Bagaimana agar Tidak Merasa Rendah Diri Setelah Bercerai

Foto: www.freepik.com

Ada banyak efek dari perceraian, salah satunya mempengaruhi keberhargaan diri (self-esteem) seseorang. Mungkin kamu menjadi merasa tidak layak dicintai. Atau memiliki pemikiran sebagai manusia paling gagal di dunia ini. Apalagi jika tidak ada satupun orang di sekitarmu yang pernah bercerai. Bagaimana agar harga diri dan rasa percaya diri tidak hancur setelah bercerai? LIMONE menghubungi Distyana Dahlia, M.Psi., Psikolog, seorang psikolog klinis dewasa, untuk mencari tahu apa yang bisa kamu lakukan agar tetap sehat secara mental setelah bercerai.

Apa Efek Perceraian bagi Kesehatan Mental Perempuan?

setelah bercerai
Foto: www.gettyimages.com

“Perceraian merupakan suatu keputusan yang umumnya tidak dibayangkan oleh setiap pasangan menikah,” Distyana mengawali penjelasannya.

Perceraian biasanya sebuah keputusan yang dipilih pasangan ketika terjadi konflik berkepanjangan dan tidak menemukan jalan keluar dalam sebuah pernikahan. Dan ketika salah satu atau kedua pihak merasa dirugikan/ disakiti/ tidak nyaman dan lain sebagainya.

Perceraian, “menimbulkan ketidaknyamanan,” sambungnya, dan “menjadi sumber stres bagi pihak yang bercerai,” tambahnya.

“Jika pengelolaan stres dan sumber daya yang dimiliki tidak mendukung, maka bisa berdampak pada kesehatan mental seseorang. Pada perempuan biasanya dapat memengaruhi cara mempersepsikan diri, keberhargaan diri, rasa kesepian, kehilangan harapan, tidak percaya diri, dan lain sebagainya,” terangnya.

Di sisi lain, “Jika isu yang dihadapi dalam pernikahan tersebut melibatkan kekerasan (fisik maupun verbal), bisa saja momen perceraian menjadi suatu awal baru yang segar dan melegakan mereka, karena terbebas dari kekerasan. Walaupun tantangan dalam menjalani hidup pasca bercerai tetap ada,” tegasnya.

Bagaimana Kondisi Self-Esteem Setelah Bercerai?

setelah bercerai
Foto: www.freepik.com

Self-esteem adalah bentuk seseorang menilai diri atas keberhargaan diri, merasa yakin akan diri sendiri dan bangga akan kondisi diri sendiri. Self-esteem biasanya dipengaruhi oleh bagaimana lingkungan dan orang-orang di sekitarnya menghargai kemampuan dan keunikan dirinya,” terangnya.

Bagaimana kaitan antara perceraian dan self-esteem?

Perceraian dapat menimbulkan dampak ketidaknyamanan terhadap diri sendiri, kata Distyana. Menurutnya, kombinasi perasaan bersalah, penyesalan, dan lain sebagainya bisa memengaruhi penilaian terhadap keberhargaan diri seseorang.

“Oleh karena itu, jika seseorang sebelum menikah memiliki self-esteem yang rendah, bisa jadi peristiwa perceraian dapat semakin membuat self-esteem-nya rendah. Kemudian jika seseorang memiliki self-esteem tinggi sebelum menikah, ia bisa jadi lebih mudah bangkit atau tetap menghargai dirinya atas apa yang dihadapi dan dimilikinya setelah bercerai. Namun demikian, ini juga tergantung pada seberapa berat isu dalam perceraian tersebut, dan adakah sumber daya yang mendukungnya,” jelasnya.

Jika kamu merasa gagal dan kurang percaya diri setelah perceraian, menurut Distyana ini adalah perasaan yang memang biasa muncul jika menghadapi kenyataan yang berbeda dengan harapan.

“Perceraian adalah salah satu kondisi yang berbeda dari harapan seseorang ketika menikah. Namun bagaimana seseorang menerima perasaannya dan mengambil langkah berproses menuju lembaran baru, adalah hal yang membedakan kondisi tersebut. Perlu diingat juga bercerai adalah suatu kondisi yang tidak mudah, melibatkan tidak hanya diri sendiri namun juga anak, orang tua, keluarga besar dan lingkungan,” tambahnya.

Bagaimana Mengatasi Rasa “Tidak Layak Dicintai” Setelah Bercerai?

setelah bercerai
Foto: www.gettyimages.com

Distyana mengingatkan bahwa dalam suatu hubungan, baik itu bahagia ataupun penuh konflik ada dua pihak yang terlibat, “sehingga perceraian adalah peran kedua pihak.”

Menurutnya, perasaan rendah diri, bersalah, tidak patut dicintai, dan lain sebagainya merupakan suatu proses yang mungkin akan dilalui seseorang yang sedang proses bercerai/ sudah bercerai. “Kondisi perasaan tersebut dapat dipengaruhi oleh seberapa berat atau kompleks isu dalam perceraian dan siapa yang menginisiasi perceraian tersebut,” ujarnya.

Itulah sebabnya, Distyana menyarankan agar selama proses bercerai dan pasca bercerai, seseorang perlu pendampingan, baik itu dari anggota keluarga ataupun teman. Intinya, “perlu bersama seseorang yang supportif, tidak judgmental, dapat menjadi pendengar yang baik,” tegasnya.

Jika kamu membutuhkan saran tentang bagaimana agar bisa melalui proses perceraian dengan rasa keberhargaan diri yang sehat, Distyana menganjurkan melakukan beberapa hal ini.

  • Coba ubah mindset bahwa perceraian adalah langkah awal untuk memulai sesuatu yang baru.
    “Pahami bahwa perceraian dan segala prosesnya adalah sesuatu yang tidak mudah, dan memerlukan waktu untuk ‘berduka,'” tekannya.
  • Terima perasaan yang dirasakan, termasuk yang tidak nyaman. “Jika kesedihan tiba-tiba datang atau memori lama muncul, terimalah itu sebagai suatu proses. Hindari menyangkal atau mengalihkan pikiran atau menganggap diri kuat,” tambahnya.
  • Lakukan pengenalan diri lebih dalam, tentang apa yang diinginkan, dibutuhkan, sebaiknya tidak langsung membuka hubungan baru. “Cintai terlebih dahulu diri, lakukan rawat diri, seperti menikmati sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang baru, atau hal-hal yang selama ini tidak dapat dilakukan,” sarannya.
  • Jika memiliki anak, lakukanlah komunikasi yang berkelanjutan dan terbukalah kepada anak jika memang perlu membicarakan perceraian. “Hindari melarang anak untuk tidak membahas kondisi ini. Jadilah tim yang dapat saling berbagi dan mendukung. Biarkan mereka tahu bahwa ini kondisi sulit, tidak direncanakan/ diinginkan, dan bukan salah anak. Ungkapkan rasa kasih sayang secara rutin,” tambahnya.

Kesimpulan

Foto: www.unsplash.com

“Lakukanlah hal-hal yang menyenangkan, kenali dan pahami kebutuhan diri,” tegasnya. Dan dekatkan diri dengan orang-orang yang membawa rasa nyaman.

Bila perlu, hindari meresapi penilaian orang lain, “karena apa yang terjadi di rumah tangga seseorang adalah pasangan tersebut yang paling memahaminya. Dan hindari sementara berada dengan orang-orang yang semakin membuat tidak nyaman,” anjurnya.

Dan jangan ragu untuk mencari bantuan profesional, terutama jika kamu mulai merasa tidak nyaman dengan hubungan percintaan yang kamu jalani, atau saat sedang menjalani proses bercerai dan pasca perceraian.

“Sebab biasanya seseorang yang mengalami perceraian memerlukan dukungan profesional yang tidak memihak. Dan mereka merasa kesepian, tidak ada tempat bercerita, aktivitas terganggu, dan perasaan tidak nyaman lainnya. Pada intinya, kamu dapat konsultasi dengan tenaga profesional sebelum merasa sangat terganggu,” tandasnya.

Selanjutnya: Ini panduan lengkap membicarakan perceraian dengan anak. Dan ini cara mengenalkan pasangan baru kepada anak.

podcast button