakukan oleh Penelitian ini?

Dilakukan di Brigham and Women’s Hospital, Boston, Massachusetts, para peneliti mengamati data dari 25.000 partisipan dari Women’s Health Study, dengan masa waktu lebih dari 20 tahun. Meski studi awal tidak dimaksudkann untuk menganalisa diet, peneliti meminta peserta untuk melengkapi kuesioner frekuensi makanan. Hal ini untuk mendapatkan gambaran apa saja yang mereka makan tiap hari.

Menggunakan data ini, para peneliti melihat hubungan antara pola makan perempuan, diabetes tipe 2, dan faktor lainnya yang bisa menyebabkan penyakit metabolisme.

Untuk menemukan kaitan, para ilmuwan menanyakan kepada setiap partisipan untuk memberikan skor terhadap asupan diet Mediterania mereka dari nol hingga sembilan. Skor lebih tinggi untuk buah, sayuran, gandum utuh, kacang-kacangan, dan legume. Sementara skor menengah untuk konsumsi alkohol, dan skor rendah untuk daging olahan atau merah.

Mereka juga mengukur faktor-faktor vital lainnya, seperti kolesterol, lipoprotein di dalam tubuh, dan resistensi insulin untuk mencari tahu apakah partisipan memiliki penyakit bawaan.

Apa Manfaat Diet Mediterania?

Hasilnya? Perempuan yang mengonsumsi diet Mediterania di awal studi memiliki risiko 30% lebih rendah menderita diabetes tipe 2 dibandingkan yang tidak melakukan diet ini. Mereka yang tanpa resistensi insulin adalah kelompok dengan kemungkinan paling rendah mengalami diabetes.

Meski begitu, penelitian ini sifatnya terbatas. Sebut saja, mayoritas perempuan di dalam studi adalah kulit dan berpendidikan. Plus, semua partisipan bekerja sebagai tenaga medis. Selain itu, studi ini bersifat self-reported, sehingga belum tentu akurat.

Meski begitu, hasil studi ini merupakan sesuatu yang menjanjikan, dan mendukung pemikiran bahwa orang bisa mengurangi risiko menderita penyakit metabolik. Salah satunya dengan melakukan perubahan kecil dalam pola makan.

Jadi, sepertinya tidak ada salahnya menerapkan diet Mediterania ke dalam menu harian. Untuk yang butuh penyegaran ingatan, diet ini mendorong konsumsi lemak sehat seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, ikan berlemak. Plus, gandum, buah, sayuran dan legume.

Selanjutnya: Ini Cara Mengatasi Gula Darah Rendah Lewat Makanan.