Tanya Ahli: Mengapa Reputasi Diet Keto Semakin Memburuk?

diet keto
Foto: www.gettyimages.com

Ah, diet keto. Tahun lalu tipe diet ini menjadi salah satu paling ngehits, termasuk di sekitar orang-orang terdekat LIMONE. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, tidak sedikit ahli yang menyuarakan kenegatifan diet ini. Intinya sih, sebagian besar mengatakan pola makan ini memaksa tubuh untuk mengubah lemak (bukan karbo) untuk menjadi bahan bakar tubuh (kondisi ketosis). Ada juga yang bilang, jika diet ini membatasi tubuh mendapatkan asupan dari makanan sehat seperti buah, gandum utuh, dan sayuran.

Eits, tidak hanya itu. Dalam daftar diet terbaik tahunannya, U.S. News and World Report meletakkan diet ketogenik ini di urutan terakhir—posisi ke-34 dari 35 (posisi terakhir diduduki Dukan Diet). Wedew. Untuk mengetahui apakah diet keto baik atau sebaliknya, LIMONE menghubungi Olivia Gresya, S.Gz, Ahli Gizi Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Karawaci.

Apa Itu Diet Keto dan Apa Kelebihannya Dibandingkan Diet Lain?

Foto: www.unsplash.com

“Diet keto adalah pola makan dengan tinggi lemak, protein sedang dan karbohidrat rendah. Diet keto memiliki prinsip yang hampir sama dengan diet Atkins, yaitu adanya pembatasan konsumsi karbohidrat,” jelas Olivia. Perbedaan keduanya: diet keto membatasi karbohidrat hingga di bawah 50 gram per hari sedangkan diet Atkins sebanyak 20 gram. “Pelaku diet keto pun membatasi konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang juga mengandung karbohidrat. Dengan mengurangi asupan karbohidrat yang merupakan sumber energi utama, tubuh memecah simpanan lemak yang ada di dalam tubuh sebagai sumber energi,” terangnya.

Ada berbagai alasan mengapa orang memilih diet ini. Menurut Olivia, salah satu alasan terbesarnya adalah ingin menurunkan berat badan. “Diet keto ini menjanjikan proses penurunan berat badan yang cepat,” tegasnya. Ini ada hubungannya dengan kepercayaan dengan anggapan bahwa karbohidrat = salah satu penyebab berat badan naik dan melonjak tinggi. Selain itu, oleh karena diet keto memperbolehkan mengonsumsi makanan sumber lemak dalam jumlah yang besar, menyebabkan “orang beranggapan bahwa diet keto masih memperbolehkan makan apa pun yang tinggi akan lemak.” Nah, siapa sih, yang tidak suka makanan berlemak? Iya ‘kan?

Apa yang Menyebabkan Reputasi Diet Keto Memburuk?

diet keto
Foto: www.gettyimages.com

Menurut Olivia, salah satu hal yang mungkin menyebabkan reputasi diet ini menurun adalah adanya efek samping yang dirasakan oleh mereka yang sudah melakukannya. “Kebanyakan yang menjalankan diet ini akan merasakan lemas, pusing dan efek samping lainnya. Banyaknya info mengenai efek ini membuat orang berpikir ulang untuk menjalankannya,” jelasnya.

Dan efek samping ini dialami oleh pria dan wanita.

Lebih lanjut Olivia menerangkan bahwa efek samping atau risiko jangka pendek dari diet ini adalah  sakit perut, sakit kepala, pusing dan kelelahan. Mengapa bisa begitu? “Perlu diingat pula bahwa karbohidrat jenis glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak. Jadi, saat kita mengonsumsi karbohidrat dengan jumlah yang sedikit, seseorang akan merasa pusing dan tidak dapat berpikir. Istilah jaman sekarang mungkin, ‘lemot‘. Selain itu, beberapa bahkan mengalami kesulitan tidur. Mengurangi asupan sayuran berserat tinggi, buah-buahan dan biji-bijian juga meningkatkan risiko sembelit bagi yang menjalankan diet keto.”

Dan jika kamu penasaran untuk risiko jangka panjangnya: penyakit batu ginjal, hati dan defisiensi atau kekurangan vitamin dan mineral seperti vitamin A, C, K dan folat. Menurutnya, diet tinggi lemak seperti ini pun meningkatkan risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung. “Diet ini masih banyak diteliti terutama terkait efek jangka panjang bagi yang menjalankannya. Jadi diet ini tidak direkomendasikan bagi pelaku diet terutama yang ingin menurunkan berat badan,” tekannya.

Sebenarnya, Diet Ini untuk Siapa? Dan Siapa yang Dilarang Melakukannya?

diet keto
Foto: www.gettyimages.com

Sedikit membicarakan latar belakang, Olivia menerangkan bahwa awalnya diet keto ini diperuntukkan bagi penderita epilepsi, terutama anak-anak. Tujuannya, untuk mengontrol kejang dengan pemberian obat minimal. “Pada diet ini lemak digunakan sebagai energi utama untuk membentuk benda keton yang berfungsi sebagai neurotransmitter untuk mencegah terjadinya kejang. Namun untuk menjalankan diet ini harus di bawah pengawasan dokter, ahli gizi dan tenaga-tenaga kesehatan lainnya. Diet ini tidak bisa dijalankan tanpa pengawasan tenaga kesehatan tersebut mengingat perlunya pengawasan ketat,” Olivia mengingatkan.

Jika itu adalah demografik yang tepat mengaplikasikan diet keto. Sementara itu, Olivia menuturkan bahwa untuk diet ini tidak dianjurkan untuk mereka yang memiliki penyakit liver atau hati, penyakit jantung empedu (kolestasis, kolelitiasis, kolesistisis, kolangitis), dan gangguan pankreas. “Juga penyakit dengan masalah tiroid, dan penyakit atau kondisi tertentu yang dianjurkan untuk menjalankan diet rendah lemak sesuai dengan anjuran ahli gizi.”

Sekali lagi Olivia mengingatkan bahwa banyak ahli gizi dari berbagai negara tetap tidak menyarankan diet ini dijalankan bagi pelaku diet penurunan berat badan yang sehat sekalipun. Yah karena itu tadi: adanya efek samping baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang pagi pelaku diet ini.

Apa yang Harus Kamu Tahu Seandainya Tetap Ingin Melakukan Diet Keto?

diet keto
Foto: www.gettyimages.com

Masih tertarik mencoba diet ini? Pertama dan utama: “Konsultasikan dengan ahli gizi untuk menjalankan diet yang tepat untuk menurunkan berat badan. Yang perlu diingat bahwa diet keto ini tidak dianjurkan,” Olivia menegaskan.

“Diet penurunan berat badan dengan gizi seimbang lebih dianjurkan mengingat tubuh kita membutuhkan asupan gizi seimbang yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Dan jangan hanya salahkan karbohidrat jika berat badanmu naik. Pasalnya, pada intinya kenaikan berat badan terjadi karena ada asupan kalori yang melebihi kebutuhan.

“Selain itu penurunan berat badan yang terlalu cepat dalam jangka waktu yang pendek memiliki risiko terhadap kesehatan tubuh seseorang. Penurunan berat badan 0,5-1 kilogram per minggu atau 2-4 kilogram per bulan merupakan batas amannya. Jadi, temui dan konsultasikan dengan ahli gizi untuk mendapatkan program diet yang tepat dan aman bagi kesehatan dalam jangka waktu yang panjang,” Olivia menganjurkan.

Penasaran mengapa berat badanmu sepertinya tetap bertambah meski sudah rajin olahraga? Mungkin ini penyebabnya.

podcast button