Lakukan Ini Jika Bosmu Menyebalkan—tapi Kamu Tidak Bisa Berhenti Kerja

bos menyebalkan
Foto: www.gettyimages.com

Menurut survei, salah satu alasan utama orang meninggalkan pekerjannya karena bos menyebalkan. (Jika kamu seorang bos, kira-kira apakah kamu termasuk di dalam kategori ini?) Jadi, jika saat ini kamu memiliki bos super duper menyebalkan, dan berpikir keras untuk berhenti kerja—kamu tidak sendiri. Namun, jika kondisi tidak mengijinkan untuk cabut begitu saja, melainkan harus bertahan bekerja dengannya karena satu dan lain hal (misalnya, karena belum ada yang menyambut lamaran kerjamu), adakah yang bisa dilakukan? Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan jika bos menyebalkan tiada tara di dunia fana ini.

Jika Bosmu Suka Berkata Kasar…

Mungkin kamu ingat ketika si bos memaki atau melakukan sesuatu yang tidak profesional, tapi itu semua hanya ada di ingatanmu; tidak akan menjadi bukti yang cukup jika dibutuhkan. Oleh karenanya, Paula Brantner, founder PB Works Solutions, mengatakan kepada Business Insider untuk sebisa mungkin dokumentasikan semua hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Email. Percakapan di Slack. Asana. Bagaimana dengan telepon? Buat memo suara segera setelah percakapan selesai dan sebutkan tanggal dan waktu percakapan. “Dengan cara ini,  ketika kamu ingin membawa hal ini kepada orang lain, kamu memiliki bukti korespondensi yang kamu butuhkan,” terang Brantner.

Jika Bosmu Seorang Micromanager

Berikan update secara regular. Ini adalah cara terbaik untuk bos yang memiliki tendensi mengecek segala sesuatu, alias micromanager. “Kirimkan memo atau daftar pekerjaan yang sedang untuk menyakinkannya, dan cek setiap kali kamu menyelesaikan sesuatu,” tulis Forbes. Dengan begini dia tahu kamu sedang dan sudah melakukan apa, dan pekerjaan apa yang sukses kamu selesaikan.

Jika Bosmu Selalu Berlagak menjadi Orang yang Paling Tahu…

Tentangi ini, mereka tahu. Tentang itu, mereka juga tahu. Tentang ini-itu, mereka pun yang paling tahu. Sepertinya begitu. “Ironisnya, semakin orang ‘yang merasa paling tahu ini’ merasa sedikit tahu, mereka cenderung semakin mengungkapkan opini. Cara terbaik untuk menghadapi manajer asertif adalah dengan menghindari terlibat argumen, tunjukkan apresiasi dan mengakui pandangan mereka untuk meredamkan suasana, dan jangan takut untuk memberikan umpan balik.. Banyak orang yang seperti ini sebenarnya tidak sadar anggapan orang lain atas mereka,” tulis Inc

Jika Bosmu Selalu Menghubungi 24/7… 

Dia menghubungimu lewat email, telepon, WhatsApp untuk hal-hal yang terkadang tidak penting. Namun, satu hal: kamu sebenarnya bisa menghindari hal ini dengan tidak mendorongnya melakukan hal ini. Maksudnya: jika kamu selalu membalas pesannya dengan cepat, secara tidak langsung kamu sedang menyemangati kebiasaannya ini. Jadi, jangan lakukan hal tersebut. Jika kamu cukup berani, biarkan pesan yang menumpuk dan balas dengan ‘mari membicarakannya besok di kantor’. “Dan ketika kalian bertemu, jangan lupa mengingatkannya bahwa kamu tidak selalu ada,” kata Jayne Mattson, seorang wakil presiden di sebuah perusahaan pengembangan karier, kepada Fortune. intinya, jangan diam dalam penderitaan. Kamu tidak tahu, bahwa mungkin saja bosmu tidak tahu apa yang dilakukannya tidak menyenangkan bagi orang lain. Dengan memberitahukan ini, ada kemungkinan dia menjadi sadar dan memperbaiki diri serta memasang boundaries

Dan ini tips survive jika mendadak kamu dipecat.