ICYDK, Tidur Terlalu Banyak Bisa Berdampak Negatif bagi Kesehatan Otak

terlalu banyak tidur
Foto: www.stocksy.com

Kita tahu bahwa kurang tidur bisa berbahaya untuk kesehatan otak dan tubuh, tapi adakah istilah ‘terlalu banyak tidur’? Jawabannya sepertinya ‘iya’ menurut sebuah studi baru dari Beijing. Peer-reviewed paper ini menunjukkan bahwa terlalu sedikit dan terlalu banyak tidur memiliki kaitan dengan penurunan kognitif yang lebih cepat.

Apa yang Dilakukan Penelitian ini?

Menggunakan data dari dua studi populasi jangka lama tentang penuaan, para peneliti studi baru ini melibatkan lebih dari 28.000 individual. Data yang digunakan adalah dari English Longitudinal Study of Ageing dan China Health and Retirement Longitudinal Study. Tujuannya? Untuk mencari tahu hubungan antara “pola tidur ekstrim” dan sistem kognisi dengan bertambahnya usia.

Kesimpulannya? Para peneliti menemukan bahwa semakin bertambahnya usia, para partisipan yang tidur kurang dari empat jam atau lebih dari 10 jam di malam hari mengalami penurunan mental yang lebih cepat. Hal ini dibandingkan dengan sebuah grup kontrol, yang memiliki waktu tidur tujuh jam setiap malam.

Menurut laporan tersebut, ini menunjukkan bahwa “fungsi kognitif harus dimonitor pada individual dengan waktu tidur yang tidak cukup (≤4 jam per malam) atau berlebihan (≥10 jam per malam).” Meski para peneliti mengakui bahwa dibutuhkan studi lebih lanjut tentang hal ini.

Apa yang Terjadi Jika Terlalu Banyak Tidur?

Studi ini juga menyebutkan bahwa hasil ini paralel dengan hasil sebuah studi yang dilakukan di 2016. Yakni, memejamkan mata dan terlelap lebih atau kurang dari tujuh jam berkaitan dengan penipisan wilayah kortikal di otak, bahkan pada orang dewasa dengan kognisi normal.

Jadi, berapakah durasi zzz… zzz… zzz yang disarankan? Kita sering kali mendengarkan angka ajaib ‘delapan jam’, tapi mengapa grup di studi ini hanya memejamkan mata selama tujuh jam?

Well, seperti yang kita tahu bahwa jumlah jam tidur yang dibutuhkan orang tergantung pada usia. Dan berhubung usia rata-rata para partisipan penelitian ini adalah 61 tahun, mereka membutuhkan durasi tidur sekitar tujuh hingga sembilan setiap malam.

Dan jika mau mengambil hikmah dari studi ini, sepertinya bisa dikatakan bahwa ada zona “aman” untuk menjaga kemampuan kognisi (antara empat hingga 10 jam). Kurang dari itu (kurang dari empat jam atau lebih dari 10 jam) bisa memberikan dampak negatif bagi otak. Namun memang tetap dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengonfirmasi dan mencari tahu alasan di balik hal ini.

Selanjutnya: Ini cara terlelap lebih cepat menurut seorang psikiatris.

podcast button