Bagaimana Jika Mengalami Kesulitan Untuk Orgasme? Ini Saran Dari Ahli

orgasme
Foto: www.pexels.com

Tak hanya sebagai puncak kenikmatan dari berhubungan seksual, namun ternyata orgasme juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Bahkan katanya ini bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Namun pertanyaannya, bagaimana jika seseorang kesulitan untuk mencapai puncak kenikmatan ini?

Simak penuturan dari Yosephine Stella Devi Kusumastuti, seorang Comprehensive Sexuality Educator dari SISILISM, yang akan menjelaskan terkait penyebab seseorang kesulitan orgasme dan cara mendapatkan seks yang menyenangkan.

Apa Itu Orgasme?

orgasme
Foto: www.canva.com

Menurut Yosephine, “orgasme adalah fungsi yang sangat kompleks karena melibatkan seluruh sistem dan sejumlah besar aktivitas di otak. Bahkan orgasme sendiri bisa disebut sebagai puncak kenikmatan seksual,” katanya.

Ia menambahkan bahwa orgasme merupakan tahap ketiga dari siklus respons seksual yang biasanya ditandai dengan beberapa hal, seperti:

  • Kontraksi otot secara tidak sadar, termasuk adanya kejang,
  • Detak jantung, tekanan darah, ritme napas yang berada pada puncaknya,
  • Otot vagina dan uterus mengalami kontraksi berulang,
  • Bagian bawah penis mengalami kontraksi dan diikuti dengan ejakulasi semen,
  • Pelepasan ketegangan otot.

Pada dasarnya, setiap orang akan memiliki tanda yang berbeda dan pengalaman unik saat orgasme. “Perlu diketahui bahwa orgasme ini tidak sama dengan ejakulasi. Memang bagi sebagian orang biasanya orgasme ini bisa diikuti dengan ejakulasi, terutama pada laki-laki,” katanya.

“Akan tetapi tidak semua orang—khususnya perempuan—akan mengalami ejakulasi ketika orgasme, yang biasa sering disebut dengan squirting atau female ejaculation,” lanjutnya.

Apa Saja Manfaat Orgasme?

orgasme
Foto: www.freepik.com

Yosephine memaparkan bahwa ketika orgasme, maka secara ilmiah tubuh akan melepaskan empat hormon.

Hormon endorfin

Ketika terjadinya puncak kenikmatan seksual, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang dapat menurunkan tingkat stres dan mengurangi rasa sakit.

Hormon dopamine

Jenis hormon yang satu ini akan terlepas ketika kita mengalami orgasme, “sehingga dapat membantu tubuh untuk lebih merasa tenang dan nyaman,” ujarnya.

Hormon serotonin

Hormon ketiga yang akan dilepaskan tubuh ketika kita mengalami puncak kenikmatan seksual adalah hormon serotonin. “Di mana hormon ini dapat membantu untuk menjaga suasana hati. Kita jadi punya mood yang bagus, merasa senang, dan bahagia,” paparnya.

Hormon oksitosin

Selanjutnya, hormon oksitosin atau hormon cinta dapat membantu mempererat serta menjaga keintiman hubungan dengan pasangan.

Benarkah Orgasme Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup?

Foto: www.freepik.com

Beberapa orang menganggap bahwa puncak kenikmatan seksual ini bisa meningkatkan kualitas hidup. Hal ini pun disetujui oleh Yosephine, dan terdapat beberapa manfaat kesehatan dari orgasme, di antaranya adalah:

  • Merasa lebih dekat dan intim dengan pasangan,
  • Menurunkan risiko kanker prostat pada laki-laki lanjut usia,
  • Membantu mengatur siklus menstruasi,
  • Meningkatkan kesuburan,
  • Membantu melindungi tubuh dari penyakit dan penyakit menular,
  • Meningkatkan ambang batas rasa sakit dan mengurangi rasa sakit,
  • Dapat meningkatkan aktivitas otak khususnya pada perempuan,
  • Mengurangi stres,
  • Bermanfaat untuk kesehatan jantung dan membantu menurunkan risiko kardiovaskular pada laki-laki dan perempuan lanjut usia,
  • Membantu menstimulasi produksi kolagen,
  • Meningkatkan kepercayaan diri,
  • Membantu hidup lebih lama.

Lantas, bagaimana jika kita sering mengalami orgasme, apakah bisa menimbulkan risiko?

“Sesungguhnya, sering mengalami orgasme bukanlah suatu hal yang buruk. Sebab puncak kenikmatan seksual ini dapat mengeluarkan empat hormon yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup. Sehingga tidak ada risiko yang mengikutinya,” jawab Yosephine.

Bagaimana Jika Seseorang Kesulitan Orgasme?

orgasme
Foto: www.pexels.com

Terdapat beberapa hal yang sering menghambat pencapaian orgasme, baik itu secara fisik atau psikologis. “Namun yang paling sering adalah biasanya masalah psikologis. Contohnya setiap berhubungan seksual atau masturbasi selalu diikuti dengan pemikiran ‘harus squirting’, ‘harus ejakulasi’, atau ‘harus orgasme’,” tuturnya.

“Hal inilah yang sering kali menghambat seseorang untuk mengalami orgasme. Karena tidak merasa rileks dan menikmati momen saat sedang berhubungan seksual atau masturbasi,” imbuhnya.

Benarkah Sulit Orgasme akan Berdampak pada Hubungan dengan Pasangan?

Foto: www.xframe.io

Yosephine menerangkan bahwa sebenarnya hal ini kembali lagi pada bagiamana komunikasi dalam hubungan tersebut dibangun. “Dalam hubungan yang sehat, pasangan satu sama lain dapat secara terbuka berbicara terkait makna dari orgasme itu sendiri untuk dirinya,” ujarnya.

“Ketika dalam hubungan masih malu untuk bercerita atau membicarakan hal tersebut kepada pasangan, maka apa yang harus diekspektasikan? Apalagi ketika seseorang sering melakukan orgasme palsu yang bertujuan untuk menyenangkan pasangannya. Hal ini akan terus-menerus membuatnya tidak senang dan membuat lelah bagi pihak yang sulit mendapatkan orgasme,” lanjutnya.

Apa yang Perlu Dilakukan Ketika Mengalami Kesulitan Orgasme?

Foto: www.rawpixel.com

Ketika kamu mengalami kesulitan untuk mencapai puncak kenikmatan seksual, maka cobalah untuk merefleksikan diri terlebih dahulu. “Apakah akhir-akhir ini ada beberapa masalah yang mengganggumu? Mungkin bisa saja mengalami stres karena pekerjaan, ada masalah keluarga, insecure, atau tidak percaya diri,” terangnya.

“Atau ketika sedang berhubungan seksual kamu merasa cemas, takut, tidak nyaman, dan bersalah. Siapa tahu ada masalah dalam relasi romantis, seperti misalnya habis bertengkar, ada emosi yang ditahan, atau ada masalah yang belum terselesaikan, sedang dihindari, hanya ingin menyenangkan pasangan, atau di dalam hatimu tidak ada lagi untuk pasangan,” papar Yosephine.

Bisa juga karena terdapat masalah biologis pada organ seksual. “Seperti penis atau vagina yang terasa sakit, lecet, perih, bengkak, keputihan yang tidak sehat, dan adanya sensasi terbakar. Refleksi ini perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kesulitan orgasme,” ujarnya.

Setelah mengetahui penyebabnya, maka Yosephine menyarankan untuk melakukan beberapa tindakan yang dapat mengatasi hal tersebut.

Kunjungi psikolog atau psikiater

Jika penyebab kesulitan untuk mencapai puncak kenikmatan seksual adalah terkait psikologi seperti stres atau ada masalah lain yang mengganggu, “disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Coba juga untuk melakukan meditasi, olahraga, dan lakukan hal-hal yang dapat membuat kondisi suasana hati menjadi lebih baik dan tenang,” anjurnya.

Komunikasikan dengan pasangan

Namun jika penyebabnya terkait hubungan relasi romantis, “coba komunikasikan dan selesaikan terlebih dahulu masalah yang ada. Atau jika ada hal yang mengganggu dan membuatmu tidak nyaman, tetap komunikasikan dengan pasangan,” sarannya.

Konsultasi dengan dokter

Ketika penyebab kesulitan orgasme karena terkait dengan organ seksual yang bermasalah dan tidak berfungsi dengan baik, “disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter atau lakukan tes kesehatan seksual,” pesannya.

Bagaimana Cara Mengalami Seks yang Menyenangkan?

Foto: www.canva.com

Untuk mendapatkan seks yang menyenangkan, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikut tips yang diberikan oleh Sexual Educator yang satu ini:

Kenali bagian dan fungsi organ reproduksi

“Kamu juga bisa masturbasi untuk membantu mengerti dan mengenal tubuh. Bagian mana yang kira-kira dapat membuatmu lebih terangsang atau turn on, atau bagian mana yang akan membuatmu nyaman ketika disentuh. Kamulah yang harus mengenal tubuhmu sendiri, karena ini merupakan gerbang menuju seks yang menyenangkan bersama pasangan,” jelasnya.

Luangkan waktu dengan pasangan

Selanjutnya, kamu juga bisa meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan pasangan. “Bisa mengobrol terkait bagian tubuh mana yang paling disukai untuk disentuh atau membuatmu bergairah, dan mana area yang membuatmu turn off atau tidak nyaman,” katanya.

“Kamu juga bisa bertanya kepada pasangan terkait hal ini. Selain itu, bisa juga mengomunikasikan fantasi seksualmu dengan pasangan. Perlu diingat bahwa seks yang menyenangan bersama pasangan selalu dimulai dengan keterbukaan dan kejujuran, baik itu kepada pasangan atau dirimu sendiri,” pesan Yosephine.

Ia menyarankan agar mengusahakan mencari waktu di mana dirimu dan pasangan sedang dalam kondisi yang nyaman untuk mengobrol.

“Jika salah satu merasa sibuk atau belum ada waktu, cobalah untuk menanyakan waktu luangnya. Jangan segan untuk terus saling berlatih dan eksplorasi, baik dengan diri sendiri dan pasangan,” ungkapnya.

“Ketika hari itu dirasa kurang menyenangkan, kamu dan pasangan bisa membicarakannya secara terbuka dan jujur,” imbuhnya.

Nikmati

Sering kali berhubungan seksual juga dirasa kurang menyenangkan karena merasa ‘harus orgasme’ atau merasa ‘harus memuaskan pasangan’.

“Sehingga akhirnya hal ini jadi membuat tidak nyaman antara satu sama lain. Merasa menyesal ejakulasi terlebih dahulu sebelum pasangan, atau bahkan muncul kebohongan tentang orgasme,” terangnya.

“Kuncinya adalah rileks. Coba nikmati waktu yang ada, nikmati setiap sentuhan, nikmati suasananya, fokus, dan jangan berusaha distraksi pikiran hanya untuk mempertahankan ereksi. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan tidak ada yang perlu ditahan. Oleh karena itu, lepaskan dan jadilah dirimu sendiri,” sarannya.

Karena perlu diingat bahwa “terdapat banyak manfaat yang didapat ketika mengalami seks yang menyenangkan. Hormon serotonin yang muncul dapat memengaruhi suasana hati. Sehingga nantinya kamu memiliki mood yang bagus, terasa nyaman, senang, dan bahagia,” tutur Yosephine.

Kesimpulan

orgasme
Foto: www.canva.com

Sexual Educator yang satu ini mengingatkan bahwa orgasme itu bukanlah sebuah lomba. Bukan tentang siapa cepat dia dapat.

“Karena untuk mendapatkan orgasme, ada proses di dalamnya. Mulai dari mengenali serta nyaman dengan diri sendiri dan pasangan. Bangunlah komunikasi yang sehat terkait kehidupan seks yang menyenangkan dari sudut pandangmu dan pasangan,” anjurnya.

Orgasms are pretty enigmatic. Ada komponen emosional, komponen fisik, dan komponen digital. Tetapi banyak yang tidak diketahui banyak orang. Jadi, cobalah untuk rileks dan menikmatinya. Semoga berhasil, ya,” tutupnya.