Panduan Lengkap Memilih Cemilan untuk Diet

cemilan untuk diet
Foto: www.pexels.com
Terakhir diperbarui:

Ketika menjalani program diet, kebanyakan orang menghindari ngemil karena khawatir akan merusak program diet yang telah dijalani. Namun, para penggemar cemilan tidak perlu khawatir, karena ternyata kamu masih bisa ngemil meski menjalani program diet. Lalu, apa saja jenis cemilan untuk diet yang bisa dikonsumsi? Adakah ketentuan porsi cemilan diet?

Untuk menjawab semua pertanyaan yang ada dipikiranmu, maka LIMONE telah menghubungi dr. Patricia Amanda, M.Gizi, SpGK dokter spesialis gizi klinik dari RSUD Balaraja dan Artemisia Women’s and Children’s Clinic untuk membahas terkait diet dan cemilan untuk diet yang dapat dikonsumsi.

Apa Itu Diet?

Foto: www.unsplash.com

“Diet memiliki arti pengaturan makan, baik secara jenis, jumlah, dan pola makan seseorang. Pengaturan makanan bertujuan untuk mencapai gizi seimbang, sehingga dapat beraktivitas dengan optimal, bugar, serta tidak mudah sakit. Secara jumlah (makanan) sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak menyebabkan berat badan berlebih atau obesitas dan secara pola agar jadwal makan teratur,” jelasnya.

Dokter Patricia menambahkan bahwa, “selama ini kata ‘diet’ sering disalahartikan sebagai program pengaturan makan yang bertujuan untuk menurunkan berat badan,” tuturnya. Padahal, diet sebenarnya adalah pengaturan pola makan.

Mengapa seseorang memutuskan untuk menjalani “diet”?

“Alasan kuat seseorang memutuskan menjalani ‘diet’ biasanya karena penampilan dan kesehatan. Berat badan berlebih atau bahkan obesitas. Selain menyebabkan penampilan diri yang kurang menarik, dapat memicu berbagai penyakit berbahaya seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kencing manis, jantung dan penyakit tidak menular lainnya,” jawabnya.

Bagaimana Cara Menentukan Porsi Makan Ketika Diet?

cemilan untuk diet
Foto: www.freepik.com

Setiap orang memiliki tubuh yang berbeda-beda, begitu pun dengan kalori harian yang dibutuhkan juga dapat berbeda-beda. Hal ini bergantung dari faktor usia, berat badan, tinggi badan, tingkat aktivitas, dan kesehatan metabolisme. 

“Pada saat diet, seseorang harus tahu berapa kebutuhan kalori harian dan kemudian memerhatikan asupan kalori, sehingga tidak melebihi kebutuhan. Bila asupan kalori yang melebihi kebutuhan tubuh, maka dapat mengakibatkan peningkatan berat badan atau obesitas, dikarenakan kalori yang tidak terserap oleh tubuh akan tersimpan sebagai lemak,” paparnya. 

Terdapat beberapa cara mudah untuk menghitung asupan kalori, yakni dengan membaca label makanan yang berisi informasi nilai gizi, menggunakan aplikasi yang ada di ponsel atau dari situs, kemudian mulai mencatat asupan makanan yang dikonsumsi. 

Apakah Boleh Mengonsumsi Cemilan Ketika Diet?

cemilan untuk diet
Foto: www.unsplash.com

“Pada saat menjalankan program ‘diet’ seseorang tentu saja boleh mengonsumsi camilan, namun perlu diperhatikan jumlah dan kandungan gizi pada camilan yang dikonsumsi. Waktu yang disarankan untuk mengonsumsi camilan adalah di antara jam makan utama, biasanya sekitar jam 10.00 dan jam 15.00,” ungkap Dokter Patricia.

Camilan memang makanan yang paling enak, terlebih ketika mengonsumsinya sambil menonton film atau berselancar di media sosial. Namun ketika menjaga pola makan,”maka kamu perlu memerhatikan kandungan yang ada di dalam cemilan untuk diet tersebut.

“Selain jumlah kalori dalam camilan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kandungan lemak terutama lemak jenuh, kadar garam, dan kadar gula tambahan dalam camilan. Sebaiknya menghindari camilan yang terlalu manis atau mengandung tinggi garam, seperti permen, gorengan, keripik kemasan, dan minuman kemasan,” sarannya.

Lalu, apa saja cemilan untuk diet yang dapat dikonsumsi?

“Contoh camilan sehat yang dapat dikonsumsi adalah buah potong seperti apel, pir, pepaya, dan buah naga. Buah potong selain mengandung serat yang  baik untuk kesehatan pencernaan, juga mengandung vitamin dan mineral. Sebagian vitamin dan mineral yang terkandung dalam buah-buahan memiliki sifat antioksidan yang penting untuk menangkal radikal bebas dan menjaga sistem imun tubuh,” kata Dokter Patricia.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Ketika menjalani program “diet”, kamu tentunya masih bisa untuk mengonsumsi camilan yang sehat. Namun porsi camilan diet ini perlu disesuaikan dengan pola makan. “Pola makan yang baik adalah makan utama sebanyak tiga kali dan camilan di antara makan utama sebanyak dua kali. Porsi camilan tentu saja lebih sedikit daripada makanan utama, kira-kira 10% dari total kebutuhan kalori harian,” ujarnya.

Untuk mengetahui apakah pengaturan makanan yang kamu lakukan telah sesuai dengan ketentuan, maka kamu dapat berkonsultasi dengan dokter. Hal ini tentunya untuk menghindari timbulnya masalah lain akibat dari pengaturan makanan yang salah.

“Tentu saja dalam menentukan program ‘diet’ jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik mengenai jumlah kalori yang dibutuhkan dan cara yang tepat untuk mencapainya. Pengaturan program ‘diet’ yang salah dapat mengakibatkan tubuh terasa lemas, dan kekurangan asupan nutrisi. Plus, laju metabolisme tubuh melambat, gangguan pencernaan, sistem imun tubuh yang menurun, rambut dan kulit menjadi rusak,” paparnya.

Selanjutnya: Alasan Berat Badan Tidak Berkurang Padahal Sudah Diet dan Rajin Berolahraga.