Tanya Ahli: Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Kita Melewatkan Waktu Makan?

melewatkan waktu makan
Foto: www.shutterstock.com

Salahkan pekerjaan yang tidak pernah ada habisnya. Atau salahkan Netflix. Atau salahkan teman yang selalu memiliki bahan obrolan gibah yang super panas. Yang pasti, sepertinya sebagian besar kita (bahkan orang yang paling rajin sekalipun) pernah melewatkan waktu makan. Apa yang terjadi saat waktu makan terlewatkan? “Tentunya kita akan merasa lapar,” terang Dr. Arif Sabta Aji, seorang ahli gizi, Founder askyourdietitian.id, Direktur millennialsvoice_id, dan Dosen Ilmu Gizi di Program Studi S1 Ilmu Gizi, Universitas Alma Ata Yogyakarta. 

Selain itu, apa efek yang terjadi jika kita melewatkan waktu makan? Baca terus untuk mendapatkan jawaban lengkap dan apa yang sebaiknya dilakukan saat “tidak sempat” makan.

Apa yang Terjadi Jika Kita Melewatkan Waktu Makan?

melewatkan waktu makan
Foto: www.unsplash.com

Seperti yang dikatakan oleh Dokter Arif tadi, kamu pastinya merasa lapar.

“Secara fisiologis, tubuh membutuhkan asupan makan yang teratur untuk menjaga proses kerja organ dalam tubuh tetap berjalan,” jelasnya kepada LIMONE. Dan tubuh akan tetap melakukan metabolisme untuk memberikan kebutuhan energi, bahkan ketika kita belum atau tidak makan.

“Bedanya adalah tubuh akan menggunakan cadangan energi yang disimpan di glikogen otot dan lemak pada jaringan lemak tubuh,” jelasnya. Itulah sebabnya, mengapa “frekuensi makan teratur penting untuk menjaga kebutuhan bahan bakar tubuh agar aktivitas metabolisme dalam tubuh tetap berlangsung,” tekannya.

Sebut saja kamu hanya sesekali melewatkan makan. Atau, bahkan sering banget? Apakah frekuensi ini memberikan efek yang berbeda?

“Jika kita terlalu sering melewatkan makan, maka akan terjadi peningkatan risiko kenaikan asam lambung dan bisa mengakibatkan gangguan yang dinamakan gastritis. Gastritis terjadi akibat peradangan pada dinding lambung. Selain itu, kadar glukosa darah juga akan rendah yang bisa menyebabkan kekurangan energi dalam tubuh sehingga kita akan mengalami sulit konsentrasi. Ini karena berkurangnya asupan gizi ke otak dan menjadi lebih mudah lelah/lethargy,” paparnya.

Apa yang Terjadi Jika Terlalu Lapar?

melewatkan waktu makan
Foto: www.unsplash.com

Untuk LIMONE, ketika merasa terlalu lapar, rasanya ingin menelan apapun, termasuk orang di sekitar dan makanan yang tidak sehat (terbayang fried chicken yang super crispy).

“Kondisi kekurangan energi yang diakibatkan karena melewatkan waktu makan kita dengan frekuensi sering, membuat tubuh kita dalam kondisi lapar dan masuk pada survival mode. Kondisi ini menyebabkan tubuh kita menginginkan untuk makan dengan jumlah atau porsi yang besar dan cenderung ingin mengonsumsi makanan yang cepat mengenyangkan,” terangnya.

Nah, makanan yang cepat menyenyangkan ini biasanya adalah makanan yang tinggi gula dan lemak.

Dan keinginan (atau cenderung disebut kalap) untuk menyantap makanan tidak sehat ini, juga disebabkan oleh peningkatan kortisol dalam tubuh. Pasalnya, tubuh mengalami stres akibat tidak makan pada periode waktu tertentu.

Dan saat kita terlalu lapar, entah kenapa kita juga cenderung makan banyak dan berlebihan.

Dokter Arif menerangkan bahwa kondisi ini sangat bisa terjadi.

“Otak kita cenderung akan memerintahkan kita untuk mengonsumsi makanan yang lebih banyak dengan analogi menutupi kekurangan asupan pada  waktu sebelumnya yang seharusnya kita mengonsumsi. Tetapi kita tidak melakukan itu. Oleh karena itu, kita sering sekali konsumsi dengan porsi dua kali lipat setelahnya,” jelasnya.

Oh, oh: apakah efek melewatkan makan sama dengan terlambat makan?

“Efeknya cenderung sama karena kedua kondisi tersebut membuat tubuh masuk dalam survival mode (kondisi lapar) dan meningkatkan risiko makan dengan porsi lebih banyak pada jam waktu makan selanjutnya,” ungkapnya. Namun, banyak atau sedikit porsi makan kita selanjutnya tergantung dari bagaimana kita bisa mengatur keinginan untuk tetap menjaga porsi makan sesuai kebutuhan, ujarnya.

Mengapa Sangat Penting Tidak Melewatkan Waktu Makan?

Foto: www.freepik.com

Silakan menyalahkan pekerjaan atau Netflix—tapi tetap saja kita yang memegang kontrol. Dan makan tepat waktu itu super penting.

“Penting untuk menjaga tubuh agar tidak terkena gangguan lambung atau gastritis dan mencegah kita untuk makan dengan porsi yang berlebihan di jam waktu makan selanjutnya,” tutur Dokter Arif.

Menurutnya, orang yang sering makan tidak tepat waktu sedikit banyaknya cenderung bisa memiliki status gizi baik kurang atau berlebih. Tentunya, hal ini juga tergantung bagaimana respon kita ketika mengonsumsi makanan setelah kita absen untuk tidak makan dalam jangka waktu tertentu.

“Masalah yang utama adalah bukan pada kenapa kita melewatkan waktu makan atau terlambat waktu makan, tetapi bagaimana kita mengonsumsi makanan setelah itu. Jika kita mengonsumsi makanan dengan porsi yang 2-3 kali lipat, maka kita akan meningkatkan risiko penambahan berat badan. Sebaliknya, jika dengan porsi sedikit, maka akan berakibat kita kekurangan asupan energi dan menurunkan performa aktivitas kita sehari-hari,” paparnya.

Namun, oleh karena kita adalah manusia biasa yang penuh kekurangan dan sering kali memiliki prioritas yang tidak normal, apa yang bisa dilakukan saat tidak sempat makan dan kesehatan tidak terganggu?

“Makan dengan porsi kecil tapi sering,” sarannya.

Plus: selalu upayakan membawa camilan sehat sebelum tiba/datang waktu makan selanjutnya agar kamu tidak mengalami kelaparan akut.

Butuh ide camilan sehat dari ahli gizi? “Snack berupa kacang/biji-bijian, buah, dan cookies bisa menyelamatkan kita di saat lapar datang,” katanya.

“Dan selalu sedia minuman air putih dimanapun berada untuk tetap menjaga hidrasi kita dan membantu memberikan perasaan kenyang sementara, jika kita dalam kondisi tidak bisa mendapatkan makanan saat jam waktu makan tiba,” anjurnya.

Selanjutnya: Jika kamu selalu rajin makan, tapi masalahmu sekarang adalah susah BAB, coba konsumsi makanan ini.

podcast button