Studi Baru: Diet Serat Tinggi Bisa Kurangi Risiko Kanker Payudara

risiko mengalami kanker payudara
Foto: www.gettyimages.com

Apa isi bekal makan siang kamu hari ini? Atau, seperti apa menu makan malammu hari ini atau seminggu belakangan? Well, jika kamu membutuhkan alasan ekstra untuk lebih rajin mengonsumsi dan memenuhi piringmu dengan brokoli, sayur kangkung dan salad, sebuah penelitian baru ini adalah jawabannya. Yakni, bahwa makanan berserat memiliki kaitan dengan berkurangnya risiko mengalami kanker payudara.

Dipublikasikan di jurnal Cancer, sebuah analisis dari 20 studi oleh para peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, menemukan sesuatu yang menarik. Yakni, bahwa para perempuan yang mengonsumsi banyak serat, mengurangi risiko mengidap kanker payudara hingga 8%. Ini jika dibandingkan dengan mereka yang sedikit makan serat.

Dan berita baiknya, reduksi risiko kanker payudara ini ditemukan baik untuk kanker payudara premenopausal dan postmenopausal. Tidak hanya itu, risiko perempuan yang mengonsumsi serat juga berkurang mengalami kanker payudara tipe lainnya. Termasuk estrogen dan progesteron reseptor–positif, serta estrogen dan progesteron reseptor–negatif (PR negatif).

Untuk informasi, kanker hormon reseptor-positif cenderung berkembang lebih lambat dibandingkan dengan hormon reseptor-negatif. Perempuan dengan kanker hormon reseptor-positif cenderung memiliki harapan yang lebih baik, meski bisa kembali lagi setelah pengobatan.

Dan mengapa risiko kanker payudara bisa berkurang karena serat? Para peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health ini mengatakan bahwa penurunan tersebut bisa disebabkan karena serat memiliki efek mengurangi level gula darah dan estrogen di dalam tubuh perempuan.

Intinya, meski studi ini membutuhkan konfirmasi yang lebih lanjut, para peneliti ini yakin bahwa meningkatkan asupan serat pada dasarnya membawa banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Jadi, pastikan kamu rajin mengonsumsi sayur dan buah setiap hari.

Selanjutnya: Ini daftar makanan dengan serat paling banyak. Dan sambil terus mengonsumsi serat, pastikan mencoba olahraga ini karena bisa mengurangi risiko terkena kanker hati. Oh, jika kamu suka makan tahu dan tempe, tapi takut karena katanya bisa berbahaya bagi perempuan, coba cek penjelasan dari seorang dokter gizi ini.

podcast button