Coronavirus Tetap Tinggal di Ruangan Ramai, Kata Sebuah Studi

ruangan sesak
Foto: www.gettyimages.com

Jika selama ini kamu bertanya-tanya bagaimana pergerakan COVID-19 di ruangan sesak dan ramai, sebuah penelitian dari Universitas Wuhan menemukan jawabannya. Menurut studi yang dipimpin oleh Dr. Ke Lan ini, jenis coronavirus terbaru ini bertahan di ruangan sesak atau yang kurang ventilasi.

Bagaimana ini bisa terjadi? Pada dasarnya, orang memproduksi dua jenis droplet ketika mereka bernafas, batuk atau berbicara. Droplet yang lebih besar jatuh ke tanah sebelum menguap. Nah, jika terjadi kontaminasi, itu biasanya melalui objek-objek yang bersentuhan dengan mereka. Di sisi lain, droplet yang lebih kecil—yang kita kenal dengan aerosol—bisa bertahan di udara selama berjam-jam.

Kesimpulan ini didapat oleh para ilmuwan setelah memasang “aerosol trap” di sekeliling dua rumah sakit Wuhan. Mereka menemukan sedikit aerosol di ruang pasien, supermarket dan gedung tempat tinggal. Aerosol lebih banyak ditemukan di kamar mandi dan dua area yang dilalui orang banyak, termasuk dua ruangan indoor yang dekat dengan salah satu rumah sakit.

Menariknya, aerosol dalam konsentrasi tinggi ditemukan di ruangan-ruangan di mana petugas medis melepaskan alat perlindungan diri. Hal ini bisa jadi menandakan bahwa partikel-partikel yang mengontaminasi peralatan mereka naik lagi ke udara (airborne) ketika masker, sarung tangan dan baju dilepaskan.

Meski begitu, studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Research ini tidak menyimpulkan apakah partikel yang naik ke udara itu bisa menyebabkan infeksi.

Para peneliti ini ingin menekankan tentang pentingnya ventilasi, membatasi keramaian dan sistem sanitasi cermat.

Sampai saat ini, penyebaran virus ini melalui udara masih dalam perdebatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mengatakan bahwa risiko terinfeksi COVID-19 melalui udara terbatas. Hal ini mengacu pada sebuah analisis atas 75.000 kasus di China yang tidak melaporkan adanya transmisi airborne. Akan tetapi, dengan semakin meningkatnya jumlah kasus COVID-19 setiap hari, para peneliti di seluruh dunia terus berupaya mencari tahu bagaimana sebenarnya kontaminasi bisa terjadi.

Selanjutnya: bahan masker kain ini paling efektif melindungi diri dari droplet.

podcast button