Tanya Dermatolog: Bagaimana Cara Menghilangkan Minyak di Wajah?

cara menghilangkan minyak di wajah
Foto: www.gettyimages.com

Ah, seandainya minyak di wajah bisa dijual, mungkin kamu sudah menjadi ratu minyak mengalahkan pangeran Arab. Pasalnya, produksinya tanpa henti dan sumbernya sepertinya tidak pernah mengering. Mengapa ada begitu banyak minyak di wajah, dan bagaimana cara menghilangkan minyak di wajah?

Berikut penjelasan dr. Stefani Nurhadi, M.Biomed, Sp.KK, seorang dokter spesialis kulit di Acne Institute Dermatology Clinic Surabaya dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya tentang cara menghilangkan mengontrol minyak di wajah.

Mengapa Wajah Memproduksi Minyak?

cara menghilangkan minyak di wajah
Foto: www.freepik.com

Dokter Stefani menjelaskan bahwa minyak di wajah yang disebut sebum sebenarnya merupakan produk yang dihasilkan oleh kelenjar sebasea atau kelenjar minyak di wajah. Sebum mengandung skualan, kolesterol, kolesterol ester, wax dan trigliserida.

Wajah memproduksi minyak bukan karena iseng, apalagi membuatmu kesal karena harus mengelapnya setiap 30 menit dengan kertas minyak.

"Sebum berperan penting dalam hidrasi dan perlindungan kulit, berguna untuk mencegah penguapan air dari permukaan kulit dan menjaga kulit tetap halus dan lembut. Sebum juga memiliki sifat anti bakteri ringan, berfungsi melindungi kulit dari infeksi bakteri dan jamur karena mengandung lipid anti peradangan dan imunoglobulin A," jelasnya.

Selain itu, sebum juga berfungsi membawa vitamin E ke permukaan kulit yang berguna untuk melindungi kulit dan lipid permukaan kulit dari oksidasi. Selain itu juga terdapat fungsi-fungsi lainnya seperti perlindungan alami terhadap radiasi sinar ultraviolet B, dan pengaturan suhu kulit..

Oh, pemilik kulit berminyak pun bisa bersyukur, "karena minyak itu sebenarnya berfungsi melindungi kulit, maka orang yang kulitnya berminyak cenderung memiliki kulit yang lebih tebal dan kerutan lebih sedikit," terangnya.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Urutan Pemakaian Skincare, dari Seorang Dermatolog

Mengapa Minyak di Wajah Bisa Menjadi Penyebab Masalah?

cara menghilangkan minyak di wajah
Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Stefani mekanisme produksi sebum dipengaruhi berbagai faktor. Produksi minyak tiap individu berbeda, ditentukan dari genetik, hormonal, obat-obatan, dan stres.

"Jumlah kelenjar minyak tetap sama seumur hidup, namun ukurannya cenderung membesar
seiring usia. Ukuran kelenjar minyak bervariasi dalam ukuran dan tersebar di seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan telapak kaki. Konsentrasi kelenjar minyak yang tertinggi didapatkan pada wajah (terutama T-zone dahi, hidung dagu), dan kulit kepala," paparnya.

Permasalahan kulit yang berkaitan dengan minyak kulit terjadi bila timbul produksi minyak berlebihan atau kurang.

"Masalah yang ditimbulkan akibat kelebihan minyak pada wajah dapat menyumbat pori dan menyebabkan munculnya jerawat. Selain itu orang dengan kulit berminyak sering mengeluh bedak atau foundation mudah tergores, muka tampak mengkilap dan pori besar," jelasnya.

Sementara itu masalah yang ditimbulkan akibat kurangnya minyak pada wajah di antaranya kulit kering, tampak bersisik, keabuan, dan dari pantulan cahayanya tampak kusam (tidak glowing).

Bagaimana Cara Mengatasi Produksi Minyak Kulit Berlebih?

Foto: www.freepik.com

"Minyak perlu dikontrol tetapi bukan dihilangkan sama sekali, ya," tegas Dokter Stefani. "Jadi yang diperlukan adalah keseimbangan," imbuhnya.

Bagaimana cara menghilangkan, eh, mengontrol minyak di wajah? Anggap dirimu mahluk paling beruntung karena Dokter Stefani membocorkan beberapa tips mengontrol minyak di wajah.

PANDUAN MENGONTROL MINYAK DI WAJAH

  • Cuci muka pagi saat bangun tidur, sore setelah pulang kerja, kuliah, sekolah, dan setelah berolahraga. Untuk semua jenis kulit sebaiknya hindari sabun scrub karena berpotensi menyebabkan iritasi.
  • Bagi pemilik kulit berminyak, pilihlah produk perawatan kulit (sabun cuci muka, pelembap dan make-up) yang berlabel “water based”, “oil free” dan “non-komedogenik”.
  • Untuk semua jenis kulit sebaiknya gunakan sabun muka yang lembut. Hindari sabun yang membuat kulit menjadi kering ketat setelah cuci muka. "Banyak orang salah mengira bahwa mereka memerlukan sabun yang keras untuk mengeringkan minyak di wajahnya. Padahal penggunaan sabun yang demikian dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit dan menyebabkan produksi minyak semakin banyak karena mekanisme kompensasi. Jadi carilah sabun yang lembut dan tidak bikin kulit kering ketat sehabis cuci muka," anjurnya.
  • Gunakan pelembap setiap hari, walaupun kulitmu termasuk kulit berminyak. Karena pelembap diperlukan untuk menjaga kadar air dalam kulit. "Untuk yang ingin praktis, kamu dapat memilih pelembap yang sudah mengandung tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih untuk melindungi kulitmu dari bahaya sinar matahar, seperti kerutan, flek hitam, kanker kulit," sarannya.
  • Jangan tidur sebelum membersihkan make-up. Selalu bersihkan wajah sebelum tidur.
  • Untuk wajah bebas kilap sepanjang hari, gunakan kertas penyerap minyak. "Tekan tekan ringan kertas pada wajah beberapa detik agar minyak terserap," ujarnya.
  • Hindari sering menyentuh wajah—apalagi di jaman pandemi COVID. "Sering menyentuh wajah dapat menyebarkan kotoran, minyak, bakteri dari tangan ke wajah. Memegang wajah hanya bila perlu saja seperti saat membersihkan wajah, mengoleskan produk perawatan kulit dan mengaplikasikan make-up. Jangan lupa pastikan tangan kamu bersih sebelum menyentuh wajah," terangnya.
  • Kondisi kulit setiap orang berbeda, kebutuhan perawatan kulit masing-masing orang juga dapat berbeda. "Sehingga bila kamu memiliki masalah komedo membandel, jerawat yang silih berganti, segera lakukan perawatan di dokter spesialis kulit. Karena jerawat yang tidak dirawat akan menimbulkan skar yang permanen," tekannya.
Baca Juga :  Tanya Dermatolog: Seberapa Penting Melakukan Night Skin Care Routine?

Apakah Ada Produk Bisa Mengontrol Minyak Kulit?

Foto: www.freepik.com

"Terdapat beberapa bahan yang dapat membantu mengurangi tampilan mengkilap pada wajah seperti produk-produk penyerap minyak yang mengandung talc (bedak tabur), ekstrak saw palmetto, biji wijen dan argan oil. Namun produk-produk tersebut menyerap minyak ya, bukan mengurangi produksi minyak," tekannya.

Bagaimana tisu dan kertas minyak yang selalu menjadi senjata kita selama ini?

"Tisu dan kertas minyak juga dapat menyerap kelebihan minyak. Gunakan secara berkala agar wajah bebas minyak sepanjang hari," jawabnya.

Oh, selain melainkan berbagai hal di atas, kamu juga bisa mengontrol produksi minyak di wajah dengan menghindari makanan manis (indeks glikemik tinggi) dan susu hewani. Kenapa? "Hal ini berhubungan dengan hormonal yang dapat meningkatkan produksi minyak dan sumbatan pori," terangnya.

Jika hal tersebut masih saja belum bisa mengatasi masalah kulit yang kamu alami, "sebaiknya berobat ke dokter spesialis kulit. Dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan prosedur tindakan yang dapat mengurangi produksi minyak wajah antara lain radiofrequency microneedling dan mikro botulinum toxin," pungkasnya.

Selanjutnya: Apakah Frozen Collagen Memiliki Efek Samping?