Apakah Diet Mayo Cocok Untukmu? Ini Kata Spesialis Gizi

diet mayo
Foto: www.freepik.com

Jika kamu ingin menurunkan berat badan, pastinya sudah tidak asing dengan kata ‘diet mayo’. Pasalnya, katanya diet yang satu ini bermanfaat untuk membantumu menurunkan bobot tubuh dengan cepat. Namun tentunya, hal ini juga perlu didukung dengan aktivitas fisik yang dapat membuatmu memiliki pola hidup sehat.

Simak penjelasan dari dr. Raissa E Djuanda, M.Gizi., Sp.GK, seorang spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Puri Indah, RS MMC, dan Sawo 15 Menteng untuk mengetahui lebih lanjut terkait manfaat dan cara melakukan diet yang satu ini dengan tepat.

Apa Itu Diet Mayo?

diet mayo
Foto: www.rawpixel.com

“Diet ini awalnya dikembangkan oleh Mayo Clinic di Amerika Serikat, sehingga dikenal dengan nama diet mayo. Biasa dikenal dengan membatasi asupan karbohidrat dan garam. Tetapi sebenarnya asupan kalori keseluruhan juga dikurangi dengan jumlah yang berbeda-beda tergantung jenis kelamin dan berat,” jelasnya.

Dokter Raissa juga menegaskan bahwa selain menjalani program diet, diperlukan adanya perubahan pola hidup agar lebih sehat, seperti aktivitas fisik dan mengonsumsi banyak sayur serta buah-buahan. Tidak hanya itu, perlu juga memperbanyak asupan protein dan pembatasan asupan gula serta lemak.

Sedikit sejarah, diet mayo atau nama lengkapnya Mayo Clinic Diet adalah program manajemen berat badan yang diciptakan oleh ahli penurunan berat badan di Mayo Clinic. Diet ini fokus pada mengonsumsi makanan sehat yang rasanya enak dan meningkatkan aktivitas fisik. Falsafah diet ini adalah bahwa cara terbaik untuk menjaga berat badan adalah mengganti gaya hidup [lama] dan mengadopsi gaya hidup baru. Tentunya, menurut kebutuhan dan profil masing-masing individu.

Baca Juga :  Sudah Diet Tapi Tetap Kurus? Ini Cara Sehat Menambah Berat Badan

Pada dasarnya, Mayo Clinic Diet memiliki dua bagian:

Fase Kurangi Berat Badan (Lose It)!

Fase ini berlangsung dalam dua minggu dan didesain untuk segera mengurangi berat badan. Targetnya adalah 2,7 hingga 4,5 kilogram dalam tata cara yang sehat. Dalam fase ini, fokusnya gaya hidup yang bisa mengurangi berat badan.

Individu akan belajar lima kebiasaan sehat baru, dan sebagai gantinya meninggalkan lima kesehatan jelek, plus mengadopsi lima kebiasaan sehat lain sebagai bonus. Dikatakan bahwa fase ini seseorang akan bisa merasakan hasil yang cepat dan akan membuatmu mulai mempraktikkan kebiasaan baik yang akan terus dilakukan pada fase berikutnya.

Fase Tetap Lakukan (Live It)!

Selanjutnya, setelah berhasil melewati fase pertama adalah fase mempertahankan kebiasaan tersebut dalam jangka panjang. Dalam fase ini, kamu akan mempelahari tentang pilihan makanan, porsi, rencana menu, aktivitas fisik, olahraga dan terus melakukannya.

Dikatakan, jika tetap setia dan konstisten, maka dalam satu minggu berat badan akan berkurang 0,5 hingga 1 kilogram hingga akhirnya mencapai berat badan idealmu. Mayo Clinic Diet bialng bahwa fase ini akan membantumu menjaga target berat badan secara permanen.

Menurut Dokter Raissa, secara umum, pengaturan asupan makanan ini dapat dijalani oleh siapapun. Tetapi dengan batasan jangka waktu tertentu dan “sebaiknya dalam pengawasan dokter gizi. Terutama jika memiliki penyakit tertentu seperti jantung, ginjal, diabetes, atau penyakit ginjal,” paparnya.

Apa Manfaat Diet Mayo?

Foto: www.unsplash.com

Dengan menjalani diet mayo menandakan bahwa adanya perubahan pola hidup seseorang menjadi lebih sehat. Sehingga “manfaat yang dirasakan dapat beragam, seperti kehilangan berat badan,” tutur Dokter Raissa.

Adanya batasan karbohidrat dan garam ini menempatkan sayur dan buah menjadi asupan terbanyak. Namun asupan kalori juga perlu diperhatikan dalam diet mayo. Lantas, bagaiaman cara melakukan pengaturan asupan makanan yang tepat?

Baca Juga :  Tanya Ahli: Bagaimana Cara Menangani Malnutrisi?

“Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter, karena kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda dan menu diet akan disesuaikan dengan kondisi setiap orang. Jika belum memiliki kesempatan untuk konsultasi dengan dokter, kamu bisa menerapkan gaya hidup sehat terlebih dahulu. Seperti mulai batasi kalori harian yang masuk, mulai mengurangi porsi makan, garam, gula, dan minyak,” jawabnya.

Menurutnya, penting untuk memilih makanan yang sehat dan mulai aktif untuk berolahraga akan menjadi sebuah hal yang mendukung pelaksanaan diet mayo.

Adakah Efek Samping dari Diet Mayo?

Foto: www.freepik.com

Karena dilakukan dalam jangka waltu tertentu, salah satu dampak yang ditimbulkan yakni efek yoyo diet, kondisi di mana setelah turun berat badan, tak lama setelahnya terjadi kenaikan berat badan. Selain itu, diet mayo juga “bisa berisiko kekurangan gizi, dehidrasi, mulut kering, anemia, kelemahan tubuh, rambut rontok, dan sulit untuk berkonsentrasi,” ungkap Dokter Raissa.

Namun tidak disarankan untuk menjalani diet mayo dalam jangka waktu yang lama, karena dapat membatasi zat gizi tertentu dan kalori yang dapat membuatmu mengalami kekurangan gizi. Hal terpenting ketika menjalani pengaturan pola makan yang satu ini, yakni adanya dukungan dari orang sekitar atau keluarga.

“Jadi carilah lingkungan yang bisa mendukung ke perubahan gaya hidup yang lebih sehat,” ucapnya.

Ketika menjalani program diet ini, Dokter Raissa menyarankan untuk “jangan pernah melupakan kebutuhan cairan dan jangan menurunkan kalori terlalu ekstrim,” anjurnya.

Tidak hanya itu, ketika ingin memulai menjalani peraturan asupan makanan jenis ini maka perlu adanya konsultasi dengan dokter gizi sebelum memulai program. Serta, yang penting adalah “jangan dilakukan terlalu lama, hanya (disarankan) 2 sampai 3 minggu,” anjurnya.  

Kesimpulan

diet mayo
Foto: www.xframe.io

Berbeda dengan diet ekstrim lainnya, diet mayo memang mendorong pelakunya untuk menerapkan pola makan sehat dan diimbangi dengan aktivitas fisik dan olahraga yang teratur. Namun, seperti yang sudah ditekankan oleh Dokter Raissa, apa pun diet yang kamu pilih untuk memiliki hidup dan berat badan sehat, ada baiknya untuk mengunjungi dokter sebelum menerapkannya. Terlebih jika kamu memiliki riwayat kesehatan tertentu.

Baca Juga :  Apa Sebenarnya Definisi "Makanan Sehat"?