Terjawab: Dimana Stres Tinggal di dalam Otak?

mengatasi stres
Foto: www.unsplash.com

Kita tahu rasanya. Semakin sering merasakannya sejak pandemik COVID-19. Namanya, stres. Akan tetapi, belum ada penjelasan tentang mekanisme yang menyebabkan stres di dalam tubuh, dan mengapa sering sulit menghadapinya. Sebuah penelitian baru dari Yale University memberikan petunjuk baru tentang: sebenarnya di mana di dalam otak kita mengalami stres, dan bagaimana pengetahuan ini bisa membantu kita mengatasi stres dengan lebih baik.

Bagaimana Penelitian ini Melakukan Studi Ini?

Jika sebelumnya studi tentang stres dilakukan pada hewan, tapi kali ini dilakukan langkah lain.

“Kita tidak bisa bertanya kepada tikus tentang apa yang mereka rasakan,” kata Elizabeth Goldfarb, PhD, salah peneliti dari Yale. Jadi, para peneliti melibatkan manusia.

Ini yang mereka lakukan: meletakkan 60 orang di bawah mesin fMRI dan memperlihatkan gambar-gambar yang bisa membuat mereka stres. Selain itu, mereka yang bertanya kepada partisipan untuk mencatat level stres yang mereka rasakan dalam bentuk skala numerik.

Apa Hasil dari Penelitian Ini?

Hasilnya? Mereka menemukan bahwa gambar-gambar yang berpotensi menyebabkan stres meningkatkan ativitas di sekitar hippocampus. Hal ini sesuai dengan hasil sebuah penelitian sebelumnya. FYI, hippocampus adalah area otak yang berhubungan dengan emosi, motivasi dan memori.

Namun, penemuan studi ini tidak hanya sampai pada tahap itu. Gambar-gambar ini juga mengaktifkan dorsal lateral frontal cortex, yang mengatur emosi. Dan menariknya, para partisipan yang mengalami koneksi saraf lebih kuat pada dua area ini, melaporkan level stres yang rendah. Sebaliknya, partisipan merasa lebih stres ketika jaringan koneksi saraf hippocampus dan hypothalamus lebih aktif.

Menurut peneliti, hal ini bisa membantu menjelaskan penelitian sebelumnya yang memperlihatkan bahwa orang-orang dengan kelainan kesehatan mental cenderung memiliki masalah dalam meregulasi emosi di bagian frontal cortex.

Apa Manfaat Hasil Studi Ini dalam Usaha Mengatasi Stres?

Pastinya, masih banyak misteri yang berkaitan dengan A-Z stres.

Namun, “hasil penelitian ini bisa membantu kita menentukan intervensi terapik yang tepat untuk banyak orang,” kata Rajita Sinha, peneliti senior studi tersebut. Salah satu, “contohnya adalah dengan meningkatkan kekuatan koneksi dari hippocampus ke the frontal cortex atau menurunkan sinyalnya ke pusat stres psikologis.”

Selain itu, menimbang koneksi yang erat antara memori dan stres yang diperlihatkan di dalam studi ini, para peneliti mencatat bahwa satu taktik jenius dalam menghadapi stres adalah dengan memiliki simpanan memori-memori yang positif.

Well, sekarang kamu punya senjata untuk mengatasi stres yang semakin meningkat sejak pandemik ini. Dan jika diperlukan, jangan lupa juga melakukan aktivitas-aktivitas lain, seperti mendengarkan musik, tidur, olahraga, dan hal-hal menyenangkan lainnya agar tetap positif.

Selanjutnya: Begini penjelasan seorang psikolog tentang cara menjaga kesehatan mental setelah mengalami PHK.

podcast button